Senin 05 Oktober 2020, 05:41 WIB

Meski Zona Oranye, Protokol Kesehatan Harus Diperketat

mediaindonesia.com | Nusantara
Meski Zona Oranye, Protokol Kesehatan Harus Diperketat

MI/Rudi Agung
Ruang isolasi RSKD Balikpapan

 

PANITIA Khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Kota Balikpapan, Kalimantan Timur mengingatkan meski sudah masuk zona oranye setelah sekian lama dalam zona merah dalam grafik penularan pandemi covid-19, protokol kesehatan di kota itu tetap harus diperketat.
  
"Tapi kita jangan mengendor dulu, karena baru kemarin kita masuk zona oranye ini. Kita harus pastikan dalam 14 hari ke depan rasio penularan kita itu flat atau turun," kata Ketua Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Kota Balikpapan Syukri Wahid, di Balikpapan, Senin (5/10) dini hari.
  
Ia menambahkan bahwa zona oranye berarti saat ini tingkat penularan di Balikpapan berada pada risiko sedang. Sebelumnya Balikpapan berada di risiko penularan tinggi. Pihaknya juga minta agar berbagai kebijakan dalam penanganan covid-19 tetap ketat seperti saat Balikpapan masih dalam zona merah. Pemkot melakukan evaluasi atas kebijakan-kebijakan tersebut dan pelaksanaanya di lapangan.

Syukri juga menjelaskan ada tiga indikator yang menjadi parameter penetapan zona atau tingkat risiko penularan yakni angka kasus positif turun, angka kesembuhan meningkat, dan angka kematian turun.

"Kalau memang kita bisa bertahan di dua pekan ke depan pada tiga indikator, ukur it. Status kita adalah zona kuning," kata Syukri Wahid.

Jadi, kata legislator dari PKS itu menegaskan protokol kesehatan harus tetap ketat sesuai dengan kebijakan yang telah dijalankan selama ini. Sementara itu Satgas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Balikpapan menyebutkan ada penambahan 23 kasus positif baru pada Minggu (4/10). Dari 23 kasus positif baru itu sebanyak tiga kasus dengan gejala suspek, 10 kasus merupakan orang tanpa gejala (OTG), satu di antaranya warga luar Balikpapan dan sebanyak 10 kasus merupakan hasil penelusuran (tracing) kontak erat.

baca juga: Langgar Prokes Kesehatan, Perwira Polisi Dicopot Jabatannya

Kemudian pasien sembuh atau selesai menjalani perawatan di rumah sakit maupun yang selesai menjalani karantina mandiri di rumah maupun di tempat yang disediakan perusahaan atapun di Embarkasi Haji Batakan, bertambah 30 kasus. Secara kumulatif jumlah yang terkonfirmasi positif sebanyak 3.182 kasus, pasien sembuh 2.230 kasus dan meninggal dunia 193 kasus. (Ant/OL-3)
 

Baca Juga

Sergei GAPON / AFP

Kesembuhan Pasien Covid-19 Lampung 1.002, Riau 635 Orang

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 22:00 WIB
Di Riau tingkat kesembuhan pasien covid-19 mencapai 67,1...
MI/Gabariel Langga

Bupati Sikka Kecolongan Buka Turnamen Sepak Bola Tak Berizin

👤Gabriel Langga 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 21:30 WIB
PEMERINTAH Desa Timu Tawa, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT menggelar turnamen sepak bola di masa pandemi Covid-19 tanpa...
MI/Alexander P Taum

Pemkab Lembata dan Sikka Jalin Kerjasama Percepatan Pembangunan

👤Alexander P. Taum 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 21:10 WIB
PEMERINTAH KABUPATEN Lembata dan Kabupaten Sikka, menandatangani kesepakatan bersama percepatan pembangunan antar kedua daerah di delapan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya