Rabu 07 Oktober 2020, 05:15 WIB

BUMN Didorong Serap Hasil Perikanan

(Iam/E-3) | Ekonomi
BUMN Didorong Serap Hasil Perikanan

ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/wsj.
Pekerja mengumpulkan ikan hasil tangkapan nelayan di tempat pelelangan ikan, Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (3/10/2020)

 

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong kementerian/lembaga dan badan usaha milik negara (BUMN) untuk menyerap hasil tangkapan nelayan dan pelaku usaha lainnya di sektor kelautan dan perikanan.

Langkah itu dilakukan lantaran pasar dalam negeri dan ekspor saat ini tidak mampu menyerap tangkapan nelayan.

“Untuk menyerap produk perikanan KKP berkoordinasi dengan kementerian/lembaga lain dan juga menggandeng BUMN untuk menjamin pembelian hasil laut nelayan,” papar Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Muhammad Zaini dalam webinar bertajuk Solusi Pembiayaan dan Pemasaran Perikanan di Tengah Pandemi, kemarin.

Zaini mengatakan produk perikanan saat ini mengalami kelebihan supply lantaran menurunnya penyerapan akibat pandemi covid-19. Ini membuat harga jual produk perikanan anjlok.

Untuk itu, Zaini berharap kementerian/lembaga dan BUMN dapat menyerap hasil laut tangkapan nelayan juga pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan lainnya. “Ini supaya kegiatan usaha di sektor kelautan dan perikanan tetap berkesinambungan,” tambahnya.

Saat ini, jumlah total nelayan mencapai 2,3 juta jiwa dan pembudi daya ikan hampir mencapai 4 juta orang.

Dari jumlah itu, 96% merupakan nelayan kecil dan tradisional.

Pada 2017 hasil tangkapan tuna sebesar 6,5 juta ton dengan estimasi stok sebesar 12,5 juta ton dan target peningkatan ekspor dari US$700 juta pada 2018 menjadi US$1,5 miliar pada 2024, sedangkan budi daya ikan dan udang dengan target peningkatan ekspor udang dari US$1,2 miliar pada 2018 menjadi US$3 miliar pada 2020.

Namun, pandemi covid-19 memberikan dampak mendalam karena meningkatnya produksi nelayan dan pembudidaya ikan disambut ketidakpastian penyerapan serta rendahnya daya beli produk ikan.

Dalam menanggapi permintaan KKP itu, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah menyatakan pihaknya terus berupaya memfasilitasi penjualan hasil produk ikan dari nelayan dan budi daya ikan di tengah pandemi covid-19 ini.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Victoria br Simanungkalit, mengatakan perikanan merupakan komoditas prioritas dalam mengembangkan koperasi dan UKM. (Iam/E-3)

Baca Juga

Antara/Ari Bowo Sucipto

Bangun Talenta Kaum Muda

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 11:28 WIB
Daya saing pemuda Indonesia harus kuat sebagai generasi pemimpin masa depan serta andal dan unggul di negeri sendiri dan...
MI/Akhmad Safuan

UU Cipta Kerja Bidang Pelayaran Tingkatkan Daya Saing Kemaritiman

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 10:19 WIB
Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio, menyebut UU Cipta Kerja Bidang Pelayaran akan mampu mempercepat kemajuan di sektor...
Antara

Produsen Sepeda Motor Listrik Singapura Incar Pasar Indonesia

👤Antara 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 10:05 WIB
Saat ini tercatat setidaknya ada 120 juta sepeda motor di Indonesia dengan kurang dari 0,1% di antaranya adalah sepeda motor...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya