Selasa 06 Oktober 2020, 20:55 WIB

Mampu Membaca Alam Kunci Sukses Petani Merapi

Widjajadi | Nusantara
Mampu Membaca Alam Kunci Sukses Petani Merapi

MI/Widjajadi
Kepala Dinas Pertanian Boyolali Bambang Jiyanto ikut memanen tanaman cabai di Desa Senden, Selasa (6/10).

 

KEBERHASILAN petani sayur kawasan lereng Merapi membaca alam, membuahkan hasil panen cabai luar biasa. Setidaknya ini bisa dilihat dari kerja keras Kelompok Tani Ngudi Santosa di Desa Senden, kecamatan Selo, kabupaten Boyolali yang mampu memanen cabai dua ton cabai tiap hektarnya.

"Ini semua buah kerja keras dan kecermatan teman teman petani dalam membaca alam. Sudah hasil panen besar, di tingkat produsen harga cabai keriting varietas Twist 42 mencapai Rp25 ribu - Rp 26 ribu," kata Kepala Dinas Pertanian Boyolali, Bambang Jiyanto di sela sela memanen cabai keriting di Senden, Selo, Selasa (6/10).

Masa panen cabai varietas Twist 42 di lereng Merapi Boyolali kali ini hasilnya sangat bagus. Hasilnya lumayan besar, karena tiap cabang tanaman cabai menghasilkan 0,5 kg, dan per hektarnya bisa mencapai 2 ton.

Hasil menggiurkan itu dinikmati sejumlah klomtan, termasuk di antaranya Klomtan Ngudi Santosa Desa Senden. Pada masa panen sejak September, petani memanen tiap tujuh hari.

"Pemkab Boyolali sangat mengapresiasi keberhasilan petani membaca alam di tengah pandemi covid-19, sehingga panen sayur, di antaranya cabai. Bahkan harga cabai yang dipanen bagus, capai Rp 25 ribu - Rp 26 ribu/kg, " tukas Bambang.

Tanaman cabai di sejumlah desa, kecamatan Selo mencapai 20 hektar . Lahan tanaman sayur di kawasan Merapi Boyolali ada kecamatan Selo dan juga Cepogo. Selain itu di desa desa lain juga banyak petani mengelola budi daya tanaman cabai.

Seorang anggota Klomtan Ngudi Santoso, Kardi mengaku bahwa panen cabai untuk tahun ini sangat memuaskan. "Karena tiap batang pada masa panen bisa menghasilkan 0,5 kg dan dipetik tiap tujuh hari sekali. Harga juga bagus, " kata Kardi dengan wajah berbinar. (OL-13).

 

 

 

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Arnas Padda

Kasus Covid-19 di Sulsel Mulai Tinggalkan Zona Merah

👤Lina Herlina 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 11:35 WIB
Kasus covid-19 di Sulawesi Selatan memang mulai membaik, karena telah meninggalkan zona merah  namun warga harus tetap mematuhi...
MI/Kristiadi

Tiga Alat Deteksi Dini Longsor Rusak, Warga Harus Siaga

👤Akhmad Safuan 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 11:12 WIB
Ada tiga alat peringatan dini untuk tanah bergerak dalam keadaan rusak, maka saat hujan datang diharapkan warga tinggal di perbukitan di...
MI/Denny Susanto

Bambu Produk HHBK yang Menjanjikan

👤Denny Susanto 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 10:31 WIB
Dinas Kehutanan Kalsel telah mengembangkan sekitar 16 jenis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) seperti berbagai jenis madu, olahan bambu (tusuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya