Selasa 06 Oktober 2020, 05:30 WIB

KPR Berbasis Syariah Jadi Pilihan Konsumen

Ihfa Firdausya | Ekonomi
KPR Berbasis Syariah Jadi Pilihan Konsumen

Dok.MI
Paulus Totok Lusida, Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI).

 

MINAT masyarakat untuk menggunakan kredit pemilikan rumah (KPR) berbasis syariah terus bertumbuh. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juni 2020 menunjukkan total pembiayaan bank syariah tercatat mencapai Rp367,02 triliun, atau meningkat 10,18% jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar Rp333,08 triliun.

Menurut Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida, tingginya minat masyarakat terhadap pembiayaan berbasis syariah, terutama KPR, itu tak terlepas dari angsuran yang lebih stabil. Karena itu, KPR berbasis syariah tidak hanya diminati umat muslim, tetapi juga masyarakat nonmuslim.

“Pembiayaan berbasis syariah, terutama KPR, semakin diminati masyarakat karena dianggap angsurannya lebih stabil dan pasti untuk perencanaan keuangan,” ujar Totok dalam diskusi webinar Alternatif Perbankan Syariah untuk Pembiayaan Perumahan yang diadakan DPP REI, pekan lalu.

Dalam webinar itu, REI menghadirkan perwakilan tiga bank pemerintah, yakni BTN Syariah, BNI Syariah, dan BRI Syariah.

Kepala Divisi BTN Syariah Alex Sofjan Noor mengatakan, dengan mayoritas penduduk muslim di Indonesia, pembiayaan rumah berbasis syariah sudah menjadi pilihan bagi konsumen KPR. Ia mencontohkan, dalam bisnis berbasis syariah ini, pangsa BTN mencapai 10%, berada di atas rata-rata industri yang hanya 6%.

Di sisi lain, saat ini segmen pasar milenial cukup mendominasi, khususnya pada KPR bersubsidi. “Menarik dari segmen market, ternyata untuk milenial (di bawah usia 35 tahun) mendominasi sampai 72% dari orang-orang yang mengambil di BTN Syariah,” ungkapnya.

Karena itu, tantangan ke depan bagi industri perbankan syariah ialah digitalisasi. Milenial dikenal sebagai generasi serbadigital.

“New normal setelah pandemi semua arahnya ke digital dan online. Kami sudah persiapkan KPR online. Jadi, pengajuan pembiayaan sudah online, antara lain melalui www.btnproperti.co.id,” ujarnya.

Agen properti

BRI Syariah sebagai bank berbasis syariah dengan pertumbuhan pembia­yaan cukup tinggi, yakni 59,88% ketimbang periode sama tahun lalu, juga menerapkan digitalisasi. Dalam hal digitalisasi, BRI Syariah memiliki aplikasi unggulan bernama I-Kurma. Aplikasi itu dikembangkan untuk digitalisasi proses pembiayaan yang mempercepat pelayanan nasabah.

“Memang tidak bisa dimungkiri, digital sangat memberikan keleluasaan, kecepatan, di mana pun dan kapan pun, proses kredit bisa diimplementasikan dan diputuskan para pimpinan cabang,” kata Direktur Bisnis Ritel BRI Syariah Fidri Arnaldy.

Sementara itu, BNI Syariah, selain menjalankan digitalisasi, bekerja sama dengan beberapa agen properti seperti Rumah123.com dalam upaya pemasar­an secara digital untuk bisa menggairahkan pasar.

“Kami juga memberikan pembiayaan konstruksi, kerja sama pengembangan, pembiayaan modal kerja, dan pembia­yaan KPR subsidi dan nonsubsidi,” tutur Direktur Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah Iwan Abdi.

Iwan menambahkan, minat masyarakat untuk menggunakan pembiayaan syariah akan terus berkembang. Hal itu disebabkan banyak orang sadar bahwa syariah ialah sistem ekonomi yang tepat meski bukan berarti tanpa masalah.

“Saat ini masalahnya adalah literasi mengenai syariah. Karena itu, butuh sinergi dengan semua pemangku kepentingan agar menemukan jalan keluar sehingga tidak ada lagi oknum yang mencoreng nama baik syariah,” kata Iwan. (S-3)

Baca Juga

Antara/Nova Wahyudi

Indonesia Lebih Siap Resesi Dibandingkan Krisis Ekonomi 1998

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 21:00 WIB
Krisis moneter 1998 yang dipicu oleh krisis mata uang negara...
DOK PGN

Lima Daerah Peroleh Harga Gas Lebih Murah

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 20:50 WIB
Lima daerah tersebut ialah Kabupaten Aceh Tamiang (Aceh), Ogan Komering Ulu (Sumatra Selatan), Sarolangun (Jambi), Muaro Jambi (Jambi), dan...
ISTIMEWA

Pemerintah Canangkan Sagu Sebagai Gerakan Diversifikasi Pangan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 20:20 WIB
Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian, Musdalifah Macmud mengatakan bahwa sagu merupakan kompditas penting...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya