Selasa 06 Oktober 2020, 21:31 WIB

Lebih dari 3,8 Juta Warga AS Telah Menentukan Pilihan Presidennya

Antara | Internasional
Lebih dari 3,8 Juta Warga AS Telah Menentukan Pilihan Presidennya

JIM WATSON and SAUL LOEB / AFP
Donald trump (kiri) dan Joe Biden

 

EMPAT pekan sebelum pemilihan presiden Amerika Serikat 3 November, lebih dari 3,8 juta warga negara  telah memanfaatkan hak pilih melalui pemungutan suara lebih awal dan surat, menurut  lembaga penyedia data pemilu Elections Project.

Angka itu tercatat 75.000 suara lebih banyak dibandingkan periode yang sama pada pemilu 2016.

Lonjakan jumlah suara lebih dini menggambarkan kemungkinan capaian rekor jumlah pemilih dalam pertarungan politik antara kandidat petahana, Donald Trump, dan lawannya, mantan wakil presiden Joe Biden.

Kenaikan suara yang masuk lebih dini dipengaruhi oleh perluasan sistem pemungutan suara awal dan melalui layanan pos di banyak negara bagian atas pertimbangan cara aman memilih di tengah situasi pandemi COVID-19, menurut Michael McDonald daru Universitas Florida.

McDonald, yang mengelola Elections Project, juga menyebut bahwa muncul keinginan publik untuk ikut serta dalam menentukan masa depan politik Trump.

"Kita tak pernah melihat orang sebanyak ini memberikan hak suara jauh hari sebelum pemilu. Masyarakat memilih ketika mereka memutuskan, dan kita tahu bahwa banyak orang telah memutuskan sejak lama dan sudah mempunyai penilaian tentang Trump," kata McDonald.

Dengan angka pemilih awal yang tinggi itu, McDonald memprediksi jumlah pemilih total nantinya mencapai 150 juta orang, mewakili 65 persen dari daftar pemilih --persentase tertinggi sejak 1908.

Jumlah 3,8 juta lebih suara yang sudah masuk itu sejauh ini datang dari 31 negara bagian. Jumlah itu akan bertambah cepat dalam beberapa pekan ke depan, karena lebih banyak negara bagian menggelar pemungutan suara awal dan via surat.

Persentase pemilih yang memberikan hak suara lewat secara langsung pada hari pemungutan suara 3 November sudah mengalami penurunan sebelum pemilu tahun ini, menurut Komisi Bantuan Pemilu.

Angka total suara masuk lewat pemungutan suara awal atau via surat telah bertambah lebih dari dua kali lipat, dari hampir 25 juta pada 2004 menjadi 57 juta suara pada 2016.

Trump telah berulang kali memprotes sistem pemungutan suara via surat. Ia menyebut sistem seperti itu akan mengarah pada kecurangan. Namun, para pakar menilai kecurangan justru jarang terjadi.

Terkait hal itu, pendukung Partai Demokrat --yang mengusung Biden-- mengembalikan surat suara yang mereka terima via pos sejumlah dua kali lipat lebih banyak dibandingkan pendukung Partai Republik --yang mengusung Trump, menurut data dari tujuh negara bagian.

Di Negara Bagian Florida, sebagai wilayah pemilihan yang krusial, lebih dari 2,4 juta pendukung Demokrat meminta surat suara dan 282.000 telah mengembalikan, sementara hampir 1,7 juta pendukung Republik meminta surat suara dan 145.000 telah mengembalikannya.(OL-4)

Baca Juga

DOK NU Online

Mufti Damaskus Adnan al-Afyouni Dekat dengan Indonesia

👤Wisnu AS 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 21:00 WIB
Syekh Adnan al-Afyouni pernah mengunjungi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, pertengahan...
AFP/Souleiman

Suriah Hargai Belasungkawa Indonesia atas Tewasnya Mufti Damaskus

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 20:45 WIB
Syekh Al-Afyouni disebutkan sebagai sosok yang membela hak para ulama dalam menghadapi terorisme dan...
AFP/Bartosz Siedlik

Presiden Polandia Dinyatakan Positif Korona

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 19:23 WIB
Meskipun tidak jelas waktu awal terinfeksi, dia sempat menghadiri forum investasi di Tallinn pada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya