Senin 05 Oktober 2020, 04:34 WIB

TNI Dituntut Tetap Setia Lindungi NKRI

Cah/Ant/X-3 | Politik dan Hukum
TNI Dituntut Tetap Setia Lindungi NKRI

MI/Adi Maulana Ibrahim
Ilustrasi -- Perayaan HUT TNI tahun lalu di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur

 

HARI ini, tepat 75 tahun usia Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sungguh usia yang panjang seiring dengan perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Dalam penilaian Kepala Staf TNI-AU periode 2015-2017, Marsekal (Purn) Agus Supriatna, TNI harus semakin kuat dalam menjaga sumpah setia kepada Pancasila untuk melindungi bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Setiap prajurit hingga purnawirawan menjaga dan merawat ideologi negara Pancasila dari ancaman, rongrongan, dan gangguan, baik dari luar maupun dalam negeri. Termasuk menempatkan Pancasila sebagai panduan utama yang menjiwai nasionalisme seluruh prajurit TNI,” kata Agus dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, kemarin.

Adapun Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menilai kinerja TNI masih banyak memerlukan koreksi. Pada usia ke-75 tahun, penjaga kedaulatan negara ini belum sepenuhnya menjalankan pesan reformasi sehingga kerap memasuki ranah sipil sehingga menimbulkan tindak kekerasan.

“Selama Oktober 2019-September 2020 Kontras menemukan 76 peristiwa kekerasan dan pelanggaran HAM yang dilakukan ataupun melibatkan anggota TNI. Peristiwanya tersebar di 19 provinsi dan mengalami peningkatan dari peiode 2018-2019 yang berjumlah 58 peristiwa,” ujar Wakil Koordinator Kontras Rivanlee Anandar, kemarin.

Oleh karena itu, Kontras mendesak Pang lima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengevaluasi sistem pengawasan internal di tubuh tentara. “Serta memastikan proses hukum akuntabel terhadap anggota TNI yang melakukan pelanggaran HAM.”

Sementara itu, Ketua MPR Bambang Soesatyo menilai TNI harus lebih aktif berperan dengan persoalan global seperti penanganan pandemi covid-19 dan resesi ekonomi 2020 agar tidak mengganggu ketahanan dan stabilitas nasional.

“Peringatan HUT TNI tahun ini dilaksanakan ketika bangsa dan negara berada di zona resesi ekonomi dan di tengah pandemi covid-19. Oleh karena itu, baik resesi maupun pandemi harus ditangani dengan penuh kebijaksanaan agar ketahan an dan stabilitas nasional tetap terjaga. Sebagai salah satu unsur kekuatan bangsa. TNI wajib tampil dan mengambil bagian dalam keseluruhan proses penyelesaian dua masalah itu,” tandas Bambang di Jakarta, kemarin.

Bambang menambahkan lonjakan kasus covid-19 justru terjadi di daerah atau wilayah yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, khususnya di Pulau Jawa. (Cah/Ant/X-3)

Baca Juga

Antara

Kasus Jiwasraya jadi Preseden Korupsi di Pasar Modal

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 16:30 WIB
Kasus Jiwasraya mejadikan milestone dalam konteks mengungkap kejahatan-kejahatan tindak pidana ekonomi yang berhubungan dengan pasar...
ANTARA

KPK Imbau Istana Laporkan Pemberian Sepeda Lipat untuk Jokowi

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 16:30 WIB
Penerimaan gratifikasi oleh pejabat negara wajib dilaporkan paling lambat 30 hari kerja terhitung sejak pemberian...
ANTARA

Budiman: Gerakan Mahasiswa Perlu Diperkaya Lewat Forum Debat

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 16:27 WIB
Menurut politikus PDIP tersebut, forum debat di dalam gerakan mahasiswa menjadi sangat penting ketika berhadapan dengan menentang suatu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya