Selasa 06 Oktober 2020, 23:08 WIB

Investor Global Kritik UU Cipta Kerja Karena Rusak Lingkungan

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Investor Global Kritik UU Cipta Kerja Karena Rusak Lingkungan

Antara
Ilustrasi

 

SEBANYAK 35 investor global dengan nilai aset mencapai US$4,1 triliun memberi alarm peringatan kepada pemerintah Indonesia ihwal pengesahan Undang Undang Cipta Kerja. 

UU yang baru disahkan oleh DPR, Senin (5/10) itu dinilai akan akan meningkatkan risiko lingkungan hutan Tanah Air.

“Meski kami menyadari perlunya reformasi hukum bisnis di Indonesia, kami memiliki kekhawatiran tentang dampak negatif dari tindakkan perlindungan lingkungan yang dipengaruhi oleh UU Cipta Kerja,” ujar Senior Engaagement Specialist untuk Robeco Peter van der Werf melalui pernyataannya, Selasa (6/10).

Para investor global mengaku khawatir UU Cipta Kerja dapat menghambat upaya perlindungan hutan Indonesia dan berdampak pada berkurang hingga hilangnya keanekaragaman hayati Tanah Air. 

Hal itu dinilai akan memengaruhi perubahan iklim yang selama ini juga turut digaungkan Indonesia di mata dunia.

“Perubahan aturan yang diusulkan (dalam RUU Cipta Kerja) untuk meningkatkan investasi asing berisiko melanggar standar praktik terbaik internasional yang bertujuan mencegah konsekuensi berbahaya yang tidak diinginkan dari kegiatan bisnis yang menghalangi investor dari pasar Indonesia,” tulis surat 35 investor global itu.

Kekhawatiran akan rusaknya lingkungan itu juga membuat beberapa manajer aset mengambil sikap untuk mendesak pemerintah negara berkembang untuk melindungi alam.

Adapun 35 investor yang memberikan alarm peringatan kepada pemerintah Indonesia yaitu:

1. Actiam

2. Aviva Investors

3. A.S.R Asset Management

4. BMO Global Asset Management

5. Boston Common Asset Management

6. Church Commissioners for England

7. Congregation of Sisters of St. Agnes

8. Domini Impact Investmentsd LLC

9. Dominican Sisters of Mission San Jose

10. Christian Super

11. The Church of England Pension Board

12. Dana Investment Advisors

13. Dominican Sisters ~ Grand Rapids

14. Dominican Sisters of San Rafael

15. Figure 8 Investment Strategies

16. Green Century Capital Management

17. Karner Blue Capital

18. Legal & General Investment Management

19. NN Investment Partners

20. Future Super

21. Indép’AM

22. KLP

23. Local Authority Pension Fund Forum

24. OP Investment Management

25. Pax World Funds

26. Robeco

27. The Sister of St. Francis of Philadelphia

28. Skye Advisors LLC

29. Storebrand Asset Management

30. Trilium Asset Management

31. Religious of the Sacred Heart of Mary Western Province

32. Seventh Generation Interfaith, Inc.

33. Sisters of St. Joseph of Orange

34. Socially Responsible Investment Coalition

35. Sumitomo Mitsui Trust Asset Management

Selain dikritik oleh investor global, UU Cipta Kerja inisiatif pemerintah itu turut dikritik oleh sejumlah organisasi buruh internasional. Salah satunya yakni Konfederasi Serikat Buruh Internasional (ITUC). Dilansir dari laman resmi ITUC, pengesahan UU Cipta Kerja akan mengganggu program Sustainable Development Goals (SDG’s) yang digagas oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

“Undang undang yang luas dan kompleks ini merupakan serangan terhadap tujuan SDG’s oleh pemerintah Indonesia. ini akan sangat meningkatkan kemiskinan dan menyebabkan kerusakan lingkungan demi memenangkan perusahaan multinasioal,” ujar Sekretaris Jenderal ITUC Sharan Burrow dalam pernyataannya.

“Sungguh mengejutkan ketika Indonesia, seperti negara lailn sedang menghadapi pandemi covid-19 justru bisa lebih mempersulit kehidupan masyarakat dan menghancurkan mata pencaharian mereka, sehingga perusahaan asing dapat mengambil kekayaan dari negara itu,” pungkas Burrow. (OL-8)

Baca Juga

Ist/PUPR

Jembatan Gantung Nawacita Tegaldowo Jadi Destinasi Wisata Baru

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 09:29 WIB
Jembatan tersebut selain meningkatkan konektvitas antardesa juga menjadi salah satu destinasi wisata baru di Bumi...
ANTARA FOTO/Yusran Uccang

Ekonomi Masyarakat Kepulauan Terhambat Aturan

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 05:45 WIB
Kendala dalam pengiriman logistik saat ini ialah pada aturan muatan barang dari Menteri Perdagangan, bukan pada PT Pelayaran Nasional...
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Pemerintah Lirik Sagu untuk Sumber Pangan

👤Ham/E-3 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 05:40 WIB
Selain beras, sagu menjadi salah satu komoditas yang kini dikembangkan untuk menuju ketahanan dan kedaulatan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya