Senin 05 Oktober 2020, 15:52 WIB

Ruang Industri Keuangan dan Pasar Modal Syariah Masih Besar

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Ruang Industri Keuangan dan Pasar Modal Syariah Masih Besar

Ist
Ilustrasi

 

PERTUMBUHAN industri keuangan dan pasar modal syariah di Indonesia ke depan bisa lebih masif lagi karena Indonesia memiliki modal jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.

Menurut Direktur Operasional BRIsyariah Fahmi Subandi, potensi pesatnya pertumbuhan industri keuangan syariah terlihat dari masih kecilnya market share perbankan syariah dibanding bank-bank konvensional yakni sebesar 6,18% per semester I/2020. Angka ini menunjukkan bahwa pasar industri perbankan syariah baru melayani 6% dari seluruh nasabah pengguna layanan perbankan di Indonesia.

“Kita memiliki ruang tumbuh besar untuk menggarap sektor-sektor yang sekarang masih dipegang bank konvensional. Apalagi saat ini pemerintah juga semakin menunjukkan dukungannya terhadap industri keuangan syariah dengan menerbitkan beberapa regulasi baru, dan menguatkan peran Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang berubah menjadi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS),” ujar Fahmi dalam Workshop Perbankan Syariah bertema Memacu Literasi Keuangan Syariah Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional, Senin (5/10/2020).

Salah satu cara yang bisa ditempuh perbankan syariah untuk mewujudkan potensi tersebut adalah memberanikan diri untuk melantai di pasar modal syariah.

Keberadaan perbankan syariah di lantai bursa dapat menjadi solusi untuk memperbesar struktur permodalan dan pendanaan, yang berujung pada meningkatnya kinerja perusahaan ke depannya.

Contoh kesuksesan bank syariah yang melantai di bursa bisa dilihat dari pengalaman BRIsyariah. Sejak melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham di Pasar Modal Syariah 2018, BRIsyariah selalu menorehkan kinerja positif dan pertumbuhan di atas rata-rata.

Baca juga : Pengumpulan Dana Lewat Pasar Modal Capai Rp 77 Triliun

Pertumbuhan nilai aset, pembiayaan, kecukupan modal (Capital Adequacy Rasio/CAR) hingga pendanaan murah (CASA) BRIsyariah sejak 2018 selalu di atas raihan sebelum bank ini melantai di bursa. Kenaikan berkesinambungan ini juga tetap terjadi selama pandemi Covid-19.

“Nilai aset kami sebelum IPO tumbuh rata-rata 14% dalam kurun 3 tahun ke belakang. Pasca IPO nilai pertumbuhannya lebih dari 16%. Pembiayaan yang sebelumnya tumbuh rata-rata satu digit sekarang bisa dua digit secara tahunan. Komposisi dana murah kami juga tumbuh dari sebelumnya 30% sekarang menjadi 50% lebih. Ini bermanfaat karena peningkatan CASA menandakan efisiensi yang tumbuh dari penurunan biaya dana,” ujar Fahmi.

Fahmi lantas mengajak seluruh pelaku industri keuangan syariah, khususnya perbankan, untuk segera mengikuti jejak BRIsyariah melantai di bursa. Diferensiasi sumber pendanaan dengan memanfaatkan keberadaan pasar modal syariah menjadi hal penting yang harus dilakukan, agar perbaikan tata kelola bisa lebih baik lagi dilakukan perbankan syariah.

“Dengan masuk bursa memberi pengalaman kami untuk memperbaiki struktur permodalan. Ada juga tantangan lain yang akhirnya harus kami ikuti dan kembangkan, seperti misal tuntutan governance perusahaan meningkat, dan kami harus bisa sajikan value kami dengan baik ke publik,” ujarnya. (OL-2)

 

Baca Juga

Istimewa

Tepat 50 Tahun, GRP Berganti Logo Perusahaan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 21:40 WIB
BERTEPATAN dengan peringatan 50 tahun perusahaan, industri baja swasta nasional PT Gunung Raja Paksi Tbk meluncurkan logo...
Ist

Kemegahan Monumen Ondel-Ondel sebagai Ikon Kemayoran

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 21:20 WIB
Memasuki Kota Jakarta yang kental dengan kebudayaan Betawi rasanya tak lengkap kalau tidak berkunjung ke kawasan...
Antara/Nova Wahyudi

Indonesia Lebih Siap Resesi Dibandingkan Krisis Ekonomi 1998

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 21:00 WIB
Krisis moneter 1998 yang dipicu oleh krisis mata uang negara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya