Minggu 04 Oktober 2020, 18:16 WIB

Penyampaian Informasi Covid-19 pada Anak Harus Sesuai Kapasitas

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Penyampaian Informasi Covid-19 pada Anak Harus Sesuai Kapasitas

Antara/Fauzan
Seorang badut mengajar membaca Al Quran dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

 

INFORMASI terkait covid-19 perlu disampaikan dengan benar agar seluruh lapisan masyarakat lebih paham. Sehingga, mereka dapat melakukan upaya pencegahan covid-19.

Praktisi keluarga dan anak Seto Mulyadi berpendapat cara memberikan edukasi tentang covid-19 tergantung pada usia anak. Seperti pada anak usia di bawah lima tahun, penjelasan bisa disampaikan dalam bentuk dongeng, gambar atau bernyanyi.

Dengan begitu, pesan yang disampaikan relatif lebih mudah dipahami dengan kapasitas pemikiran anak. Kak Seto, panggilan akrabnya, mencontohkan cara penyampaian informasi melawan covid-19 dengan boneka komodo dan buaya.

Baca juga: KPAI: Banyak Anak Alami Kekerasan Fisik dan Psikis Saat Pandemi

Komodo yang menggunakan masker memberikan informasi kepada buaya tentang protokol kesehatan. Untuk anak remaja, penyampaian informasi terkait covid-19 bisa dilakukan dengan diskusi.

"Kalau remaja bisa dengan diskusi dengan menyajikan contoh, hingga akhirnya anak mendapat pemahaman yang benar," tutur Kak Seto diskusi virtual, Minggu (4/10).

Kak Seto yang juga Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), menyoroti keberadaan anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, orang tua perlu memberikan perhatian ekstra terhadap anak berkebutuhan khusus di masa pandemi covid-19.

Baca juga: Edukasi Pasien Kanker Payudara Perlu Ditingkatkan Saat Pandemi

Perhatian dan apresiasi orang tua perlu disampaikan kepada anak. Tujuannya, meningkatkan rasa percaya diri. Selain itu, anak tidak harus selalu ditekan dengan tuntutan akademis.

“Buat anak gembira agar psikilogisnya positif selama pandemi. Ini kekuatan untuk menangkal covid-19. Tetap optimis, gembira dan ciptakan suasana menyenangkan," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, penyanyi anak-anak Anabelle Wiana mengungkapkan kejenuhan terhadap pembelajaran jarak jauh saat pandemi. Namun, dia berupaya mengatasi rasa jenuh dengan melakukan aktivitas yang disukai.

"Awalnya memang jenuh. Tapi masa pandemi ini bisa mendekatkan saya dengan orang tua," kata Anabelle.(OL-11)

 

Baca Juga

ANTARA/Syaiful Arif

Pondok Pesantren Institusi Teladan Perangi Covid-19

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 16:01 WIB
Tradisi kedisiplinan para santri serta keteladanan dan sikap kehati-hatian kiai serta pengasuh pesantren menjadi modal utama dalam...
ANTARA/Asprilla Dwi Adha

Epidemiolog Minta Jangan Ada Hambatan Uji Klinis Vaksin Covid-19

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 15:43 WIB
Perusahaan Biofarma pembuat dosis vaksin, Sinovac, mengklaim uji klinis tahap pertama dan kedua terbukti dapat meningkatkan kekebalan tubuh...
Antara

Bepeten: Perum Batan Indah Sudah Bebas dari Radiasi

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 15:30 WIB
BADAN Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) mengumumkan bahwa Perumahan Batan Indah yang berlokasi di Kecamatan Setu, Tangerang Selatan telah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya