Senin 05 Oktober 2020, 12:15 WIB

Dukung Gaya Hidup Sehat di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

Eni Kartinah | Humaniora
Dukung Gaya Hidup Sehat di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

Dok. Re.juve
Re.juve juga berkomitmen untuk tidak menambah sampah plastik baru.

 

SADAR atau tidak pandemi covid-19 yang kini masih melanda Tanah Air dan sebagian besar negara di dunia telah membentuk kebiasaan baru di masyarakat. Kebiasaan baru sebenarnya sebagai adaptasi manusia untuk bisa tetap eksis.

“Pandemi covid-19  memaksa  kita  untuk  beradaptasi  dan  mulai  menerapkan  pola-pola  hidup yang baru. Ada kebiasaan yang baik dan patut dipertahankan bahkan setelah nanti pandemi telah selesai, namun ada juga yang seringkali luput dari perhatian kita tapi ternyata kurang baik atau kurang tepat bagi tubuh maupun lingkungan. Ini menjadi pokok bahasan dalam peluncuran Re.juve Cares, tentang bagaimana kami sebagai perusahaan selalu berupaya untuk bisa memberikan sesuatuyang berkelanjutan bagi masyarakat,  untuk  tidak  hanya  menjaga  kesehatan  tubuh,  tapi juga  lingkungan  dan  masyarakat  di sekitar kita,” ujar  CEO dan Presiden Direktur Re.juve, Richard Anthony dalam acara peluncurkan kampanye Re.juve Caressecara virtual, Senin (5/10).

Baca juga: Belum Ada Vaksin, Adaptasi Kebiasaan Baru Jadi Keniscayaan

Salah  satu  perubahan  besar  yang  dirasa  ketika  masa  pandemi, kata dia  adalah  frekuensi  kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan yang berkurang secara drastis. Padahal, kebutuhan tubuh akan nutrisi yang seimbang yang salah satunya didapat dari sayur dan buah-buahan segar justru semakin meningkat demi menjaga daya tahan tubuh secara maksimal.

“Di masa pandemi  ini,  penting  bagi kita untuk  terus meningkatkan konsumsi sayur dan buah-buahan segar berkualitas baik secara langsung ataupun produk-produk pengganti dengan kandungan nutrisi dan vitamin yang setara yang dibuat hanya dari 100% buah dan sayur segar tanpa tambahan apapun.  Kita ingin masyarakat bijaksana dalam memilih produk-produk yang baik dan tepat bagi tubuh. Hal ini menjadi sangat krusial, karena kita sedang berperang melawan pandemi, yang senjata utama kita adalah daya tahan tubuh, yang ditopang oleh asupan makanan berkualitas,” tambah Richard.

Selain itu mereka  juga ingin menggugah kepedulian terhadap sampah.  Gerakan  menuju  nol  sampah  (towards  zero-waste)  memang  menjadi  motor  utama kampanye  ini.  Hal  ini  berangkat  dari  kekhawatiran  akan  semakin  mendesaknya  persoalan  sampah, khususnya di Jakarta.  Ajakan untuk diet plastik  sudah sering didengar, namun kesadaran akan tingginya  produksi sampah organik  harian di  Jakarta kadang  masih  terabaikan.

“Kami menyambut baik tawaran dari Re.juve untuk terlibat dalam pengolahan sampah organik menjadi maggot. Dengan mengirimkan secara langsung sampah organik dari Central ProductionFacility (CPF)  di  Cikupa  ke  fasilitas  pengolahan maggotdi  Ciater,  Tangerang Selatan,  Re.juve  telah  membantu meniadakan proses pemilahan sampah yang memakan  biaya tinggi, serta turut memberdayakan hingga tujuh  warga  sekitar  untuk  mengolah  materi  organik  menjadi  50  kilogram maggotper  hari  dan  mampu memberikan  keuntungan  kepada  warga,” kata Emil  Kaburuan,  pendiri KOMPIS.

Tidak berhenti di  hulu  saja, atau  memastikan  proses  produksi menuju bebas  sampah, Re.juve juga  berkomitmen  untuk tidak  menambah  sampah  plastik  baru.  Sejak  Januari  2020  lalu,  Re.juve  telah mengubah seluruh kemasan botol plastik minuman Re.juve dengan 100% plastik Recycled-PETyang aman untuk makanan dan minuman.

“Sesuai dengan visi produk kami untuk menjadi brand with integrity, kami percaya pada suatu upaya holistik dan berkelanjutan dalam berbuat baik, tidak hanya bagi diri sendiri, namun juga bagi bumi dan masyarakat. Kami berharap dapat menginspirasi dalam upaya kita menuju gaya hidup berkelanjutan, yang dapat diterapkan tidak hanya sekarang di masa pandemi ini, tapi juga nantinya setelah kita benar-benar kembali ke situasi normal,” tutup Richard. (A-1)

 

Baca Juga

Biro Pers Istana

Jokowi: Penghormatan Tertinggi untuk Dokter Gugur saat Pandemi

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 18:20 WIB
"Keteladanan yang ditunjukkan para dokter di masa pandemi ini telah menginspirasi jutaan anak bangsa untuk saling menolong, saling...
Ist

Osteoporosis Bukan Hanya Soal Kurang Kalsium

👤Eni Kartinah 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 17:43 WIB
Konsumsi obat-obatan golongan steroid dan beberapa jenis penyakit seperti autoimun, ginjal, hati, radang sendi, serta hipertiroid juga bisa...
Dok MI

Perlu Sosialisasi Masif untuk Tingkatkan Pemahaman soal Kanker

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 17:40 WIB
Minimnya informasi tentang kanker, menurut Lestari, menyebabkan masyarakat kerap terlambat dalam mengantisipasi gejala-gejala kanker yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya