Senin 05 Oktober 2020, 17:38 WIB

Inklusi Keuangan Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Inklusi Keuangan Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi

Antara/Septianda Perdana
Seorang warga membeli makanan dengan pembayaran nontunai QRIS.

 

INKLUSI keuangan memegang peranan penting dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hal itu ditegaskan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir.

Untuk mempercepat inklusi keuangan saat pandemi covid-19, pemerintah mempercepat penyaluran kredit modal kerja terhadap sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Sehingga, sektor UMKM dapat bergerak di masa krisis.

"Dengan mempercepat penyaluran kredit bagi UMKM, dapat meningkatkan aktivitas UMKM dan mendekati kondisi normal," ujar Iskandar dalam diskusi virtual, Senin (5/10).

Baca juga: Menkeu Yakin Negara ASEAN Saling Bantu Saat Pandemi

Di tengah gelombang PHK dan melemahnya daya beli masyarakat, inklusi keuangan dikatakannya memiliki peran penting. "Sementara gerakan menabung menjadi prioritas berikutnya. Mengingat perlunya spending dari masyarakat untuk menggerakkan sektor riil," imbuh Iskandar.

Salah satu upaya untuk mempercepat inklusi keuangan ialah peluncuran Bantuan Presiden (Banpres) produktif untuk sektor UMKM. Bantuan sebesar Rp2,4 juta ini menargetkan 12 juta pelaku usaha.

Pemerintah berencana meningkatkan target penerima bantuan menjadi 15 juta pelaku usaha. Selain itu, telah diluncurkan kredit usaha mikro hingga Rp10 juta untuk ibu rumah tangga, dengan bunga 0% pada tahun ini.

Baca juga: Realisasi Keuangan Syariah Baru 8,5%, Wapres: Potensi Masih Besar

Iskandar menyebut upaya percepatan inklusi keuangan terus berlanjut. Pemerintah juga memberikan tambahan subsidi bunga 6% kepada debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menambah keringanan dengan restrukturisasi kredit.

Sebagai informasi, indeks inklusi keuangan di Indonesia pada 2019 berada di kisaran 76,2%. Walau mengalami peningkatan, indeks ini tergolong rendah dibandingkan negara-negara emerging market.

India dan Tiongkok misalnya, indeks inklusi keuangan sudah mencapai 80%. Indonesia juga tertinggal dibandingkan negara kawasan ASEAN. Pada 2017, indeks inklusi keuangan Malaysia mencapai 85% dan Thailand mencapai 82%.(OL-11)

Baca Juga

MI/ M Ilham Al Machmudi

Pemasaran Tol Laut Perlu Ditingkatkan

👤M Iqbal Ramadhan 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 08:45 WIB
Pada awal Oktober sendiri Lognus 6 berhasil mengangkut 150 TEUs dari Kepulauan Maluku Utara ke...
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Angkasa Pura II Hemat Rp1,8 T selama Pandemi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 08:31 WIB
Fasilitas yang digunakan di bandara disesuaikan dengan pergerakan penumpang sehingga penetapan pola operasional ini memungkinkan bandara...
AFP/David Gray

Harga Emas Melonjak 14 Dolar Saat Optimisme Bantuan Covid-19 di AS

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 07:47 WIB
Optimisme investor meningkat bahwa paket bantuan virus korona AS akan diumumkan sebelum pemilihan presiden 3 November, memicu naiknya harga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya