Minggu 04 Oktober 2020, 12:23 WIB

Berkendara Aman di Malam Hari

mediaindonesia.com | Otomotif
Berkendara Aman di Malam Hari

jooinn.com
.

 

MESKIPUN berkendara di malam hari memiliki risiko yang lebih tinggi ketimbang siang hari, terkadang hal itu sulit dihindari. Tingginya risiko tersebut disebabkan oleh banyak hal terutama masalah visibilitas.

Pada dasarnya prinsip berkendara aman itu adalah mudah melihat dan mudah terlihat. Artinya pada saat mengemudi kita harus mudah untuk melihat situasi sekeliling kendaraan, dan kendaraan kita mudah terlihat oleh pengendara lain.

Pada malam hari, bukan hanya kekurangan cahaya yang mengganggu kemampuan melihat, tetapi juga cahaya berlebih akibat sorotan lampu kendaraan lain. Belum lagi bicara masalah cuaca, seperti hujan atau kabut.

Agar pengemudi lebih mudah melihat kondisi di depan saat malam hari bisa dengan meredupkan lampu indikator pada dasbor Anda. Meredupkan lampu dasbor memungkinkan mata Anda lebih mudah untuk menyesuaikan penglihatan ketika mengemudi dalam keadaan minim cahaya.

Pergunakanlah lampu utama/head lamp Anda dengan bijak. Berkendara di daerah yang minim penerangan seperti di perdesaan terkadang membuat pengemudi tergoda untuk tetap menyalakan lampu jauh (high beam).

Meskipun cara itu dibenarkan untuk meningkatkan visibilitas, namun jangan lupa untuk mengalihkan kembali ke lampu rendah (low beam) ketika ada kendaraan yang mendekat.

Pada kondisi low beam, perhatikan sorot cahaya lampu mobil Anda. Pastikan fokus cahayanya mengarah pada jalan dan tidak menyilaukan pengemudi lain di depan Anda maupun pengemudi dari arah lawan Anda. Bila menyilaukan, setel kembali ketinggian cahayanya.

Untuk mengurangi cahaya silau dari lampu mobil lain di belakang Anda, arahkan kaca spion luar mobil sedikit ke bawah, dan alihkan juga kaca spion bagian dalam ke pengaturan night atau aktifkan fitur auto dim (bila ada).

Mengurangi kecepatan dan memberikan jarak berhenti lebih panjang sangat penting. Pasalnya kemampuan mata mengenali bentuk dan jarak suatu objek akan terganggu setelah gelap. Padahal 90% dari reaksi pengemudi bergantung pada penglihatan. 

Pada kecepatan tinggi, umumnya dibutuhkan lebih dari 60 meter untuk membuat mobil berhenti. Oleh karena itu memperhatikan jarak dengan kendaraan di depan Anda menjadi hal yang sangat krusial.

Waspadai kehadiran Hewan di jalan karena hewan seperti anjing dan kucing terkadang melintasi jalan kapanpun. Anda harus punya pilihan tindakan sesuai situasi dan kondisi untuk menghindari kecelakaan.

Agar Anda mudah melihat dan terlihat di jalan raya, pastikan lampu utama, dan seluruh lampu kendaraan berfungsi dengan baik. Pastikan juga seluruh kaca mobil bersih sebelum berkendara. (S-4/Sumber: Chevrolet dan beberapa sumber)

Baca Juga

Mitsubishi Motors

Mitsubishi Gelar Diskon Servis  ’Regional Campaign'

👤RO 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 20:33 WIB
Dalam program ini, konsumen kendaraan penumpang dan light commercial vehicle Mitsubishi ini dapat menikmati berbagai program diskon menarik...
Adira Insurance

Tips Berkendara di Musim Penghujan Adira Insurance

👤RO 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 20:05 WIB
Direktur PT Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance) Donni Gandamana mengungkapkan, ada tiga ’payung’ yang perlu disiapkan...
Hyundai Motor Indonesia

Hyundai City Store Hadir di Lotte Shopping Avenue

👤RO 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 19:18 WIB
Hyundai City Store yang berlokasi di area Ground Floor (GF) di Lotte Shopping Avenue, Kuningan,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya