Selasa 06 Oktober 2020, 04:45 WIB

Pasien Sembuh Terus Bertambah

AMIR MR | Nusantara
Pasien Sembuh Terus Bertambah

ANTARA FOTO/Rahmad/hp.
Petugas gabungan menjaring warga yang terjaring tidak memakai masker dalam Operasi Yustisi Protokol COVID-19 di Lhokseumawe, Aceh,

 

KABUPATEN Pidie, Provinsi Aceh, semakin meningkatkan pengawasan protokol kesehatan. Para jemaah yang melakukan salat diminta mematuhi semua ketentuan
sebagaimana tertulis pada layar baliho yang terpasang di gerbang pintu utama masuk masjid.

Pengamatan Media Indonesia di Masjid Al-Falah Sigli, kemarin, para jemaah yang salat diharuskan menjaga jarak fisik. Pengurus masjid juga membuatkan panduan
mengatur jarak fisik dengan tempelan stiker bertuliskan ‘Kosongkan’ pada garis saf.

“Antara satu jemaah dan lainnya berjarak sekitar 80 cm, baik sebelah kiri maupun kanan serta 1 meter muka belakang,” tutur Abdullah, salah satu jemaah yang salat.

Selain menjaga jarak fisik saat salat, para jemaah juga diimbau memakai masker standar medis, menghindari duduk berkerumun, apalagi saling berbicara berdekatan.

Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) bahkan menunda sementara aktivitas safari Subuh keliling ke masjid sekitarnya. Hal itu untuk menghindari kerumunan
jemaah.

“Biasanya setiap hari Minggu subuh, ada safari salat Subuh ke masjd lain. Tapi untuk menghindari kerumunan fi sik, sudah dua pekan ini kita tiadakan hingga kondisi mengizinkan,”
ujar Maimun Kadar, pengurus safari Subuh Masjid Al-Falah Sigli.

Sementara itu, untuk memberikan perawatan dan pelayanan yang lebih baik, Provinsi Bangka Belitung berencana membangun rumah sakit darurat (RSD) khusus bagi pasien
covid-19.

Direktur RSUD Ir Soekarno Provinsi Babel, Armayani Rusli, menjelaskan RSD tersebut akan dibangun di Air Anyir, dengan kapasitas 100 tempat tidur. “Harapan saya nantinya
bisa menjadi rumah sakit permanen untuk menangani korona dan menjadi rumah sakit rujukan sehingga pasien korona tidak lagi masuk rumah sakit lain di Babel,” katanya.

Menurut Armayani, Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo telah menyetujui pembangunan RSD khusus covid-19 di Babel.

Selanjutnya Kementerian PUPera menunjuk BUMN untuk mengadakannya dan diperkirakan selesai satu-dua bulan ke depan.

Armayani berpendapat korona bukan sekadar virus, tetapi sudah merupakan penyakit, sama seperti demam berdarah atau Tb, bahkan penyebarannya lebih cepat dan mematikan.

Pasien sembuh


Kabar gembira lainnya datang dari Riau. Pasien terkonfirmasi covid-19 yang sembuh terus bertambah. Hingga Minggu (4/10) malam ada penambahan 222 pasien dinyatakan
sembuh, melampaui yang terpapar sebanyak 164. Terkait kabar duka, ada penambahan 6 pasien yang meninggal dunia karena covid-19.

Sampai saat ini total terkonfirmasi positif sebanyak 8.404 kasus dengan isolasi mandiri 2.215 orang, rawat di rumah sakit 1.030 orang, sembuh 4.977 orang, serta 182 meninggal
dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir mengingatkan, meskipun PSBB sudah berakhir dan pemerintah menerapkan adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat yang
produktif dan aman, masyarakat diimbau tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Pakai masker bila keluar rumah dan di tempat kerja akan lebih aman. Selalu menjaga jarak dan sering-seringlah mencuci tangan pakai sabun,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat tetap menjaga kewaspadaan. “Walaupun tidak sakit, belum tentu orang yang kita temui itu negatif covid-19 dan tidak menyebarkan virusnya.

Maka pilihan yang terbaik ialah tetap di rumah dan hindari keramaian,” pungkas Mimi. (RF/RK/N-1)

Baca Juga

MI/Djoko Sardjono

Harga Bahan Pangan Fluktuatif di Klaten

👤Djoko Sardjono 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 13:12 WIB
Pedagang pasar mengeluh pembeli sepi di masa pandemi...
ANTARA FOTO/Adwit B Pramono

Manado&Tomohon, Kota di Sulut dengan Kasus Baru Korona Terbanyak

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 11:52 WIB
Penambahan penularan baru covid-19 di Kota Manado dan Tomohon masing-masing sebanyak 15 dan 10...
ANTARA FOTO/FB Anggoro

BKSDA Aceh Bebaskan Beruang Madu yang Terjerat Kawat

👤Amiruddin Abdullah Reubee 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 11:43 WIB
Ada dugaan jerat itu sengaja dipasang karena tanaman kakao, pisang dan palawija di lokasi tersebut sering digasak hewan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya