Senin 05 Oktober 2020, 19:30 WIB

Google Teliti Kemungkinan Ubah Bahasa Isyarat jadi Panggilan Video

Mediaindonesia.com | Teknologi
Google Teliti Kemungkinan Ubah Bahasa Isyarat jadi Panggilan Video

AFP
Raksasa teknologi internet.

Penelitian terbaru dari Google kini memungkinkan bahasa isyarat untuk diubah dalam bahasa dalam panggilan video.

Google mengembangkan mesin pendeteksi bahasa isyarat secara waktu nyata yang dapat mengetahui kapan seseorang mulai dengan bahasa isyarat dan kapan mereka selesai (tidak hanya mendeteksi suara).

Baca juga : https://mediaindonesia.com/read/detail/332324-200-ribu-karyawan-google-diizinkan-wfh-hingga-juli-2021

Sistem tersebut dimungkinkan dengan latensi yang sangat kecil, menurut laporan TechCrunch, dikutip Senin. Latensi berpengaruh besar untuk deteksi bahasa isyarat agar video tidak tertunda atau kualitasnya terdegradasi. Sehingga, Google membuat sistem yang ringan dan dapat diandalkan.

Sistem tersebut pertama-tama menjalankan video model yang dinamai PoseNet, yang dapat memperkirakan posisi tubuh dan anggota badan. Informasi visual yang disederhanakan ini (pada dasarnya dengan garis) dikirim ke sistem yang dilatih data pose dari video orang yang menggunakan Bahasa Isyarat Jerman, dan membandingkan gambar langsung dengan tampilan garis yang dihasilkan dari gerakan.

Proses sederhana ini sudah menghasilkan akurasi 80 persen dalam memprediksi apakah seseorang menggunakan bahasa isyarat atau tidak, dan dengan beberapa pengoptimalan tambahan mendapatkan akurasi hingga 91,5 persen.

Dibandingkan dengan bagaimana deteksi "ucapan aktif" pada sebagian besar panggilan video hanya dapat mengetahui apakah seseorang berbicara, bahkan tidak tidak bisa membedakan batuk, angka-angka tersebut terbilang cukup baik.

Untuk bekerja tanpa menambahkan sinyal "seseorang sedang menggunakan bahasa isyarat" ke dalam panggilan, sistem menggunakan trik cerdas, dengan menggunakan sumber audio virtual untuk menghasilkan nada 20kHz, yang berada di luar jangkauan pendengaran manusia, namun diperhatikan oleh sistem audio komputer.

Sinyal ini dihasilkan setiap kali orang tersebut menggunakan bahasa isyarat, membuat algoritme deteksi ucapan "berpikir" bahwa mereka sedang berbicara dengan suara keras. Saat ini, sistem tersebut masih dalam tahap demo. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Dok. Panasonic

Ini Teknologi Sehat yang Ditawarkan Panasonic di Tengah Pandemi

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 00:30 WIB
Salah satunya teknologi Nanoe X. Teknologi itu merupakan sistem pemurni udara revolusioner penghasil ion berbentuk partikel air...
Dok.UMG IdeaLab

Dukung Kecerdasan Artifisial Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 11:10 WIB
 Selain kendala SDM, Oskar menambahkan data set sebagai kendala kecerdasan artifisial, bahkan di level perusahaan besar di...
Dok Snapchat

Snapchat Rilis Friendship Time Capsule di Tengah Pandemi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 06:15 WIB
Friendship Time Capsule diciptakan untuk memudahkan menjalin hubungan pertemanan selama pandemi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya