Rabu 07 Oktober 2020, 03:30 WIB

Konstruksi dan Properti bakal Terdongkrak

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Konstruksi dan Properti bakal Terdongkrak

ANTARA
Pekerja di bidang Konstruksi

 

SEKTOR konstruksi dan properti akan menjadi sektor yang bakal melaju seiring dengan kehadiran Omnibus Law UU Cipta Kerja (Ciptaker).

Masuknya investasi baru pascapemberlakuan UU Ciptaker akan meningkatkan permintaan terhadap lahan usaha. Pembangunan pabrik dan infrastruktur pendukung akan mendongkrak permintaan jasa perusahaan konstruksi.

Ellen May Institute dalam risetnya melihat emiten konstruksi pelat merah akan berpeluang lebih besar dalam memanfaatkan peluang pascabooming UU Ciptaker ini. “Kami melihat emiten konstruksi pelat merah seperti PT Wijaya Karya (WIKA), PT Pembangunan Perumahan (PTPP), PT Adhi Karya (ADHI), dan PT Waskita (WSKT) memiliki peluang lebih besar karena pengolahan bank tanah bisa menjadi proyek strategis pemerintah. BUMN akan menjadi prioritas dalam pembangunannya,” tulis Ellen May Institute seperti dikutip dari Investing.com, kemarin.

Dengan pembangunan pabrik di daerah tertentu, tentu saja kebutuhan akan rumah juga akan meningkat karena ada nya pekerja yang membutuhkan hunian.

“Dari sektor properti, saat ini kami lebih merekomendasikan saham Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) dan Kawasan Industri Jababeka (KIJA) untuk trading dibanding investasi. Kondisi properti yang masih lesu dan daya beli yang masih rendah membuat properti masih belum menarik untuk investasi,” tulis laporan itu.

Grup riset Maybank memproyeksikan katalis potensial dari sahnya UU Ciptaker ada pada emiten pengembang properti yang terkait dengan orang asing. Pada Paragraf 3 dalam UU tersebut tentang Satuan Rumah Susun untuk Orang Asing, Pasal 136 dan 137 menyebutkan orang/badan hukum asing/ perwakilan negara asing memiliki hak atas satuan rumah susun. 

Hak milik atas satuan rumah susun yang selanjutnya disebut hak milik sarusun merupakan hak kepemilikan atas satuan rumah susun yang bersifat perseorangan yang terpisah dengan hak bersama atas bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama.

“Meskipun menurut kami regulasi kepemilikan asing hanya ditujukan untuk segmen tertentu dari pasar properti, kami pikir hal itu akan menguntungkan permintaan properti secara keseluruhan dalam 24 bulan ke depan,” ditulis grup riset tersebut.

Beberapa emiten yang berpotensi terdongkrak, menurut mereka antara lain Ciputra Development (CTRA), Pakuwon Jati (PWON), dan Summarecon Agung (SMRA), yang memiliki eksposur tertinggi ke pembeli asing.


Lanjutkan penguatan

Kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melanjutkan tren positif setelah  pengesahan RUU Cipta Kerja menjadi undang-undang.

IHSG ditutup menguat 40,45 poin atau 0,82% ke posisi 4.999,22. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 9,08 poin atau 1,2%menjadi 764,16.

“Market sangat mengapresiasi perkembangan kesehatan Trump yang semakin membaik setelah diumumkan positif covid-19. Market juga sangat mengapresiasi pengesahan RUU Cipta Kerja,” kata analis Indo Bina Artha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta Utama.

Dibuka menguat, IHSG relatif nyaman berada di zona hi jau hingga penutupan perdagangan saham. Secara sektoral, delapan sektor meningkat dengan sektor keuangan naik paling tinggi, yaitu 1,65%, diikuti sektor aneka industri dan sektor infrastruktur masing-masing 1,25% dan 1,14%. (Ant/E-1)

 

Baca Juga

Antara

BI : ISEF 2020 Catat Transaksi Sebesar Rp5,03 Triliun

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 23:39 WIB
Angka tersebut terdiri dari kesepakatan pembiayaan, komitmen transaksi business to business, transaksi ritel business to consumer, dan...
Antara/Aditya Pradana Putra

Bantu UMKM Bangkit, Kemendikbud Gelar Pasar Budaya Daring

👤SuryaniWandari Putri Pertiwi 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 21:50 WIB
Pasar budaya adalah sebuah marketplace dari Ditjen Kebudayaan Kemendikbud yang bekerja sama dengan perusahaan teknologi Indonesia,...
MI/Ramdani

AP II : Airport 4.0 Menjadi Basis Transformasi Kedepan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 20:31 WIB
“Pada pekan lalu, kami mencanangkan Second Curve Transformation periode 2020 - 2024 untuk memasuki era Airport 4.0," ujar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya