Selasa 06 Oktober 2020, 04:00 WIB

Pelaku Syariah Dipacu Masuk Bursa Saham

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Pelaku Syariah Dipacu Masuk Bursa Saham

MI/ANGGA YUNIAR
Sejumlah nasabah melakukan transaksi di Bank BRI syariah di Abdul Muis, Jakarta Pusat,

 

Direktur Operasional BRI Syariah Fahmi Subandi mengatakan perbankan syariah memiliki ruang tumbuh besar untuk menggarap sektor-sektor yang sekarang masih dipegang bank konvensional. Apalagi saat ini pemerintah juga semakin menunjukkan dukungan terhadap industri keuangan syariah dengan menerbitkan beberapa regulasi baru, juga menguatkan peran Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang berubah menjadi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Fahmi menjelaskan, sejak melakukan IPO di 2018, BRI Syariah selalu menorehkan kinerja positif dan pertumbuhan di atas rata-rata.

"Nilai aset kami sebelum IPO tumbuh rata-rata 14% dalam kurun 3 tahun ke belakang. Pasca-IPO nilai pertumbuhannya lebih dari 16%. Pembiayaan yang sebelumnya tumbuh rata-rata satu digit sekarang bisa dua digit secara tahunan. Komposisi dana murah kami juga tumbuh dari sebelumnya 30% sekarang menjadi 50% lebih. Ini bermanfaat karena peningkatan CASA menandakan efisiensi yang tumbuh dari penurunan biaya dana," ujar Fahmi dalam workshop tentang perbankan syariah, kemarin.

"Dengan masuk bursa memberi pengalaman kami untuk memperbaiki struktur permodalan. Ada juga tantangan lain yang akhirnya harus kami ikuti dan kembangkan, seperti tuntutan governance perusahaan meningkat, dan kami harus bisa sajikan value kami dengan baik ke publik," ujarnya.

 

Terus bertumbuh

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Hasan Fawzi, menjelaskan saham syariah juga bertumbuh di tengah pandemi. Dari jumlah 46 perusahaan yang melakukan IPO, sebanyak 35 emitennya merupakan emiten saham syariah, atau rasionya 76% saham syariah dari total listing hingga September 2020. Lalu dari 709 saham yang kini tercatat di BEI, mayoritas (451 atau 64%) tergolong ke dalam efek syariah.

Dari kapitalisasi pasar modal sepanjang 2020 hingga Jumat (2/10) yang tercatat Rp5.730 triliun, sebesar Rp2.962 triliun (52%) berasal dari saham syariah.

Pasar modal syariah juga tetap menjadi salah satu tombak untuk mencari alternatif pendanaan yang baru. Pemerintah menerbitkan sukuk negara yang baru di 2020, dan korporasi juga memanfaatkan pasar modal dengan menerbitkan sukuk korporasi.

"Ada lebih dari Rp30 triliun sukuk korporasi baru di 2020 yang masih outstanding dan lebih dari Rp890 triliun jumlah outstanding sukuk negara yang ada," kata Hasan.

Dalam kesempatan berbeda, Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta persetujuan Komisi XI DPR untuk meratifikasi protokol ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) Ke-7 tentang jasa asuransi.

Menurut Sri Mulyani, ratifikasi protokol ke-7 ini akan memperjelas komitmen non-life insurance (asuransi umum) menjadi konvensional dan takaful/syariah. Meski demikian, ia memastikan hal ini tidak akan mengubah peraturan terkait asuransi yang ada di Indonesia.

"Ini tidak membutuhkan perubahan apa pun dalam peraturan Indonesia yang sudah ada," ungkap Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, kemarin.

"Melalui komitmen protokol ke-7, Indonesia menegaskan pemberian izin bagi investor ASEAN untuk membuka jasa asuransi umum, baik konvensional maupun syariah," tandasnya. (Des/E-1)

Baca Juga

Ist/PUPR

Jembatan Gantung Nawacita Tegaldowo Jadi Destinasi Wisata Baru

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 09:29 WIB
Jembatan tersebut selain meningkatkan konektvitas antardesa juga menjadi salah satu destinasi wisata baru di Bumi...
ANTARA FOTO/Yusran Uccang

Ekonomi Masyarakat Kepulauan Terhambat Aturan

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 05:45 WIB
Kendala dalam pengiriman logistik saat ini ialah pada aturan muatan barang dari Menteri Perdagangan, bukan pada PT Pelayaran Nasional...
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Pemerintah Lirik Sagu untuk Sumber Pangan

👤Ham/E-3 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 05:40 WIB
Selain beras, sagu menjadi salah satu komoditas yang kini dikembangkan untuk menuju ketahanan dan kedaulatan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya