Selasa 06 Oktober 2020, 16:10 WIB

Menristek: Hilangkan Dikotomi di antara SDM Riset

Atikah Ishmah W | Humaniora
Menristek: Hilangkan Dikotomi di antara SDM Riset

ANTARA/PUSPA PERWITASARI
Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro mengikuti rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/9).

 

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro meminta para peneliti untuk menghilangkan dikotomi antarperiset yang berasal dari lembaga atau institusi yang berbeda. Hal ini perlu dilakukan agar dapat riset yang dilakukan bukan hanya sekedar untuk kepuasan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi mampu memberikan solusi bagi permasalahan di masyarakat.

“Saya harapkan dikotomi tidak perlu dikedepankan, terutama dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini kita harus menciptakan sinergi dan kolaborasi baik antar peneliti dengan dosen di perguruan tinggi, antar bidang ilmu, juga antar institusi,” kata Bambang dalam acara Orasi Pengukuhan Profesor Riset LIPI, Selasa (6/10).

Baca juga: Waspadai Kebakaran Hutan Lahan di Pulau Jawa

Bambang pun mengungkapkan bahwa sampai saat ini rasio sumber daya manusia (SDM) peneliti di Indonesia masih kurang jika dibandingkan dengan jumlah penduduk. Oleh sebab itu, kolaborasi dan sinergi menjadi suatu hal yang penting untuk memperkuat ekosistem riset yang ada.

Dia menuturkan, contoh kolaborasi dan sinergi antar peneliti dari berbagai bidang ilmu dan institusi yang telah berhasil melahirkan inovasi yakni Konsonsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 yang dibentuk oleh Kemenristek. Seperti diketahui, konsorsium tersebut telah mampu menghasilkan berbagai produk di bidang kesehatan yang bermanfaat untuk membantu penanganan covid-19.

“Kita melihat selama pandemi dalam waktu yang relatif singkat Konsorsium Riset dan Inovasi yang dibentuk Kemenristek/BRIN yang juga mengikutsertakan LIPI dan berbagai lembaga penelitian serta perguruan tinggi sudah melahirkan berbagai macam produk yang paling tidak mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk-produk yang selama ini harus impor.. Kerjasama dalam jangka waktu yang pendek itu bisa terwujud karena kolaborasi yang kuat antara peneliti juga antar peneliti dan perekayasa dan juga dosen,” tandasnya. (H-3)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Siswa SMP di Tarakan Bunuh Diri, KPAI Minta PJJ Dievaluasi

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 10:30 WIB
KPAI akan bersurat pada pihak-pihak terkait untuk pencegahan dan penanganan peserta didik yang mengalami masalah mental dalam menghadapi...
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Satgas Covid-19: Kasus Aktif di Indonesia Makin Menurun

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 09:33 WIB
Prof Wiku Adisasmito mengatakan jumlah kasus aktif di Indonesia sebanyak 60.569 atau 14,9%. Kondisi di Indonesia ini sangat baik jika...
AFP/Luka Gonzales

Akselerasi Persiapan Logistik dan SDM untuk Vaksinasi Covid-19

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 09:20 WIB
Wiku menyebut jumlah SDM yang dipersiapkan sebanyak 739.722 orang. Serta vaksinator di Puskesmas dan rumah sakit sebanyak 23.145 orang atau...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya