Selasa 06 Oktober 2020, 10:42 WIB

Presiden: Korporasi Petani Belum Jalan

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Presiden: Korporasi Petani Belum Jalan

MI/Tosiani
Kelompok Tani Wanita Usaha Masju Dusun Jojigan Temanggung enjual hasil pertanian di pasar tani Temanggung.

 

PRESIDEN Joko Widodo Presiden menilai implementasi korporasi petani dan nelayan belum berjalan optimal di lapangan. Itulah yang menyebabkan, sampai saat ini industri pertanian di sisi hulu masih menghadapi banyak persoalan.

"Saya sudah sering sampaikan bahwa petani dan nelayan perlu didorong untuk berkelompok dalam jumlah besar, dalam sebuah korporasi. Sehingga memiliki skala ekonomi yang efisien," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas, Selasa (6/10).

Jokowi mengatakan, di beberapa daerah, memang sudah ada kelompok-kelompok petani dan nelayan. Sayangnya, mereka hanya berkutat di sektor prapanen dan panen saja.

"Pola pikir perlu berubah, tidak semata-mata fokus kepada on farm saja tapi juga bergerak di sisi out farm, sisi pascapanen. Di situ letak sisi bisnisnya yaitu dengan membangun proses bisnis dari produksi sampai ke pascapanen," tuturnya.

Kelompok-kelompok yang ada sekarang juga belum memiliki ekosistem yang bisa disambungkan dengan perbankan atau perusahaan-perusahaan besar yang mengolah hasil produksi.

Oleh karena itu, presiden meminta seluruh kementerian/lembaga terkait membangun maksimal dua model bisnis korporasi petani dan nelayan ditiap-tiap provinsi.

"Fokus dulu sampai betul-betul jadi sehingga ini nanti bisa dijadikan benchmarking, bisa dijadikan contoh. Saya yakin akan ada banyak kelompok tani dan nelayan lain yang mau meniru kalau melihat ada contoh korporasi petani dan nelayan yang berhasil dan bisa menyejahterakan," tutur Jokowi.

Selain itu, kepala negara meminta BUMN, BUMD dan perusahaan-perusahaan swasta besar tidak hanya berperan sebagai off taker saja tetapi juga turut mendampingi pengembangan korporasi petani dan nelayan sampai tercipta model bisnis yang benar-benar kuat.

"Saya sudah pernah perintahkan beberapa tahun lalu untuk melihat (Koperasi Permodalan) Felda di malaysia, melihat koperasi sapi di Spanyol. Itu gampang kita tiru tapi saya tidak tahu kenapa sampai sekarang tidak bisa kita bangun satu atau dua contoh seperti mereka," ucap Jokowi.

baca juga: Menkop UKM Minta Perguruan Tinggi Mendirikan Lab Kewirausahaan

Di dua contoh koperasi tersebut, lanjutnya, kelompok petani dan nelayan sudah memiliki ekosistem bisnis dengan manajemen yang baik. Mereka telah tersambung dengan teknologi dan sistem perbankan.

"Saya kira kalau ini dilakukan tentu saja intervensi pengolahan hasil panen, mulai packing, branding sampai strategi pemasaran bisa berjalan baik," harapnya. (OL-3)
 

Baca Juga

DOK MANDIRI SYARIAH

BI Dorong Penggunaan Wakaf Lintas Negara untuk Bangun Ekonomi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 08:29 WIB
Bank Indonesia (BI) menilai, wakaf yang tertata dengan baik dan didukung oleh teknologi diharapkan dapat mendorong mobilisasi dana...
Dok Kementan

PUPR Pastikan Irigasi di Food Estate Kalteng Mengalir Baik

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 08:16 WIB
Pengembangan food estate di Kalteng untuk tanaman padi di lahan aluvial seluas 165.000 hektare (Ha) yang merupakan lahan eks-Pengembangan...
Ist/Kementan

Kementan Apresiasi Ekspor Perdana Telur Tetas oleh CJ PIA

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 08:03 WIB
Ekspor yang dilakukan PT CJ PIA ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengembangkan ekspor komoditas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya