Minggu 04 Oktober 2020, 05:11 WIB

DI Yogyakarta Maksimalkan Tes Usap

AT/UL/RS/Ant/N-2 | Humaniora
DI Yogyakarta Maksimalkan Tes Usap

Medcom.id
Ilustrasi

 

DAERAH Istimewa Yogyakarta, sampai kemarin, menjadi wilayah dengan jumlah penjangkitan covid-19 terendah di Pulau Jawa. Dengan jumlah kasus total mencapai 2.772, mereka jauh berada di bawah Banten yang memiliki 5.960 kasus.

Namun, angka terendah itu tidak membuat daerah yang dipimpin Sri Sultan Hamengku Buwono X itu adem ayem. Mereka justru aktif melakukan pelacakan dan tes usap.

“Saat ini DIY sudah melakukan tes usap yang jumlahnya sudah melebihi batas minimal yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia WHO,” kata Sekretaris Daerah Kadarmanta Baskara Aji, kemarin.

Berdasarkan standar WHO, tes usap harus dilakukan untuk 1.000 orang dari satu juta penduduk per minggu. Dengan jumlah warga DI Yogyakarta yang mencapai 3,8 juta jiwa, standar tes usap di DIY minimal sebanyak 3.800 orang per minggu.

“Kami sudah bisa melakukan pemeriksaan tes usap per minggu mencapai 5.000 orang. Angka itu sudah melebihi ketentuan WHO,” tandas Kadarmanta.

Dengan pelaksanaan tes usap massal, ia yakin warga yang terpapar tanpa gejala bisa segera ditemukan. Setelah mereka diisolasi, risiko penularan bisa dikurangi.

Dia menambahkan, semakin dini kasus-kasus baru ditemukan, kemungkinan pasien bisa segera sembuh semakin besar. Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogya karta masih memiliki dana cukup untuk melakukan uji usap.

“Tapi, yang kami khawatirkan ketersediaan reagen di pasaran. Kami berharap tidak terjadi kekosongan stok reagen,” tambah Kadarmanta.

Kecepatan tes usap juga dilakukan Kabupatan Cirebon, Jawa Barat. Sampai kemarin, daerah ini telah melakukannya untuk 26.011 warga. Hasilnya, total pasien positif ada 810 orang.

“Tes usap yang kami lakukan sudah memenuhi standar WHO. Kami telah memenuhi ketentuan pemeriksaan 1% dari total jumlah penduduk yang mencapai 2,2 juta jiwa,” papar Kepala Dinas Kesehatan Enny Suhaeni.

Di Denpasar, Bali, upaya penerapan protokol kesehatan melibatkan aparat kelurahan. Selama sepekan terakhir, di Kelurahan Penatih, Kecamatan Denpasar Timur misalnya, tingkat kedisiplinan warga semakin tinggi.

“Kami sudah tidak menemukan pelanggaran protokol kesehatan. Masyarakat yang berada di luar rumah sudah disiplin menggunakan masker. Kami sudah minta warga terus meningkatkan kedisiplinan,” kata Lurah Penatih I Wayan Astawa. (AT/UL/RS/Ant/N-2)

Baca Juga

ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Hari ini Kasus Sembuh Covid-19 Bertambah 3.985 Orang

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 18:00 WIB
Uji pemeriksaan tersebut dilakukan menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) di 265 laboratorium serta tes cepat molekuler (TCM)...
MI/Ramdani

Duduk Lama Karena Work From Home, Waspadai Muncul Wasir

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 17:29 WIB
Angka tersebut menunjukkan bahwa selama masa pandemi dan semua orang melakukan WFH masyarakat lebih banyak menghabiskan waktunya hanya...
AFP

Ini Penjelasan Asteroid 2018 VP1 yang Melintas Dekat Bumi

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 16:36 WIB
Pada 2 November 2020 mendatang, Asteroid 2018 VP1 akan melintas di dekat bumi pada pukul 18.33 WIB dengan jarak 0,0028 satuan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya