Selasa 06 Oktober 2020, 03:05 WIB

Pancasila, Jiwa Insan TNI dari Prajurit sampai Purnawirawan

Marsekal TNI (Purn) Agus Supriatna Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) 2015-2017 | Opini
Pancasila, Jiwa Insan TNI dari Prajurit sampai Purnawirawan

Dok. Wikipedia

HARI ulang tahun (HUT) ke-75 Tentara Nasional Indonesia (TNI), 5 Oktober 2020, adalah momentum terbaik untuk merenungkan kembali, apakah Pancasila yang disebutkan dalam Sumpah Prajurit dan Saptamarga benar-benar telah menjadi sendi utama dalam setiap peri kehidupan berbangsa dan bernegara bagi setiap insan TNI.

Setiap prajurit TNI, sepatutnya melaksanakan secara komprehensif Sumpah Prajurit dan Saptamarga dalam setiap pola pikir, dan pola sikap seharihari. Termasuk, menempatkan Pancasila sebagai panduan utama yang menjiwai rasa nasionalisme setiap prajurit TNI.

Di samping itu, setiap prajurit TNI harus berperan sentral dalam menjaga dan merawat ideologi negara Pancasila dari ancaman, rongrongan, dan gangguan. Baik dari luar maupun dalam negeri. Menjadi garda terdepan dalam menjaga ideologi negara berarti TNI secara tidak langsung juga melindungi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kemajuan teknologi yang sangat pesat dan dinamis saat ini di setiap lini sudah pasti akan dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat Indonesia. Hal ini pasti akan berdampak pada perubahan cara pandang masyarakat terhadap Pancasila. Untuk itu, Pancasila perlu dilakukan revitalisasi untuk menyesuaikan dengan kondisi kekinian.

Revitalisasi Pancasila bukan untuk mengubah nilai-nilai luhur Pancasila. Namun, untuk membuat perspektif baru agar nilainilai luhur Pancasila bisa diterima oleh setiap anak bangsa.

Terkait proses revitalisasi Pancasila tersebut, TNI harus berperan aktif, dan terus mengawal agar Pancasila tetap menjadi pedoman hidup (way of life), dan keyakinan bersama (common faith), bagi bangsa Indonesia, sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan zaman.

Untuk berperan aktif dalam merawat dan menjaga Pancasila, tentu para insan TNI juga harus melakukan aktualisasi dan meningkatkan kapasitas diri secara total dan terukur.

Perubahan ini bukan saja untuk menghadapi kualitas ancaman musuh dari luar dalam bentuk yang semakin beragam karena perkembangan teknologi dan kepentingan, melainkan juga untuk menjadikan dirinya insan TNI Saptamargais, yang bisa diandalkan rakyat sebagai garda terdepan pengawal dan penjaga Pancasila.

Perubahan ini mencakup pola pikir, pola tindak, dan pola sikap yang disesuaikan dengan kebutuhan, perkembangan dan tantangan zaman. Hal ini harus dilakukan seluruh insan TNI, mulai tamtama, bintara, hingga perwira.

 

MI/Seno

Ilustrasi MI

 

Teladan

Bagaimana dengan purnawirawan TNI? Sebagai bagian integral dari keluarga besar TNI yang tumbuh dan berkembang bersama TNI, sudah selayaknya para purnawirawan bersikap sebagai teladan dalam mengawal dan penjaga Pancasila dengan konsep tut wuri handayani.

Meskipun sudah purnatugas, para purnawirawan TNI tentu saja belum selesai melakukan purnabakti kepada bangsa dan negara. Pengabdian seorang purnawirawan tentu saja dilakukan dalam bentuk berbeda jika dibandingkan dengan ketika masih aktif sebagai prajurit TNI, yaitu pengabdian sosial politik sebagai bagian dari masyarakat Indonesia.

Dengan rentang pengalaman dalam pengabdian sebagai insan TNI lebih dari 30 tahun, para purnawirawan dapat berperan aktif menjadi pemandu bagi pemerintah dan masyarakat. Salah satunya memberikan masukan dan keteladanan dalam proses revitalisasi Pancasila.

Panggilan tugas pengabdian sosial ini merupakan tanggung jawab para purnawirawan dalam memberikan keteladanan, dalam konteks pembinaan mental ideologi bangsa.

Dengan demikian, apabila semua keluarga besar TNI mulai prajurit sampai para purnawirawan TNI telah melakukan tugas kebangsaan tersebut di atas, jati diri TNI yang lahir dari rakyat dan tumbuh bersama rakyat, serta bertugas untuk melindungi rakyat dan NKRI dapat diandalkan sebagai pilar utama dalam menjaga ideologi negara Pancasila.

Momentum emas dalam rangka 75 tahun TNI ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh semua keluarga besar TNI agar eksistensi insan TNI yang militan, profesional, dan disegani, dengan doktrin Saptamarga dan Sumpah Prajurit, tetap dapat diandalkan sebagai bayangkara negara, dengan selalu mengikuti perkembangan zaman. TNI kuat, Indonesia maju. Dirgahayu TNI!

 

Baca Juga

Dok. Pribadi

UN, AN/AKM dan Literasi Penilaian

👤Syamsir Alam Divisi Kurikulum dan Penilaian Yayasan Sukma 🕔Senin 26 Oktober 2020, 03:05 WIB
DUNIA pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah, minggu lalu dikejutkan rencana Kemendikbud untuk meluncurkan kembali penilaian...
Dok.pribadi

Perubahan Iklim dan Perikanan Berkelanjutan

👤Sri Yanti, Direktur Kelautan dan Perikanan Bappenas 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 16:05 WIB
Mari bersatu padu membangun negeri lewat pengelolaan perikanan...
Dok. Pribadi

Nasib BUMDes dalam UU Cipta Kerja

👤Muhammad Nalar Al Khair | Pengamat Ekonomi PKP Berdikari |OPINI 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 15:15 WIB
Dengan adanya Undang Undang Cipta Kerja ini, permasalahan badan hukum yang sebelumnya  membuat BUMDes sulit berkembang telah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya