Minggu 04 Oktober 2020, 04:52 WIB

Warga Jakarta Jangan Anggap Korona Hoaks

Put/Ssr/J-2 | Megapolitan
Warga Jakarta Jangan Anggap Korona Hoaks

Medcom.id
Ilustrasi

 

SELURUH warga Jakarta diimbau untuk tetap tenang dan tidak meremehkan covid-19. Warga pun harus percaya bahwa wabah tersebut nyata, tidak hanya terjadi di negeri ini, tetapi juga menyebar di penjuru dunia.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan tidak ada alasan untuk tidak memercayai covid-19. Faktanya, terang dia, setiap hari tersiar pemberitaan terkait dengan pasien yang dirawat dan meninggal karena terpapar virus mematikan itu. Covid-19 bukanlah hoaks.

Politikus Partai Gerindra itu juga meminta masyarakat tidak perlu cemas. Begitu pula untuk warga yang terpapar agar tetap tenang. “Kami akan memberikan penanganan dan pelayanan terbaik serta yakinlah akan segera sembuh,” kata Riza di RSUD Pasar Minggu, Jaksel, kemarin.

Pria yang karib disapa Ariza itu membeberkan saat ini kasus penularan covid-19 di Ibu Kota melandai. Hal itu dibuktikan dengan angka reproduksi (Rt) penularan covid-19 Jakarta yang menurun ke angka 1,1.

Di samping itu, peningkatan lainnya juga terjadi pada angka kesembuhan. Angka kesembuhan pasien covid-19 di DKI Jakarta telah mencapai 81,1%. “Kemudian, angka kematian menurun menjadi 2,3%. Itu artinya upaya yang dilakukan terus-meningkat seiring dengan tingginya angka kesembuhan,” ujarnya.

Ia berpesan kepada para pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 agar tidak berputus asa, rendah diri, atau depresi. Covid-19 bukanlah aib yang harus membuat warga menjadi rendah diri.

Riza meminta agar warga terus disiplin menerapkan protokol kesehatan dan percaya pada sumber daya kesehatan yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta. “Jangan khawatir apa pun yang terjadi. Sekalipun terpapar, tetap tenang. Yakinlah kita akan memberikan penanganan dan pelayanan terbaik.”

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan sebanyak 17% (44,9 juta) masyarakat Indonesia masih belum percaya dan merasa yakin tidak akan terkena covid-19.

Karena tak percaya dan merasa yakin tidak akan terpapar korona, banyak masyarakat yang tidak menaati protokol kesehatan. Menurut Doni, temuan itu didapatkan dari survei Badan Pusat Statistik (BPS) terhadap 90 ribu orang pada 14-21 September 2020.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tengah menyusun rancangan peraturan daerah (raperda) penanggulangan wabah covid-19. Dalam raperda itu, pemprov akan menerapkan sejumlah larangan perilaku terhadap warganya demi penanggulangan covid-19. Salah satunya ialah larangan mengambil paksa jenazah yang berstatus suspek, probable, atau terkonfirmasi covid-19. (Put/Ssr/J-2)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Gusti Tanati

9 Rumah Terbakar, Satu Tewas dalam Kebakaran di Kelapa Gading

👤Deden Muhamad Rojani 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 11:21 WIB
Kebakaran menghanguskan sembilan unit bangunan warga di area sekitar 850 meter persegi, kebakaran juga menewaskan salah seorang warga, MS...
Ilustrasi

Dianggap Menghina NU, Sugi Nur Ditangkap Polisi

👤Rahmatul Fajri 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 10:27 WIB
Sugi Nur dinilai telah menghina NU di acara dialog di kanal YouTube...
ANTARA

Satu Keluarga Ditemukan Tewas Terbakar

👤MI 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 06:20 WIB
KEBAKARAN menewaskan lima orang dalam satu keluarga di Perumahan Bumi Permai Sentosa, Blok 7 Nomor 41, Kampung...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya