Minggu 04 Oktober 2020, 19:25 WIB

Ukir Prestasi di Tengah Pandemi Pada Ajang FLS2N 2020

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Ukir Prestasi di Tengah Pandemi Pada Ajang FLS2N 2020

Dok. Kemendikbud
AJANG FLS2N: Mendikbud Nadiem Makarim memberi apresiasi dan menyemangati peserta FLS2N untuk terus berkarya, Sabtu (3/10)

 

DI tengah pandemi covid-19 tidak menghalangi anak-anak Indonesia mengukir prestasi pada ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2020 yang digelar secara daring.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim pada penutupan FLS2N tahun 2020 secara virtual, pada Sabtu (3/10) menyemangati siswa-siswi tersebut. “Kemenangan kalian adalah prestasi kita semua. Menjaga semangat dan optimisme di masa pandemi ini memang tidak mudah. Tapi para pemenang telah menunjukkan bahwa pandemi tidak menghalangi inovasi, meskipun banyak keterbatasan tapi tetap bisa berkarya dan berekspresi,” ujarnya.

FLS2N merupakan perhelatan tahunan yang menampilkan kompetensi siswa di bidang seni pertunjukkan dan seni penciptaan. Peserta berasal dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta  Pendidikan Khusus serta Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN). Untuk pertama kalinya, FLS2N 2020 digelar secara virtual dimulai dari seleksi tingkat daerah hingga ke nasional.

“Kita berbangga, adik-adik telah mengambil hikmah pada proses ini. Pada hari ini juga kita berbangga, generasi di bidang seni telah lahir. Adik-adik belajar bagaimana menampilkan karya seni yang dapat dinikmati secara virtual tentu tidaklah mudah karena nalar kritis dan kreatifitas adik-adik ditantang agar lebih hebat lagi. Karakter seperti itulah yang akan menjadi modal di masa depan,” tukas Nadiem

Sementara itu Sekjen Kemendikbud Ainun Na’im menuturkan festival tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menggali, menumbuhkan dan mengembangkan talenta-talenta para peserta didik untuk membangun sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. “Kita tidak berhenti pada upaya menggali. Dengan berbagai cara termasuk dengan festival ini, mungkin juga harus mengembangkan lebih lanjut sehingga potensi yang ada bisa diaktualisasikan dalam pembangunan SDM,” ungkap Ainun.

Pada saat yang sama, Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, H. Syaiful Huda memberikan apresiasi atas terlaksananya FLS2N 2020. Menurutnya, FLS2N tahun ini akan lebih produktif dan memberikan banyak inspirasi bagi anak-anak di seluruh Indonesia.

“Layaknya sebuah seni, kesenian selama hidup selalu dilahirkan dengan keterbatasan ruang dan waktu, selalu dilahirkan dari kesederhanaan. Pandemi covid-19 ini telah melahirkan keterbatasan, tapi saya meyakini karya seni selalu lahir dari keterbatasan,” kata Syaiful.

Rangkaian FLS2N 2020 itu sendiri telah dilaksanakan sejak 21 September hingga 3 Oktober 2020. FLS2N 2020 telah diikuti 19.032 siswa pada seleksi di tingkat daerah dan terpilih 1.381 siswa terbaik yang berlomba di tingkat nasional untuk berbagai bidang seni penciptaan dan pertunjukkan, diantaranya seni vokal, musik, tari, film, puisi, teater, seni poster, komik, seni kriya, hingga pantomim. Dari 1.381 peserta, telah terpilih 131 peserta terbaik untuk semua jenjang dan semua bidang untuk berbagai kategori.

Plt Kepala Pusat Prestasi Nasional Asep Sukmayadi menambahkan pada tahun ini sebaran prestasi lebih merata hampir di seluruh provinsi, termasuk dari anak-anak berkebutuhan khusus dan anak-anak di SILN. “Covid-19 juga ternyata memberikan pelajaran dan hikmah. FLS2N tahun 2020 mampu melejitkan potensi-potensi, 'intan permata' talenta yang lebih berkilau, kaya dan merata,” kata Asep. Sebagaimana tema FLS2N tahun ini “Melejitkan Talenta dan Prestasi Seni di Masa Pandemi” memberikan semangat menolak menyerah, tetap berprestasi dari rumah karena jujur itu juara.

Selain berlomba secara virtual, FLS2N tahun ini juga diisi oleh webinar, tutorial, workshop, konser dan pameran virtual. Pada ajang ini Provinsi Jawa Tengah meraih juara umum FLS2N tahun 2020 yang berhasil merebut tujuh emas, tiga perak dan lima perunggu. Posisi kedua diraih Provinsi Jawa Barat dengan perolehan enam medali emas dan tiga perak serta posisi ketiga ditempati Provinsi D.I Yogyakarta dengan raihan enam medali emas, dua perak dan tiga perunggu.(RO/H-1)

Baca Juga

dok.medcom

Vaksin Sinovac untuk Covid-19 Masuki Tahap Uji Klinis Fase 3

👤Andhika prasetyo 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 14:35 WIB
GURU Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Prof. Cissu Rachiana Sudjana menjamin keamanan Vaksin Sinovac untuk Covid-19 yang...
Antara/Septianda Perdana

Muslimat NU Diminta Respons Kebutuhan Dakwah Milenial

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 14:24 WIB
Menteri Agama berharap Muslimat NU terus melakukan penerjemahan atas kebutuhan dakwah dan pendidikan agama di tengah kaum...
AFP/Vincenzo Pinto

Vaksin Covid-19, Pakar: Kalau tak Aman, Uji Dihentikan Sejak Awal

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 12:59 WIB
Guru Besar Fak Kedokteran Unpad Cissy mengatakan apabila vaksin Sinovac ditemukan tidak aman atau menimbulkan efek samping berbahaya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya