Minggu 04 Oktober 2020, 12:35 WIB

Pengamat: Pelaku Pasar akan Perhatikan Saham Obligasi Pasar Asia

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Pengamat: Pelaku Pasar akan Perhatikan Saham Obligasi Pasar Asia

ANTARA/PUSPA PERWITASARI
Petugas membersihkan area ruang utama berlatar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

 

PERGERAKAN Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada minggu kedua Oktober diprediksi masih akan terdampak lanjutan dari berbagai kejadian yang terjadi di awal Oktober yang mengakibatkan sentimen global dan domestik.  Saat ini diperkirakan investor akan lebih memperhatikan saham dan obligasi Asia ketimbang pasar Amerika Serikat. AS saat ini menghadapi risiko pemilu dan valuasi yang mahal.

Pasar Asia terlihat lebih menarik karena pemulihan ekonomi dan pendapatan yang kuat dan valuasi yang jauh lebih murah. Data ekonomi Tiongkok membaik, ditambah pengendalian virus covid-19 di sebagian negara kawasan Asia seperti di Korea Selatan, Taiwan, dan Hongkong.

Baca juga: Harga Saham Banyak Undervalued

"IHSG dalam sepekan kami perkirakan cenderung sideways (mendatar) di rentang yang lebar dengan dengan support di level 4.881 sampai 4.754 dan resistance di level 4.991 sampai 5.075," kata Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee, Minggu (4/10).

Ia menyebut, saat Presiden Donald Trump dan istri dikabarkan positif covid-19, pelaku pasar langsung panik. "Hal ini meningkatkan risiko dan ketidakpastian di pasar keuangan. Pelaku pasar tidak suka ketidak pastian dan akan bergerak ke aset safe haven seperti emas, Dollar dan Yen," kata Hans.

Dengan sisa waktu satu bulan menjelang pemilu Amerika Serikat, pasar keuangan menghadapi banyak ketidak pastian. Mulai dari calon partai Republik dan Presiden Trump positif covid-19 sampai peluang sengketa pemilu.

"Selain itu paket stimulus fiskal untuk mendongkrak ekonomi akibat virus korona yang selama ini gagal di sepakati partai Demokrat dan Republik lebih berpeluang di sahkan," jelas Hans Kwee.

Data ekonomi Amerika Serikat menunjukan perlambatan pemulihan, dilihat dari pemulihan tenaga kerja yang hanya meningkat 661 ribu pekerjaan bulan September setelah naik 1,48 juta pekerjaan pada Agustus. Penciptaan lapangan kerja masih jauh dari 22 juta pekerjaan yang di PHK sejak pandemi covid 19.

"Saat ini ekonomi Amerika Serikat sangat membutuhkan stimulus menyusul pemulihan ekonomi yang melambat. Bila paket Stimulus ini kembali gagal akan menjadi sentimen negatif bagi pasar keuangan," kata Hans Kwee.

Indikasi gelombang ke dua covid 19 terjadi di Eropa. Perancis melakukan persiapan untuk melakukan siaga maksimum covid-19 mulai Senin (5/11). Amat mungkin langkah itu akan memaksa penutupan restoran dan bar dan memberlakukan pembatasan lebih lanjut pada kehidupan publik untuk menghindari penyebaran covid-19 lebih lanjut.

Demikian halnya Italia yang memperpanjang kondisi darurat untuk mencegah penyebaran corona baru hingga Januari. Juga Inggris yang akan memperpanjang pembatasan lokal di kawasan utara sebagai tanggapan atas lonjakan kasus covid-19. Sementara Spanyol khususnya kota Madrid akan menjadi ibu kota Eropa pertama yang kembali melakukan lockdown  untuk menahan lonjakan kasus covid-19.

"Gelombang ke 2 covid 19 yang di antisipasi dengan langkah pembatasan sosial berpotensi membawa perlambatan ekonomi yang berpeluang menekan pasar keuangan khususnya pasar saham," kata Hans Kwee.  (Try/A-1)

Baca Juga

ANTARA/Dedhez Anggara (STR)

Target Tinggi, Akselerasi FLPP Tahun Depan Mesti lebih CepatĀ 

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 22:15 WIB
Dengan target penyaluran KPR FLPP 2021 sebesar 157.500 unit senilai Rp19,1 triliun, bank pelaksana harus bekerja dua kali...
MI/Susanto

Sri Mulyani: Kesenjangan Teknologi Terjadi di Indonesia

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 21:59 WIB
Transformasi digital itu dilakukan melalui pemberian subsidi berupa internet gratis kepada siswa, guru hingga pendidikan tinggi guna...
Dok OJK

Perkokoh Daya Tahan Ekonomi, OJK Dukung Kemendes Dirikan LKD

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 21:56 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan keberadaan LKD ini sejalan dengan program OJK, Kemendes, dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya