Senin 05 Oktober 2020, 12:04 WIB

Densus 88 Ringkus Teroris Jaringan Jamaah Islamiyah

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
Densus 88 Ringkus Teroris Jaringan Jamaah Islamiyah

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono (kanan)

 

DETASEMEN Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap empat pelaku tindak pidana terorisme jaringan Jamaah Islamiyah pada Minggu (4/10) pagi. Penangkapan dilakukan di empat lokasi berbeda wilayah Bekasi, Jawa Barat.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono menuturkan, keempat pelaku tindak pidana terorisme itu adalah Muhammad Nasir alias Safiq alias Martin alias Kholid (41). Kemudian, Muhammad Tsabat Abdullah alias Dul alias Tsabat (27).
Kemudian, Nur Muhammad Maulidi Kusnanto alias Alung alias Nur alias Salman (38). Terakhir, Irfan Gunawan alias Muhammad Ilham alias Bagus alias Yulian alias Sahidi alias Bimbim (46).

"Mereka satu kelompok. Tapi, peranan berbeda-beda," ucap Argo, Senin (5/10).

Argo mengemukakan, Nasir pernah mengikuti pelatihan Kegiatan Alam Terbuka (KAT) Kelompok Adira angkatan pertama gelombang ke dua pada 2012. Dia juga menyimpan beberapa barang bukti, seperti laptop dan telepon genggam milik Soleh Habibi yang lebih dulu ditangkap.

"Dia juga pernah menyembunyikan Muhammad Tsabat Abdullah alias Dul dan Soleh Habibi," terang Argo.

Adapun Tsabat merupakan peserta Sasana Jamaah Islamiah gelombang kedua. Dia juga diketahui pernah berangkat ke Suriah pada gelombang ke enam. Sementara Bimbim berperan sebagai Qoid Tholiah qodimah Barat bidang Tajhiz/Bithonah. Bimbim bertugas sebagai motivator di pertemuan Situ Gintung usai penangkapan Amir Jamaah Islamiah, dan panitia pengiriman ikhwan ke Ambon pada kerusuhan 2005, serta menjadi anggota Syar'iyah Abu Dujana Jamaah Islamiah pada 2005/2006.  

baca juga: Polisi Tangkap Tersangka Pembunuhan di Yahukimo

Lalu, Salman merupakan pelayan Bithonah dan polisi berhasil menyita lima pucuk senjata api gas laras panjang rakitan yang diserahkan kepada anggotanya di Jakarta dan Lampung pada 2013. Terkait senjata ini, Salman  pernah mengikuti pelatihan bongkar pasang senjata di Klaten pada 2014.  

"Terduga teroris Salman dan Kholid juga berperan menyembunyikan terduga teroris Tsabat," tandas Argo.

Usai penangkapan, polisi menyita beberapa barang bukti, yakni dompet, kartu identitas masing-masing terduga teroris. Barang bukti lainnya berupa buku tabungan, telepon genggam, senjata api rakitan handy talky dan kamera. Lalu, double stick, pisau kecil, golok, celurit, barbel, surat bertuliskan tangan, drone, handgrip, dan buku-buku jihadis, berhasil diamankan Densus 88. (OL-3)
 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Sempat Terjadi Kericuhan, Demo Omnibus Law Berakhir Tertib

👤Rahmatul Fajri 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 20:54 WIB
Aksi itu dapat diredam setelah personel Marinir membujuk dan mengawal massa untuk membubarkan...
Antara

Dilobi Presiden, NU Kukuh Tolak RUU Ciptaker

👤Emir Chairullah 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 20:05 WIB
Namun demikian, ungkap Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj, pihaknya tetap menggunakan jalur konstitusional untuk melakukan...
Antara

Aktivis '98 Ingatkan BEM-SI Waspadai Penumpang Gelap

👤Selamat Saragih 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 19:55 WIB
TOKOH aktivis '98, Wahab Talaohu, mengingatkan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) mewaspadai adanya penumpang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya