Senin 05 Oktober 2020, 06:25 WIB

Presiden Minta Jangan Anggap Remeh

Dhika Kusuma Winata | Humaniora
Presiden Minta Jangan Anggap Remeh

ANTARA FOTO/HO/Setpres-Lukas
Presiden jOKO Widodo.

 

PRESIDEN Joko Widodo meminta seluruh pihak untuk tidak kehilangan harapan dan tetap menjaga keyakinan Indonesia dapat segera melalui tantangan besar wabah covid-19.

Diakui Presiden, penanganan belum sempurna. Sembari memperbaiki, pemerintah terus memprioritaskan kesehatan tanpa mengorbankan ekonomi.

“Wabah ini jangan diremehkan, ini realitas. Namun, jangan membuat kita pesimistis. Tujuh bulan ini Indonesia membuktikan mampu mengatasi masalah. Belum sempurna? Ya, tapi bisa kita perbaiki bersama-sama,” tegas Presiden melalui pernyataan video yang diunggah Sekretariat Presiden, Sabtu (3/10) malam.

Presiden menyebutkan kunci mengatasi pandemi saat ini ialah kerja bersama seluruh pihak dan menghindari polemik yang bisa kontraproduktif.

Presiden menepis anggapan penanganan pandemi di Indonesia berjalan buruk. Ia menyebut penanganan wabah di Indonesia justru cukup baik ketimbang negara-negara lain yang juga memiliki populasi besar.

“Saya hanya bicara fakta. Dalam jumlah kasus dan jumlah kematian, Indonesia jauh lebih baik ketimbang negara-negara lain dengan jumlah penduduk yang besar,” papar Presiden.

Berdasarkan data per 2 Oktober, Indonesia berada pada posisi 23 dunia di tingkat kasus positif covid-19 dengan 295.499 kasus.

Di atas Indonesia ada beberapa negara berpopulasi besar. Presiden menyebut Amerika Serikat di peringkat pertama dengan 7,5 juta kasus, disusul India dengan 6,4 juta kasus, Brasil 4,8 juta kasus, dan Rusia dengan 1,2 juta kasus.

Terkait dengan ekonomi, di kawasan Asia Tenggara, Presiden mengatakan Indonesia yang mencatat pertumbuhan negatif 5,3% di kuartal II masih lebih terjaga. Malaysia mengalami minus 17,1%, Filipina minus 16,5%, Singapura minus 13,2%, dan Thailand minus 12,12%.

Pada kesempatan berbeda, Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Benny Susetyo meminta elite bergotong royong dalam upaya mengatasi pandemi covid-19, bukan saling serang dan menjatuhkan yang berdampak buruk kepada masyarakat.

“Perilaku dan etika politik para elite kerap tidak mencerminkan kepentingan mayoritas sehingga selalu mendapatkan komentar sinis dari masyarakat,” cetus Benny.

Sumber: Satgas Penanggulangan Covid-19/worldometers/Riset MI-NRC

 

 

Ajak kiai

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD meminta kiai membantu menanggulangi covid-19. Salah satunya dengan mengajak santri dan masyarakat menaati protokol kesehatan.

“Kiai memegang peran yang amat penting tidak hanya di pondok, tapi juga di kalangan masyarakat, khususnya di Madura. Dengan ketokohan, teladan, serta ilmu yang dimiliki, santri dan masyarakat Madura pada umumnya tunduk dan patuh pada kiai,” kata Mahfud di Pondok Pesantren Annuqayah, Sumenep, Jawa Timur, kemarin.

Mahfud mengingatkan Kabupaten Sumenep saat ini masih berstatus merah. Hal itu karena protokol belum sepenuhnya dijalankan dengan baik.

Kemarin, secara nasional tercatat penambahan kasus terkonfi rmasi positif covid-19 sebanyak 3.992 orang menjadi 303.498 orang. Kemudian, pasien sembuh bertambah 3.401 orang menjadi 228.453 orang, sedangkan kasus meninggal menjadi 11.151 jiwa, bertambah 96 orang. (Cah/P-2)

Baca Juga

ANTARA FOTO/FB Anggoro

Faskes Diminta Patuhi Ketentuan Tarif Swab Tes

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 11:14 WIB
Fasilitas kesehatan pun sudah diingatkan berkali-kali agar mematuhi ketentuan soal harga tes usap...
ANTARA/Muhammad Iqbal

BATAN Kembangkan Radioisotop dan Radiofarmaka untuk Kesehatan

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 10:18 WIB
Kebutuhan dalam negeri terhadap radioisotop dan radiofarmaka, saat ini, terus meningkat seiring dengan berkembangnya pemanfaatan iptek...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Macet Sejak Lama, Tunjangan Kinerja Karyawan TVRI Akhirnya Turun

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 09:01 WIB
Setelah berjuang selama tiga bulan, Direktur Utama TVRI Iman Brotoseno berhasil menyelesaikan tunggakan tunjangan kinerja karyawannya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya