Senin 05 Oktober 2020, 20:35 WIB

Oleng Diterpa Pandemi, Sekolah Pilot Tasikmalaya Berdenyut Lagi

Adi Kritiadi | Nusantara
Oleng Diterpa Pandemi, Sekolah Pilot Tasikmalaya Berdenyut Lagi

Antara
Ilustrasi

 

PEMERINTAH diharapkan membuat regulasi yang mendukung bagi perkembangan pilot dalam negeri. Selama ini pilot asing mau dibayar murah oleh maskapai penerbangan di tanah air demi mendapatkan jam terbang.

“Ini yang menghancurkan pilot-pilot Indonesia. Maskapai lebih memilih pilot asing karena mau dibayar murah,” ungkap Direktur Utama Dirgantara Pilot School Tasikmalaya (DPST) Hudi Yusuf, dalam keterangannya, Senin (5/10)

Kendati demikian, lanjut Hudi, pihaknya tetap optimistis lulusan DPST bisa bersaing dengan pilot asing. Hal itu dibuktikan dengan adanya anak didik DPST yang bekerja di maskapai penerbangan dalam dan luar negeri. "DPST siap mencetak pilot-pilot andal yang mampu bersaing,” tutur Hudi.

Terkait penerimaan siswa baru di masa pandemi covid saat ini, Hudi mengakui cukup rendah. Rencananya, DPST akan membuka pendaftaran siswa calon pilot pada Januari - Februari 2021. Menurut Hudi, DPST terbilang cukup murah ketimbang sekolah pilot lainnya. Biaya pendidikan untuk calon pilot di DPST sebesar Rp850 juta dan sudah mendapat berbagai fasilitas sampai lulus.

“Kelebihan DPST itu siswa mendapatkan lima training aea, usia pesawat masih muda, tersedia empat pesawat cessna 172, dua analog dan dua glass cocpit. Selain itu ada satu pesawat multy engine, dan simulator rebird,” ungkap Hudi.

Hudi menambahkan, frekuensi penerbangan di Bandara Tasik tidak ramai sehingga proses training hampir tanpa gangguan, terkecuali cuaca. “Apalagi 2021, rencana Bandara Wiriadinata dapat melaksanakan terbang malam tidak bergeser ke bandara lain,” jelasnya.

Terkait masalah hukum, Hudi menegaskan, sekolah pilot DPST sudah terlepas dari persoalan hukum dengan manajemen baru setelah menggelar RUPS pada 8 September lalu. "Tuntutan hukum kepada DPST selama ini tidak terbukti, dan kasusnya telah selesai dengan diterbitkannya SP3 dari Polda Metro Jaya dan Mabes Polri,” ujarnya. (OL-13)

Baca Juga: Menhub Tutup Sekolah Pilot tidak Kompeten

Baca Juga

MI/Ignas Kunda

Lari Maraton Untuk Amal Akses Air Bersih

👤Ignas Kunda 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 07:52 WIB
Sebanyak 15 orang melakukan lari maraton malam hari di Nagekeo dalam rangka lari amal untuk membantu masyarakat Nagekeo yang kesulitan...
Humas Polresta Palangkaraya

Satgas Covid-19 Minta Pengunjung Wisata Patuhi Protokol Kesehatan

👤Surya Sriyanti 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 05:27 WIB
Dalam suasana libur panjang saat ini, Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya terus berjuang untuk mendisiplinkan protokol kesehatan guna...
Benny Bastiandy

Penegakan 3 M di Pantai Panjang

👤Benny Bastiandy 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 04:40 WIB
PANTAI dan wisata. Di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, paduan keduanya harus ditambahkan dengan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya