Selasa 06 Oktober 2020, 18:22 WIB

Kejar Target Produksi Akhir Tahun, Mentan Panen Sekaligus Tanam

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kejar Target Produksi Akhir Tahun, Mentan Panen Sekaligus Tanam

DOK KEMENTAN
Mentan SYL (tengah).

 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo didampingi Gubernur Lampung dan Wakil Gubernur Lampung serta anggota Komisi II DPR RI lakukan panen raya dan tanam padi di Desa Tempuran Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah. Panen kali ini dilakukan di hamparan seluas 335 ha dengan varietas Inpari 32.

Rombongan Mentan pun menyaksikan prosesi mekanisasi panen padi dengan combine harvester dan olah tanam dengan traktor roda 4. Pada kesempatan tersebut diperlihatkan pula demo drone menyemprot bahan cair untuk mempercepat proses jerami dan singgang menjadi bahan organik serta tanam padi dengan rice tranplanter.

Dalam sambutannya Mentan SYL mengatakan apa yang dilihat hari ini adalah suatu langkah yang sangat tepat dan langkah yang mempunyai loncatan ke depan yang lebih baik. "Pertanian adalah kekuatan sebuah negara, kalau mau melihat negara baik, lihat saja seperti apa pertaniannya,“ lanjut Syahrul.

Baca Juga: Kementan Jaga Produksi Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

Indonesia saat ini mengalami pandemi dan sudah masuk triwulan ketiga, yang naik dan bertumbuh dalam pendatan negara dalam kehidupan bermasyarakat hanya pertanian dari semua sektor yang ada. "Pertanian tumbuh 16,42%, kemudian menyumbang ekspor yang luar biasa. Sumbangan eksport dari sektor pertanian sebesar Rp258 triliun untuk Juli dan Agustus ini ada tambahan Rp30triliun," sebutnya.

“Yang ingin saya sampaikan kalau dalam kondisi yang susah saja seperti sekarang ini semua ekonomi dunia melemah. Negara lain semua minus yang cukup tajam, kita minus tapi hanya minus 5% dan semakin menuju ke yang lebih baik,“ jelas Mentan.

Salah satu apresiasi Menteri Pertanian kepada Provinsi Lampung adalah Peluncuran Kartu Petani Berjaya sebagai jawaban dari semua masalah pertanian khususnya di Provinsi Lampung. “Saya akan terus mendorong pertanian, pertanian harus makin maju, makin mandiri, dan modern, semua ada di kartu tani ini," tegasnya.

Kegiatan yang dilakukan di Gapoktan Sumber Makmur ini dalam rangka percepatan tanam musim hujan MH atau MT-1 Okt–Mart 2021. Adapun Lampung Tengah merupakan salah satu daerah kabupaten produsen padi terbesar di Provinsi Lampung yang memiliki total luas panen 464.103 hektare , dengan provitas mencapai 4,66,ton/ha. Hasil yang dicapai pada panen kali ini 8 ton/ha.

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi dalam kesempatan ini mengatakan  Lampung sebagai lokomotif pertanian nasional tentunya juga harus berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani dan perekonomian lampung pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Beliau juga menyampaikan  bahwa sektor pertanian adalah sektor utama di Lampung.

Perlu diketahui, Provinsi Lampung memiliki luas baku sawah seluas 361.699 hektare. Di tahun 2019 panen padi mencapai 464.103 hektare dengan produktivitas 2,16 juta ton GKG atau setara dengan 1,24 juta  ton beras.

“Petani yang tinggal di wilayah pedesaan dan jumlah hampir 50% dari jumlah penduduk Provinsi, dapat menjalankan usaha pertaniannya dengan lebih baik, produktivitasnya lahannya meningkat serta kesejahteraannya juga meningkat,“ tutur Arinal di sela sela peluncuran Program Kartu Petani Berjaya.

Ia berharap hal ini dapat memberikan petani kemudahan dalam dalam memenui kebutuhan sarana produksi, akses permodalan/pembiayaan penaganan pasca panen dan pemasaran hasil.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengakui Kabupaten Lampung Tengah turut andil cukup besar untuk menambah sumbangan produksi padi. Dukungan Kementan tentunya diberikan untuk Lampung melalui bantuan sarana produksi maupun alsintan. Khusus untuk tanaman pangan sendiri bantuan mulai dari benih, budidaya padi, sampai alsintan pascapanen. Untuk itu Suwandi berharap agar petani tetap semangat menggarap lahannya.  "Biarkan kami pemerintah yang memikirkan caranya,“ cetusnya.

Suwandi juga meminta petani bisa memanfaatkan KUR. "Kami sudah sediakan KUR untuk komoditas tanaman pangan, silahkan dimanfaatkan sebaik-baiknya terutama bagi penggilingan padi bisa digunakan untuk menyerap gabah petani dengan harga yang layak,“ lanjut Suwandi.

Dalam kesempatan ini Kementerian Pertanian memberikan bantuan  alsintan  berupa power treser, combine harvester besar, RMU asuransi dan KUR. Selain itu diberikan bantuan berupa benih padi, benih jagung, budidaya ubi kayu dan lain lain dengan total program Kementerian Pertanian untuk Provinsi Lampung Rp208,245 miliar. (RO/OL-10)

Baca Juga

Antara

Presiden Optimistis Perekonomian Lekas Membaik, Ini Indikatornya

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 21:35 WIB
"Tetapi dibandingkan dengan negara-negara lain, kontraksi ekonomi Indonesia relatif lebih landai dan saya meyakini Insyaallah mampu...
ANTARA/Abriawan Abhe

Tiga Bulan, Tripartit Nasional Bahas RPP Turunan UU Ciptaker

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 20:30 WIB
Saat ini pemerintah bersama Tripartit Nasional (perwakilan pemerintah, pengusaha, dan SP/SB) dan akademisi telah mulai membahas...
ANTARA/Kahfie Kamaru

Industri Halal Dukung Neraca Dagang

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 20:15 WIB
Produk makanan menjadi pangsa Brasil dengan 10,51%. Produk kosmetik di urutan pertama dari Prancis sebesar 17,38%. Obat-obatan didominasi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya