Selasa 06 Oktober 2020, 17:08 WIB

Jelang Pilkada, Mendagri Minta Pemilih Pemula Punya KTP-el

Indriyani Astuti | Politik dan Hukum
Jelang Pilkada, Mendagri Minta Pemilih Pemula Punya KTP-el

Antara/Indrianto Eko
Warga menunjukkan formulir pencetakan KTP-el melalui aplikasi.

 

DATA pemilih menjadi hal krusial dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta proses perekaman data kependudukan, terutama warga berusia 17 tahun pada Desember nanti, segera diselesaikan.

Sehingga pada hari pemungutan suara, mereka sudah terdaftar sebagai pemilih dan memiliki KTP-el.

"Tambahan anggaran sudah dipenuhi Kementerian Keuangan. KTP-el menjadi masalah pada tahun sebelumnya. Tahun ini secara teori tidak boleh ada kelangkaan blanko," pungkas Tito dalam rapat koordinasi di Jakarta, Rabu (6/10).

Baca juga: Perludem: Jangan Beri Kemewahan Hukum pada Peserta Pilkada

Lebih lanjut, dia meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) untuk memaksimalkan pengadaan blanko. Terutama dalam pembuatan KTP-el sebelum hari pemungutan suara.

"Apabila pembuatan KTP terlambat, penduduk yang berusia 17 tahun pada Desember bisa diberikan surat keterangan. Sehingga, dapat menggunakan hak pilihnya,” imbuh Tito.

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, sekitar 98% data kependudukan sudah direkam dan masuk dalam basis data milik Dukcapil. Data tersebut sangat diperlukan bagi penyelenggara untuk menyusun Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) dalam Pilkada 2020.

Baca juga: Masyarakat Diminta Cek Daftar Pemilih Pilkada 2020

Pada Juli 2020, kementerian telah menyerahkan sebanyak 105,3 juta DP4 kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU). Terdiri dari 52,77 juta laki-laki dan 52,61 juta perempuan di 270 daerah yang melaksanakan pilkada.

"Daerah saya minta betul merekap kebutuhan blanko. Dikoordiniasikan dengan Dukcapil, agar permintaan blanko KTP-el bisa dipenuhi. Jangan sampai ada keluhan dari KPUD kalau pemilihnya banyak yang menggunakan surat keterangan,” tandasnya.(OL-11)

Baca Juga

Dok.MI

Pragmatisme Parpol Suburkan Calon Tunggal dan Dinasti Politik

👤Dhika kusuma winata 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 17:15 WIB
Parpol kerap pragmatis untuk mendukung calon tunggal maupun dinasti politik untuk ikut koalisi besar yang diperkirakan bakal...
Antara

Kasus Jiwasraya jadi Preseden Korupsi di Pasar Modal

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 16:30 WIB
Kasus Jiwasraya mejadikan milestone dalam konteks mengungkap kejahatan-kejahatan tindak pidana ekonomi yang berhubungan dengan pasar...
ANTARA

KPK Imbau Istana Laporkan Pemberian Sepeda Lipat untuk Jokowi

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 16:30 WIB
Penerimaan gratifikasi oleh pejabat negara wajib dilaporkan paling lambat 30 hari kerja terhitung sejak pemberian...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya