Senin 05 Oktober 2020, 10:58 WIB

Favipiravir dan Remdesivir Produksi BUMN Farmasi Siap Diedarkan

mediaindonesia.com | Humaniora
Favipiravir dan Remdesivir Produksi BUMN Farmasi Siap Diedarkan

Istimewa
Favipiravir yang dapat dipergunakan untuk terapi Covid–19 produksi PT Kimia Farma Tbk

 

BERGABUNGNYA entitas BUMN farmasi dalam suatu naungan holding, diharapkan dapat membantu pemerintah dalam percepatan penanggulangan pandemi Covid-19 di Indonesia, baik dari sisi pencegahan melalui penyediaan vaksin, penanganan melalui pengobatan dan pemberian multivitamin, maupun melalui penyediaan alat kesehatan. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Holding BUMN Farmasi, Honesti Basyir di sela-sela rapat kordinasi Holding BUMN Farmasi di Jakarta (4/10).

Dua anggota BUMN Holding Farmasi, yaitu PT Kimia Farma Tbk saat ini sudah mampu memproduksi obat untuk penanganan Covid-19, yaitu Favipiravir yang dapat dipergunakan untuk terapi Covid–19. Sementara PT Indofarma, Tbk siap memasarkan obat anti-Corona Remdesivir dengan nama dagang Desrem. Obat ini diproduksi Mylan Laboratories Limited, atas lisensi dari Gilead Sciences Inc, Foster City dan United States of America.

Selain Favipivar, PT Kimia Farma Tbk dan anak usahanya, PT Phapros Tbk telah berhasil memproduksi beberapa obat untuk penanganan covid-19 antara lain Chloroquine, Hydroxychloroquine, Azithromycin, Favipiravir, Dexamethasone dan Methylprednisolon.

"Kimia Farma juga memproduksi beberapa multivitamin penambah daya tahan tubuh seperti Vitamin C (tablet dan injeksi), Becefort, Fituno dan Geriavita sebagai tambahan produk untuk menjaga daya tahan tubuh," kata Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk, Verdi Budidarmo dalam keterangannya.

Ia menambahkan untuk jenis obat Favipiravir yang dapat dipergunakan untuk terapi Covid–19, sudah dapat diproduksi sendiri oleh Kimia Farma, dan merupakan produk pertama di Indonesia yang dikembangkan sendiri oleh BUMN. Obat tersebut telah mendapay nomor izin edar (NIE) dari Badang Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Favipiravir siap didistribusikan ke seluruh layanan kesehatan sesuai dengan regulasi pemerintah.

Selain obat-obatan dan multivitamin, PT Kimia Farma Tbk melalui jaringan ritelnya juga mendistribusikan alat kesehatan seperti masker, hand sanitizer serta melakukan layanan pemeriksaan rapid test, dan PCR test yang merupakan produksi PT Kimia Farma Tbk. 

Anggota holding BUMN Farmasi lainnya, PT Indofarma Tbk beserta seluruh grup usahanya mendukung penekanan penyebaran covid-19 dengan memprouksi berbagai jenis obat, antara lain Oseltamivir 75 gr Caps yang merupakan antivirak unggulan yang saat ini menjadi obat rujukan protokol pengobatan covid-19 di berbagai rumah sakit.

Oseltamivir 75 gr Caps merupakan produk yang telah memiliki sertifikat Tingkat Kandungan Dalam Negeri senilai 40.06%, dan telah diproduksi sendiri oleh PT Indofarma Tbk. Kapasitas produksinya sebesar 4.9 juta kapsul per bulan.  Hadirnya obat ini diharapkan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Produk penanganan Covid-19 lainnya adalah Desrem Remdesivir Inj 100 mg, yang merupakan produk antiviral hasil produksi Mylan Laboratories Ltd, yang akan dipasarkan oleh PT Indofarma Tbk, pekan depan.

"Produk yang akan kami pasarkan dalam waktu dekat adalah Desrem Remdesivir Inj 100 mg, yang telah mendapatkan persetujuan Emergency Use Authorization (EUA) di Indonesia. Dan telah disetujui oleh BPOM melalui penerbitan Nomor Izin Edar yang sudah diterbitkan pada tanggal 30 September 2020. Desrem Remdesivir Inj 100 mg akan mulai dipasarkan pekan depan, merupakan obat yang digunakan untuk penggunaan pada pasien rawat inap Covid-19 dalam kondisi sedang-berat. 

"Untuk ketersediaan stok bulan ini, sudah ada sekitar 400.000 vial dengan harga terjangkau oleh masyarakat", ungkap Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto.

Ia menambahkan selain obat–obatan, PT Indofarma Tbk juga memproduksi alat kesehatan seperti Medical Face Mask 3Play (Inamask), Hand Sanitizer (Clind), Rapid Test (Smart Diagnostic Covid19) hingga Mobile Diagnostic Real Time PCR, Produk Isolation Transport hingga Virus Transport Media (VTM).

baca juga: Tower 4 dan 5 Wisma Atlet Terisi 61,4%

Sedangkan Bio Farma sebagai induk Holding BUMN Farmasi, memiliki tugas untuk pengadaan vaksin Covid-19, yang merupakan hasil kolaborasi dengan Sinovac. Saat ini vaksn masih dalam tahap uji klinis di Bandung. Sampai dengan akhir September 2020, terdapat 1319 relawan sudah mendapatkan suntikan pertama, 656 relawan sudah mendapatkan suntikan kedua, dan 244 relawan dalam tahap pengambilan darah pasca suntikan kedua. Hingga saat ini belum ada dilaporkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius akibat vaksin atau vaksinasi. (OL-3)

Baca Juga

Ist

Peringatan Sumpah Pemuda Momentum Optimalisasikan Peran Pemuda

👤Bayu Anggoro 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 00:30 WIB
Hari Sumpah Pemuda menjadi bukti adanya gerakan pemuda untuk melakukan pembaharuan-pembaharuan terhadap kondisi...
ANTARA

Jusuf Kalla Tekankan Tugas PMI Saat Pendemi Covid-19

👤Arnoldus Dhae 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 23:45 WIB
Wakil Gubernur Bali Bapak Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menekankan peran PMI sangat penting dalam bidang sosial kemanusiaan apalagi...
DOK IST

Unpad Juara Debat SDGs

👤Budi Ernanto 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 23:30 WIB
Sebanyak 250 tim dari seluruh Indonesia dalam acara virtual maraton dua...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya