Rabu 07 Oktober 2020, 05:35 WIB

Pansus Banjir Temukan Sejumlah Masalah

Put/Dmr/J-1 | Megapolitan
Pansus Banjir Temukan Sejumlah Masalah

Dok.Nasdem
Anggota Pansus Banjir dari Fraksi Partai NasDem Nova Harivan Paloh

 

PANITIA Khusus (Pansus) Banjir DPRD DKI Jakarta, Senin (5/10), mengadakan rapat daring. Anggota Pansus Banjir dari Fraksi Partai NasDem Nova Harivan Paloh mengatakan rapat itu mengagendakan paparan masalah-masalah yang menjadi penyebab banjir parah di Jakarta yang terjadi pada Januari-Februari lalu.

“Dari paparan Dinas SDA diketahui ada 40 unit pompa yang tidak bisa berfungsi karena dalam perawatan dan/atau rusak karena terendam banjir,” kata Nova di Jakarta, kemarin.

Selain itu, ada pula kekurangan unit pompa mobile di permukiman warga yang menyebabkan pengendalian genangan terhambat. “Ada pula kebutuhan pembebasan lahan di sejumlah lokasi sungai dan waduk yang harus dikerjakan untuk mengurangi limpasan air ke permukiman warga. Untuk masalah ini cukup sulit diatasi karena anggarannya tidak memungkinkan tahun ini,” terangnya.

Masalah lainnya ialah banjir rob di pesisir Jakarta yang disebabkan tanggul laut yang belum sepenuhnya dibangun. Nova mengatakan ada 33 km lebih area pesisir Jakarta yang belum ditutupi oleh tanggul laut National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

“Dari jumlah 33 km itu, Jakarta kebagian membangun sekitar 14 km lagi. Padahal seharusnya mungkin tinggal beberapa kilometer. Karena kan seharusnya itu ada jatah pengembang reklamasi, tetapi karena reklamasi ada yang dibatalkan, kewajiban pengembang itu gugur dan dilimpahkan ke pusat dan DKI,” terang Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI itu.

Sumur resapan juga belum optimal dijalankan. Nova menyebut hingga saat ini Pemprov DKI belum memuculkan data berapa perkantoran yang sudah memiliki sumur resapan.

Dari sejumlah masalah itu, Nova berpendapat masalah banjir akan sulit diselesaikan tahun ini karena beberapa hal membutuhkan dana cukup besar untuk penyelesaiannya, seperti pembangunan tanggul laut dan normalisasi kali dan waduk.

Sementara itu, Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat membangun cekungan penampung air (embung) di Kelurahan Tegal Alur dan Semanan.

Kasudin SDA Jakarta Barat Purwanti Suryandari mengatakan kedua embung dengan kedalaman 3 meter itu bertujuan mengatur dan menampung suplai aliran air hujan serta luapan Kali Semongol atau pasang surut air laut.

Menurut Purwanti, lahan yang digunakan untuk pembangunan embung ialah milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.

Dia menjelaskan embung di Tegal Alur dibangun di atas lahan seluas 4.000 m2 dengan luas cekungan 2.500 m2. Adapun di Semanan, embung dibangun di atas lahan seluas 5.000 m2 dengan luas cekungan 3.000 m2.

“Pembangunan kedua embung ini ditargetkan rampung pada akhir Desember,” tandasnya. (Put/Dmr/J-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Pasien RSDC Wisma Atlet Terus Berkurang

👤Hilda Julaika 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 04:25 WIB
JUMLAH pasien rawat inap covid-19 di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran terus mengalami...
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Demo Buat Pengawasan Klaster Perkantoran Kendur

👤Hilda Julaika 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 04:20 WIB
KASUS positif virus korona baru (covid-19) di Jakarta masih terus bertambah. Mereka terpapar dari berbagai tempat, terutama dari...
Dok. MI

Lerai Bentrok Ormas, Kapolsek Terluka

👤Deden Muhamad Rojani 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 03:35 WIB
DUA organisasi kemasyarakatan (ormas) terlibat bentrok di Jalan Ciledug Raya, Larangan, Kota Tangerang, Kamis (29/10), pukul 00.15...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya