Selasa 06 Oktober 2020, 14:10 WIB

Pemerintah Dorong Budaya Korporasi di Sektor Pertanian

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Pemerintah Dorong Budaya Korporasi di Sektor Pertanian

ANTARA/Aprillio Akbar
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) berbincang dengan Wakil Menteri BUMN Budi G Sadikin.

 

PEMERINTTAH berkomitmen melakukan transformasi ekonomi di sektor pertanian. Hal itu dilakukan dengan mendorong birokrasi yang selama ini belum mendukung lompatan nilai dalam mensejahterakan petani dan nelayan untuk beralih fokus kepada korporasi petani maupun nelayan.

"Bapak Presiden menyampaikan bahwa yang ingin dibangun adalah budaya korporasi, yaitu pola pikir dimana standar korporasi ini dipakai oleh pemerintah. Kalau di swasta bisa maka pemerintah juga harus bisa membimbing petani dan nelayan untuk melakukan itu," tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dikutip dari siaran pers, Selasa (6/9).

Baca juga: Ekonomi Kontraksi, Sektor Pertanian Masih Tumbuh Positif

Ia menambahkan, Presiden Joko Widodo juga meminta agar petani dan nelayan didorong untuk berkelompok dalam jumlah yang besar. Tujuannya yakni agar tercipta skala ekonomi yang efisien serta mempermudah petani dan nelayan mengakses pembiayaan teknologi. Hal itu juga dapat membantu menghubungkan petani dan nelayan ke konsumen.

Pemerintah merasa perlu mendorong proyek-proyek percontohan dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar dalam pengembangan skala ekonomi yang lebih luas petani mampu membeli teknologi. "Bisa juga dibuatkan ekosistem petani dan nelayan dan disambungkan kepada perusahaan-perusahaan teknologi seperti Sayurbox atau Tanihub," ujar Airlangga.

Menurutnya model bisnis tidak dapat diseragamkan di tiap daerah atau pun perusahaan. Khusus pada pertanian dan kelautan, itu bergantung pada komoditasnya. Pemerintah saat ini berupaya mendorong memberikan nilai tambah melalui integrasi teknologi dengan komoditas pertanian maupun kelautan.

Saat ini, imbuh Airlangga, Presiden meminta agar sektor pertanian yang memproduksi beras, jagung, hortikultura, ternak sapi dan ayam menjadi fokus pemerintah. "Itu sektor-sektor yang diharapkan bisa menjadi pengungkit nilai tambah untuk petani dan nelayan,” pungkasnya. (Mir/A-1)

Baca Juga

ANTARA/Dedhez Anggara (STR)

Target Tinggi, Akselerasi FLPP Tahun Depan Mesti lebih Cepat 

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 22:15 WIB
Dengan target penyaluran KPR FLPP 2021 sebesar 157.500 unit senilai Rp19,1 triliun, bank pelaksana harus bekerja dua kali...
MI/Susanto

Sri Mulyani: Kesenjangan Teknologi Terjadi di Indonesia

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 21:59 WIB
Transformasi digital itu dilakukan melalui pemberian subsidi berupa internet gratis kepada siswa, guru hingga pendidikan tinggi guna...
Dok OJK

Perkokoh Daya Tahan Ekonomi, OJK Dukung Kemendes Dirikan LKD

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 21:56 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan keberadaan LKD ini sejalan dengan program OJK, Kemendes, dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya