Senin 05 Oktober 2020, 14:20 WIB

Paris Siaga Korona, Restoran Tetap Buka

Nur Aivanni | Internasional
Paris Siaga Korona, Restoran Tetap Buka

AFP/ARCHAMBAULT
Sejumlah pengunjung duduk di teras sebuah cafe di Paris, Prancis (23/7).

 

Restoran di Paris akan diizinkan untuk tetap buka dengan batasan yang diperketat ketika kota itu berada dalam status siaga virus korona. Namun, bar dan kafe tampaknya akan tutup berdasarkan aturan baru, yang ditetapkan akan berlangsung setidaknya 15 hari.

Walikota Paris Anne Hidalgo dan kepala polisi ibu kota Didier Lallement akan menjelaskan kondisi tersebut pada Senin (5/10).

Untuk diketahui, Prancis melaporkan hampir 17.000 kasus virus korona pada hari Sabtu saja, jumlah harian tertinggi sejak negara itu memulai pengujian covid-19 yang luas. Angka dari badan kesehatan regional ARS menunjukkan kasus virus korona tetap di atas 250 per 100.000 orang di Paris.

Baca juga: Dokter Sebut Kasus Covid-19 Trump Cenderung Parah

Ambang batas tersebut memicu protokol siaga maksimum. Pasien virus korona sekarang menempati lebih dari 30 persen tempat perawatan intensif di wilayah Paris.

"Tidak ada pembenaran untuk penyangkalan," kata direktur kesehatan wilayah Paris Aurelien Rousseau pada Minggu. "Angka-angka itu adalah apa adanya, dan mereka sangat membebani," katanya.

Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin mengakui bahwa penutupan bar dan kafe akan sulit bagi semua orang yang berkepentingan. "Kami orang Prancis, kami suka minum, makan, hidup, tersenyum, dan saling mencium," katanya pada Minggu (4/10).

"Tapi kami juga melakukan ini karena masyarakat menginginkan kami," tambahnya.

Stasiun televisi BFM pada Minggu menerbitkan jajak pendapat yang mengatakan bahwa 61 persen orang yang tinggal di Paris dan pinggiran kota mendukung penutupan total bar, yang saat ini diizinkan untuk tetap buka sampai pukul 10 malam.

Restoran telah menyarankan pembatasan sukarela seperti mencatat alamat rumah tamu mereka dan membatasi jumlah orang di setiap meja.

Kota-kota besar Prancis lainnya termasuk Lille, Lyon, Grenoble dan Toulouse juga berada di dekat ambang batas siaga dan tindakan serupa dengan yang ada di ibu kota juga bisa mereka lakukan.

Lebih dari 32.000 orang telah meninggal akibat covid-19 di Prancis dengan 49 kematian lainnya pada Sabtu. (AFP/H-3)

Baca Juga

Antara

Serangan Rudal Armenia, 21 Orang di Azerbaijan Tewas

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 21:00 WIB
Militer Azerbaijan mengatakan serangan rudal di dekat Nagorno-Karabakh pada Rabu (28/10) telah menewaskan 21 orang dan puluhan lainnya...
AFP/Ahmad Gharabli

Indonesia Panggil Dubes Prancis dan Kecam Pernyataan Macron

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 20:51 WIB
Pemerintah Indonesia keberatan terhadap pernyataan Presiden Macron yang mengindikasikan ada kaitan antara agama dan tindakan...
AFP/NOAH SEELAM

Positif Covid-19 di India Mendekati Delapan Juta Kasus

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 20:40 WIB
Data dari kementerian kesehatan federal menunjukkan lonjakan sebanyak 43.893 kasus baru covid-19 dilaporkan dalam 24 jam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya