Rabu 07 Oktober 2020, 04:00 WIB

Bertahan di Tengah Pandemi

MI/AGUNG WIBOWO | Fokus
Bertahan di Tengah Pandemi

ANTARA/ADENG BUSTOMI
Pemilik toko daring grosirantasik.id memotret produk baju yang akan dipasarkan melalui platform digital di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat,

PANDEMI memaksa kita beradaptasi. Hanya mereka yang mempunyai inovasi dan menguasai digitalisasi akan mampu bertahan dari terjangan badai pandemi yang langsung menghantam jantung perekonomian.

Data Kementerian Ketenagakerjaan hingga 20 April 2020 mencatat, sebanyak 2.084.593 pekerja dari 116.370 perusahaan dirumahkan dan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Pandemi korona memaksa aktivitas jual-beli secara langsung dibatasi. Pasar konvensional, ketika pembeli bertemu dengan pedagang secara langsung, tidak seperti dulu lagi. Untuk bisa memasarkan produk, pengusaha dipaksa berjualan secara daring dengan memanfaatkan medsos atau platform digital yang lain.

Pandemi korona dan pesatnya perkembangan dunia digital membuat tatanan kehidupan kenormalan baru.Siapa saja memiliki kesempatan yang sama dalam berusaha dan meraih kesuksesan.

Jack Ma, pendiri Alibaba, mengatakan globalisasi yang dulu dipimpin negara maju sekarang berubah arah ke negara berkembang. "Globalisasi dipimpin oleh negara maju dan perusahaan besar di masa silam, tapi nanti di masa depan akan dipimpin oleh negara berkembang dan bisnis kecil," kata Ma dalam event China Green Companies Summit.

"Siapa pun dengan ponsel bisa menjalankan bisnis global. Dalam 3 dekade ke belakang, sekitar 6.000 bisnis besar mendikte globalisasi, tapi masa depan akan diputuskan oleh 60 juta bisnis kecil yang menjadi global. Digitalisasi tentu akan mengubah seluruh industri," papar dia.

Baca Juga

ANTARA/DEDHEZ ANGGARA

Terima Nasib

👤MI/AGUNG WIBOWO 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 00:55 WIB
TIDAK adanya sentuhan teknologi dalam produksi garam tradisional menyebabkan rendahnya kualitas...
ANTARA /YUSUF NUGROHO

Potret Suram Petani Garam

👤Mohammad Ghazi 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 00:45 WIB
STOK garam rakyat di sejumlah sentra produksi garam Kabupaten Pamekasan, Madura, hingga pertengahan Oktober ini masih menumpuk di sejumlah...
 (ghozi/MI)

Butuh Sentuhan Teknologi

👤(UL/PO/E-3) 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 00:35 WIB
SALAH satu penyebab rendahnya mutu garam dalam negeri ialah proses produksi yang masih dilakukan secara tradisional dan ketidakmampuan para...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya