Selasa 06 Oktober 2020, 09:50 WIB

Menkop UKM Minta Perguruan Tinggi Mendirikan Lab Kewirausahaan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Menkop UKM Minta Perguruan Tinggi Mendirikan Lab Kewirausahaan

Ist
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

 

MENTERI Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM )Teten Masduki menekankan peran penting perguruan tinggi untuk memotivasi dan juga membangun jiwa wirausaha sejak dini kepada mahasiswanya.

Sebab, menurut Teten, perguruan tinggi tidak hanya berkewajiban menyediakan tenaga terdidik dan terampil untuk dunia usaha, tetapi juga menghasilkan para pengusaha muda. 

“Dengan cara menjadikan entrepreneurship sebagai program studi kewirausahaan, juga mendirikan laboratorium atau inkubator kewirausahaan,” kata Teten dalam acara webinar dengan tema ‘Peran Perguruan Tinggi Membangun Jiwa Wirausaha’ yang diselenggarakan oleh Universitas Ma'soem, Senin (5/10).

Teten mengatakan, rasio kewirausahaan Indonesia baru sekitar 3,47% (data Kemenkop UKM, 2018). Rasio kewirausahaan Indonesia tersebut dinilai sangat rendah bila dibandingkan dengan sesama negara ASEAN, seperti Singapura yang mencapai 8,76%, Thailand mencapai 4,26%, serta Malaysia mencapai 4,74%.

“Di sisi lain, mayoritas orang Indonesia masih cenderung berpihak pada financial security atau hidup aman, padahal Profesor Kirzner menyampaikan, jika suatu negara ingin maju, jumlah entrepreneur-nya harus banyak. Entrepreneurship is the driving force behind economic growth,” katanya.

Pemerintah telah melakukan upaya berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kewirausahaan melalui berbagai pelatihan kewirausahaan dan juga vokasi, terutama pelatihan yang menyentuh teknologi dan digitalisasi, kemitraan, dan juga pendampingan.

“Dengan bantuan teknologi, kami berharap mahasiswa maupun anak muda dapat memanfaatkan Informasi Teknologi (IT) untuk peningkatan usahanya, melalui akses pemasaran dan juga permodalan,” ujar Teten.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran terbuka pada Agustus 2019 berjumlah 7,05 juta orang, dengan lulusan sarjana sebesar 5,67% atau hampir 400 ribu lulusan sarjana menganggur.

Untuk mengatasi hal itu, pihak perguruan tinggi diminta perlu menerapkan pola pembelajaran kewirausahaan yang konkrit berdasarkan masukan empiris untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang bermakna, agar dapat mendorong semangat mahasiswa untuk berwirausaha. 

“Dengan meningkatnya wirausahawan dari kalangan sarjana, diharapkan dapat mengurangi pertambahan jumlah pengangguran, bahkan menambah jumlah lapangan pekerjaan,” pungkas MenkopUKM.

Menurut Terten, berbagai tantangan zaman ini harus bisa dires pons dengan positif; ia optimis karena mahasiswa yang pemikirannya masih segar memiliki kreativitas dan daya inovasi lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya, ditunjang dengan berbagai kelebihan, seperti memiliki akses jaringan dan keterampilan kekinian (digital skill) yang tidak didapatkan oleh generasi sebelumnya.

“Pada era globalisasi seperti saat ini, persaingan pasar kerja semakin ketat, oleh karena itu, para anak muda juga harus bisa mengubah pola pikir, dari mencari pekerjaan menjadi menciptakan lapangan pekerjaan,” tukas Teten.(RO/OL-09)

Baca Juga

Ist

InvestASIK, Solusi Asik Kemudahan Berinvestasi

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 26 Oktober 2020, 19:13 WIB
Hasil dari investasi dapat digunakan untuk dana darurat, biaya pendidikan anak, traveling, dana pensiun, dan sebagainya di masa...
Dok. Pribadi

HSB Trader Raih Penghargaan Best New Mobile Trading Platform

👤Media Indonesia.com 🕔Senin 26 Oktober 2020, 18:55 WIB
Aplikasi HSB dapat diunduh di App Store atau Google...
ANTARA FOTO/Maulana Surya

Airnav: Main Layangan di Area Bandara Bakal Kena denda Rp1 M

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 26 Oktober 2020, 16:37 WIB
Layang-layang yang diterbangkan di sekitar area bandara dapat membahayakan pesawat udara yang lepas landas dan mendarat di bandara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya