Rabu 07 Oktober 2020, 03:40 WIB

Lab dan RS Swasta Diminta Seragamkan Biaya Tes Usap

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Lab dan RS Swasta Diminta Seragamkan Biaya Tes Usap

ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
Tenaga medis melakukan tes usap (swab test) .

 

SETELAH Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan biaya tes usap atau tes swab (polymerase chain reaction/PCR) tertinggi sebesar Rp900 ribu, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta akan mengadakan pertemuan dengan pengelola laboratorium dan RS swasta untuk menyeragamkan biaya tes usap tersebut.

"Kami akan mengumpulkan 56 laboratorium yang telah berjejaring dengan DKI untuk memeriksa spesimen tes usap selama masa pandemi covid-19. Semua teman-teman laboratorium untuk kita evaluasi. Kita tahu fluktuasi harga apa pun sangat beragam. Dulu APD harganya mahal, sekarang sudah turun. VTM dulu Rp50 ribu terus sempat Rp200 ribu, sekarang sudah Rp50 ribu lagi. Ini tentu menjadi bagian yang kita koreksi dan evaluasi," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti di Gedung DPRD DKI Jakarta, kemarin.

Menurutnya, menyeragamkan biaya tes usap tidak semudah menyeragamkan biaya tes cepat (rapid test). Dalam persiapannya, alat-alat yang dibutuhkan untuk tes usap lebih banyak dan lebih mahal. Penyediaan tes usap juga harus dibarengi sumber daya kesehatan yang tesertifikasi. Widyastuti mengatakan ada beberapa faktor yang membuat tes usap berbiaya mahal. Menurutnya, komponen terkait tes swab itu banyak, misalnya reagen dan VTM.

"Reagen itu kan ada beberapa alat yang beredar dengan berbagai merek. Ada yang kapasitas besar, kecil, dan beberapa produsen reagen juga dari berbagai negara."

"Waktu itu mana yang barangnya ready dan dibutuhkan dibeli dulu, yang terpenting rekomendasinya terstandar WHO atau Kemenkes atau satgas dan memang ada protap yang sesuai. Kalau sudah ada regulasi terkait harga itu, nanti akan kita evaluasi kepada teman-teman," tambahnya.

Kemenkes telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/I/3713/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Real Time PCR. SE tersebut disahkan Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Abdul Kadir, Senin (5/10).

Kemenkes sudah teken SE itu dengan tarif tertinggi tes swab ditetapkan seharga Rp900 ribu. Dengan demikian, batasan tarif tertinggi pemeriksaan tes swab RT PCR sudah mulai berlaku. (Put/Ssr/X-7)

Baca Juga

Antara

Pemprov DKI akan Tertibkan Bangunan di Bantaran Kali

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 17:21 WIB
Sebabnya, belajar dari longsor yang terjadi di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada 10 Oktober, ia melihat ada ketidakpatuhan...
MI/RAMDANI

Antisipasi Klaster Libur Panjang, Wagub Minta Warga Tetap di Rumah

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 16:40 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau yang akrab disapa Ariza mengungkapkan Pemprov DKI dan pemerintah pusat sudah bersinergi...
ANTARA/Dhemas Reviyanto

Pemprov DKI Jakarta Gunakan Dana PEN untuk Atasi Banjir

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 16:40 WIB
Tahun ini wilayah kali yang diprioritaskan untuk dinormalisasi, yakni Kali Pesanggrahan, Kali Ciliwung, Kali Angke, dan Kali...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya