Selasa 06 Oktober 2020, 07:27 WIB

Pemprov DKI Evaluasi PSBB Jilid 2

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Pemprov DKI Evaluasi PSBB Jilid 2

MI/Vicky Gustiawan
Petugas siaga dalam Operasi Yustisi Protokol Covid-19 di wilayah Provinsi DKI Jakarta

 

PEMBATASAN Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat jilid 2 dimulai pada 14 September lalu dan telah diperpanjang satu kali. Perpanjangan PSBB ketat ini dijadwalkan berakhir pada 11 Oktober mendatang. Dinas Kesehatan (Dinkes) saat ini sedang melakukan kajian mengenai kelanjutan PSBB.

"Lagi ditunggu, kan ada kajian. Kajiannya harian sampai sepekan. Pengkajian harian kita laporkan. Mingguan dibahas di tim provinsi seminggu sekali, kecuali ada hal tertentu yang sangat 'emergency', tentunya bisa dipercepat. Jadi kita monitoring evaluasi, seminggu sekali minimal," ujar Kepala Dinas Kesehata DKI Widyastuti di Jakarta, Senin (5/10).

Widyastuti mengatakan, dari data terakhir yang dievaluasi saat ini, klaster covid-19 terbanyak masih berasal dari klaster komunitas atau keluarga. Di samping itu ada pula klaster perkantoran masih banyak ditemukan.

"Paling banyak masih di klaster tingkat komunitas, di keluarga. Hanya ada peningkatan di klaster perkantoran kemarin, karena di satu institusi pendidikan berasrama ya, jadi itu yang kita jalani," ujar dia.

Sebelumnya, PSBB di DKI Jakarta diperpanjang hingga 11 Oktober 2020. Keputusan itu diambil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Dalam rapat koordinasi terkait antisipasi perkembangan kasus covid-19 di Jabodetabek, Menko Kemaritiman dan Investasi menunjukkan data bahwa DKI Jakarta telah melandai dan terkendali, tetapi kawasan Bodetabek masih meningkat. Sehingga perlu penyelarasan langkah-langkah kebijakan. Menko Marives juga menyetujui perpanjangan otomatis PSBB DKI Jakarta selama dua minggu," kata Anies dalam keterangannya, Kamis (24/9).

baca juga: DKI dan Bodetabek Harus Kompak Soal Kebijakan

Anies menjelaskan sudah ada pelandaian kasus positif dan kasus aktif di Jakarta. Pada 12 hari pertama bulan September, pertambahan kasus aktif sebanyak 49% atau 3.864 kasus. Lalu 12 hari berikutnya penambahan jumlah kasus aktif masih terjadi, namun berkurang menjadi 12% atau 1.453 kasus.

"Pelandaian grafik kasus aktif bukanlah tujuan akhir. Kita masih harus terus bekerja bersama untuk memutus mata rantai penularan. Pemerintah terus tingkatkan 3T dan warga perlu berada di rumah dulu, hanya bepergian bila perlu sekali dan terapkan 3M," ujar Anies. (OL-3)

Baca Juga

Antara/yulius Satria Wijaya

Polisi Prediksi Puncak Kepadatan Libur Panjang Dimulai Malam Ini

👤Rahmatul Fajri 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 22:07 WIB
Sambodo mengatakan dari pantauan di lapangan sudah tampak peningkatan volume kendaraan ke luar kota Jakarta seperti di Km 28 yang mengarah...
Antara/Hafidz Mubarak A

Sepekan Terakhir, Positivity Rate Covid-19 Jakarta 9,2%

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 22:02 WIB
Data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 10.246...
Antara/Fakhri Hermansyah

Antisipasi Lonjakan Lalin, Polri Siapkan Kebijakan Khusus di Tol

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 21:24 WIB
Terkait lonjakan lalu lintas, Gatot menuturkan Ditlantas Polda Jabar telah mengantisipasi, salah satunya dengam menutup rest area sekitar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya