Selasa 06 Oktober 2020, 19:03 WIB

Kanada Hentikan Ekspor Drone, Turki Protes

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Kanada Hentikan Ekspor Drone, Turki Protes

AFP/Birol Bebek
Ilustrasi drone yang dipalkai militer Turki.

 

OTORITAS Turki mengecam keputusan Kanada yang menghentikan ekspor teknologi militer. Kanada menduga peralatan itu digunakan pasukan Azerbaijan dalam konflik Nagorno-Karabakh.

"Turki mengharapkan Kanada untuk mengikuti kebijakan yang bebas dari standar ganda. Bertindak tanpa dipengaruhi pihak yang menentang Turki," bunyi keterangan Kementerian Luar Negeri Turki.

"Sejauh ini, belum ada penjelasan terkait pemblokiran ekspor alutsista ke sekutu NATO. Di lain sisi, Kanada tidak melihat bahaya dalam mengekspor senjata ke negara yang memiliki keterlibatan militer di Yaman," lanjut kementerian.

Baca juga: Azerbaijan Bebaskan Tiga Desa dari Pendudukan Armenia

Dengan hati-hati, Turki berpegang pada kewajiban di bawah rezim kontrol ekspor yang komprehensif. Adapun Menteri Luar Negeri Kanada Francois-Philippe Champagne menyebut ada alasan khusus di balik penangguhan ekspor teknologi drone ke Turki.

Sebab, otoritas Kanada tengah menyelidiki apakah pasukan Azerbaijan menggunakan teknologi tersebut dalam bentrokan sengit dengan Armenia.

Di masa lalu, Turki pernah memasok drone ke Azerbaijan. Bahkan, menyatakan dukungan terhadap sekutu dekatnya di tengah konflik wilayah Nagorno-Karabakh.

Baca juga: Kanada Perpanjang Pembatasan Kunjungan Internasional

Kelompok pengawas senjata asal Kanada, Project Plowshares, menilai video serangan udara yang dirilis Azerbaijan, menunjukkan drone telah dilengkapi dengan sistem pencitraan. Serta, penargetan yang dibuat L3Harris Wescam, unit L3Harris Technologies yang berbasis di Kanada.

Armenia dan Azerbaijan saling menyerang wilayah sipil. Ratusan orang tewas dalam bentrokan paling mematikan di wilayah tersebut selama 25 tahun terakhir.

Komunitas internasional, termasuk NATO, sudah mendesak kedua negara untuk gencatan senjata.(Straits Times/OL-11)

Baca Juga

AFP/THIBAULT CAMUS

Indonesia Kutuk Penistaan Islam oleh Presiden Macron

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 13:20 WIB
Kebebasan berekspresi hendaknya tidak dilakukan dengan cara yang menodai kehormatan, kesucian dan kesucian nilai dan simbol...
AFP/Alex Edelman

Rekor, AS Catat 90.000 Kasus Baru Korona dalam 24 Jam

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 11:35 WIB
Tercatat ada 91.295 kasus baru dalam 24 jam sampai dengan Kamis pukul 20.30 waktu...
HANDOUT / INDONESIAN PRESIDENTIAL PALACE /AFP

Tiongkok Sebut AS Adalah Provokator Perang Dingin Baru

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 10:56 WIB
Dubes Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian menyatakan AS menjadi negara provokator perang dingin baru dan mengganggu perdamaian dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya