Minggu 04 Oktober 2020, 12:20 WIB

Waspadai Bencana Susulan di Cianjur Selatan

Benny Bastiandy | Nusantara
Waspadai Bencana Susulan di Cianjur Selatan

ANTARA. FOTO/Iman Firmansyah
Petugas mengoperasikan alat berat saat evakuasi material longsor di jalan utama Cianjur-Sukanagara, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur,

 

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bersama etugas gabungan lain masih melakukan penanganan pascabencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Agrabinta, Leles, dan Cijati. Ratusan rumah warga serta fasilitas infrastruktur umum terdampak bencana hidrometeorologi tersebut.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Mochammad Irfan Sofyan, menuturkan hasil asesmen sementara, di Kecamatan Leles terdapat 6 desa yang terdampak banjir dan tanah longsor yakni Desa Sukasirna, Desa Purabaya, Desa Pusakasari, Desa Sindangsari, Desa Karyamukti, dan Desa Nagasari. Di Desa Sukasirna terjadi tanah longsor yang mengakibatkan 10 unit rumah warga terdampak. Nilai kerugiannya ditaksir mencapai Rp480 juta.

"Selain itu terdapat juga jembatan di 6 titik dan jalan di 10 titik yang terdampak," terang Irfan, Minggu (4/10).

Sementara di Desa Purabaya, rumah warga yang terdampak tanah longsor terdata 8 unit. Nilai kerugiannya ditaksir sekitar Rp390 juta.

"Bencana juga berdampak terhadap fasilitas umum berupa infrastruktur jalan di 10 titik. Untuk di empat desa lainnya yakni Pusakasari, Sindangsari, Karyamukti, dan Nagasari, masih dalam pendataan," kata Irfan.

Di Kecamatan Agrabinta, bencana banjir dan tanah longsor terjadi
di tiga wilayah. Di Desa Neglasari, terdapat dua rumah terseret material tanah longsor, yakni milik Jojon di Kampung Cimapag RT 03/02 dan Komsih di Kampung Cikahuripan RT 16/05. Selain itu juga terdapat tiga titik ruas jalan lingkungan yang tertutup material tanah longsor.

"Yang cukup banyak terdampak berada di Desa Mekarsari. Jumlah rumah korban bencana sebanyak 186 unit dan yang terendam sebanyak 493 unit. Ketinggian air di wilayah ini sekitar 40 sentimeter hingga 1 meter," ungkapnya.

Irfan merinci dampak bencana di Desa Mekarsari. Di Kampung Baru RT 03/01, jumlah warga yang terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Cisokan sebanyak 63 kepala keluarga atau 180 jiwa, di Kampung Babancong RT 04/04, warga yang terdampak berjumlah 83 kepala keluarga atau 179 jiwa, dan di Kampung Buniherang RT RT 03/04, warga yang terdampak berjumlah 15 kepala keluarga atau 50 jiwa. Sementara di Kampung Sirnagalih RT 02/03 warga yang terdampak berjumlah 5 kepala keluarga atau 15 jiwa, di Kampung Rawagalih RT 01/03 warga yang terdampak berjumlah 5 kepala keluarga atau 12 jiwa, dan di Kampung Bojongterong RT 01/01 warga yang terdampak banjir berjumlah 15 kepala keluarga atau 54 jiwa.

 

Tiga Anak Hilang Terbawa Banjir Bandang di Leles Cianjur

Banjir di Desa Sukamanah, terjadi di Kampung Munjul RT 01/07. Jumlah rumah terdampak sebanyak 74 unit dan 11 rumah terendam banjir. Jumlah warga yang terdampak sebanyak 175 jiwa dan jumlah korban banjir sebanyak 37 jiwa.

Di Kampung Cikadu RT 02/07, jumlah rumah terdampak sebanyak 78 unit dan jumlah rumah yang terendam sebanyak 9 unit. Jumlah warga yang terdampak 120 jiwa dan korban banjir 23 jiwa.

"Banjir juga dialami warga Kampung Pasirturi RT 03/07, Kampung Hegarwaas RT 01/02, Kampung Hegarwangi RT 02/02, dan Kampung Babancong RT 03/02," jelas Irfan.

Tim BPBD Kabupaten Cianjur masih memonitor daerah yang terdampak banjir
di Desa Sukamanah dan Desa Mekarsari. Mereka juga harus mengevakuasi masyarakat.

Curah Hujan Bisa Meningkat Tajam

"Saat ini banjir di beberapa wilayah masih menggenangi. Tapi di beberapa lokasi sudah mulai surut. Kami imbau masyarakat mewaspadai banjir susulan," terangnya.

Selain di Kecamatan Leles dan Agrabinta, bencana juga terjadi di Kecamatan Cijati. Di Kampung Legokpari RT 02/05 Desa Sukamaju terjadi tanah longsor mengakibatkan jalan utama penghubung dengan Kecamatan Leles tertimbun material sepanjang 15 meter dan lebar 3 meter dengan ketebalan timbunan 1-3 meter.

"Sedangkan di Kampung Puncakcara, material tanah longsor menutup jalan
dengan panjang 5 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 2,5 meter. Jalan tidak bisa dilalui sepeda motor maupun mobil," pungkasnya. (N-3)

Baca Juga

MI/Gabariel Langga

Bupati Sikka Kecolongan Buka Turnamen Sepak Bola Tak Berizin

👤Gabriel Langga 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 21:30 WIB
PEMERINTAH Desa Timu Tawa, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT menggelar turnamen sepak bola di masa pandemi Covid-19 tanpa...
MI/Alexander P Taum

Pemkab Lembata dan Sikka Jalin Kerjasama Percepatan Pembangunan

👤Alexander P. Taum 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 21:10 WIB
PEMERINTAH KABUPATEN Lembata dan Kabupaten Sikka, menandatangani kesepakatan bersama percepatan pembangunan antar kedua daerah di delapan...
MI/Cikwan Suwandi

Cawabup Aep Syaepuloh Ajak Influencer Kunjungi Pusat Industri Kue

👤Cikwan Suwandi 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 21:00 WIB
Verawati Aulia, 20, Andi Tenri Safira, 22, dan Ratu Aulia, 16, selebgram asal Karawang sekaligus membuat konten...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya