Selasa 06 Oktober 2020, 20:50 WIB

Serangan Puting Beliung Ancam Kota Sukabumi

Benny Bastiandy | Nusantara
Serangan Puting Beliung Ancam Kota Sukabumi

Ilustrasi
Puting beliung berpotensi terjadi di beberapa wilayah Kota Sukabumi, Jawa Barat di saat peralihan musim.

 

HAMPIR semua wilayah di Kota Sukabumi, Jawa Barat, memiliki resiko tinggi terjadi cuaca ekstrem dan puting beliung di masa perubahan iklim.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami, menjelaskan dibanding jenis bencana lain, risiko kerentanan cuaca ekstrem dan puting beliung relatif cukup tinggi. Data kejadian bencana tahun lalu, cuaca ekstrem dan puting beliung terjadi sebanyak 352 kali.

"Melihat data histori kejadian bencana, maka Kota Sukabumi memiliki potensi tinggi cuaca ekstrem dan puting beliung. Tingkat risiko tinggi tersebar di semua wilayah," terang Zulkarnain, Selasa (6/10).

Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan BPBD setempat, dari 33 kelurahan tersebar di 7 kecamatan, sebanyak 26 kelurahan di antaranya memiliki resiko tinggi kerentanan cuaca ekstrem dan puting beliung. Sedangkan 3 kelurahan memiliki risiko sedang dan 4 kelurahan berada pada kerentanan risiko rendah.

Untuk wilayah yang memiliki risiko tinggi kerentanan cuaca ekstrem dan puting beliung berada di Kecamatan Cikole terdiri dari Kelurahan Cisarua, Subangjaya, Selabatu, dan Cikole. Sedangkan Kelurahan Kebonjati dan Gunungparang berada pada risiko kerentanan sedang.

Di Kecamatan Warudoyong, risiko tinggi kerentanan cuaca ekstrem dan puting beliung tersebar di Kelurahan Benteng, Sukakarya, Dayeuhluhur, dan Warudoyong. Sedangkan di Kelurahan Nyomplong berisiko sedang. Di Kecamatan Gunungpuyuh semua wilayah berisiko tinggi rentan cuaca ekstrem dan puting beliung yakni Kelurahan Gunungpuyuh, Sriwedari, Karangtengah, dan Karamat.

Di Kecamatan Citamiang, risiko tinggi rentan cuaca ekstrem dan puting beliung hanya berada di Kelurahan Citamiang. Sedangkan di Kelurahan Tipar, Nanggeleng, Cikondang, dan Gedongpanjang semuanya berisiko rendah. Di Kecamatan Lembursitu, semua wilayah terdiri dari Kelurahan Sindangsari, Lembursitu, Cipanengah, Cikundul, dan Situmekar, berada pada risiko tinggi.

Pun di Kecamatan Baros, semua wilayah berisiko tinggi rentan cuaca ekstrem dan puting beliung terdiri dari Kelurahan Baros, Sudajayahilir, Jayaraksa, dan Jayamekar. Demikian pula di Kecamatan Cibeureum, empat wilayah kelurahan di wilayah itu yakni Cibeureumhilir, Sindangpalay, Babakan, dan Limusnunggal berada pada risiko tinggi rentan cuaca ekstrem.

"Saat ini risiko kerentanan cuaca ekstrem dan puting beliung cukup berpotensi terjadi karena sekarang memasuki pancaroba," jelas Zulkarnain.

Bencana yang ditimbulkan pada masa pancaroba itu, lanjut Zulkarnain, dikhawatirkan berdampak terhadap potensi pohon tumbang. Termasuk media-media reklame seperti bilboard, bando, maupun tiang listrik, yang bisa roboh diterjang cuaca ekstrem maupun puting beliung. "Kami terus imbau masyarakat agar mewaspadai dengan potensi-potensi bencana itu," pungkasnya. (R-1)

Baca Juga

Dok. Polri

Kakorlantas Bakal Adopsi Pengembangan Program TAR Tulungagung

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 01:42 WIB
TAR yang terkoneksi dengan Dukcapil serta face recognition tersebut akan membuat petugas mengetahui rekam jejak sejarah seseorang yang akan...
DOK MI

Warga Kota Sukabumi Diimbau tidak Bepergian saat Libur Panjang

👤Benny Bastiandy 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 00:45 WIB
Peningkatan kasus baru di Kota Sukabumi akhir ini terjadi pada klaster keluarga. Kondisi itu juga lantaran tak sedikit dipicu perjalanan ke...
DOK MI

Pemkab Subang akan Lakukan Tes Covid-19 kepada Pengunjung Sariater

👤Reza Sunarya 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 00:10 WIB
Satgas covid-19 Subang akan melakukan rapid tes dan swab tes secara acak kepada para wisatawan yang berkunjung ke objek...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya