Minggu 04 Oktober 2020, 04:35 WIB

Baleg Setuju RUU Ciptaker Dibawa ke Paripurna untuk Disahkan

Antara | Ekonomi
Baleg Setuju RUU Ciptaker Dibawa ke Paripurna untuk Disahkan

MI/ANDRI WIDIYANTO
Ruang rapat Badan Legislasi DPR

 

BADAN Legislasi DPR RI menggelar Rapat Kerja bersama pemerintah dan DPD RI pada Sabtu malam dengan agenda pengambilan keputusan Tingkat I terkait RUU Ciptaker.

Dalam Raker tersebut, tujuh fraksi menyatakan setuju RUU Ciptaker dibawa dalam pengambilan keputusan Tingkat II dalam Rapat Paripurna untuk disetujui menjadi UU, dan dua fraksi menolak yaitu Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi PKS.

Ketua Baleg DPR RI Supratman Andi Agtas mengatakan RUU Ciptaker merupakan RUU pertama yang setiap pembahasannya dilakukan secara terbuka dan transparan yang disiarkan melalui TV Parlemen dan Sosmed DPR sebagai komitmen terhadap reformasi parlemen.

Saat menyampaikan penolakan fraksinya, Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Hinca Pandjaitan mengatakan fraksinya menolak RUU Ciptaker disetujui menjadi UU karena banyak hal yang harus dibahas kembali secara mendalam dan komprehensif.
 
"Fraksi Demokrat menilai tidak perlu terburu-buru dalam pembahasan RUU Cipta Kerja, dan kami menyarankan dilakukan pembahasan lebih utuh dan melibatkan berbagai stakeholder yang berkepentingan," kata Hinca dalam Rapat Kerja Baleg bersama pemerintah dan DPD RI, di Kompleks Parlemen, kemarin.

Baca juga: Pemerintah Usul Pangkas Pesangon Jadi 25 Kali Upah di RUU Ciptaker

Hinca menjelaskan ada tiga catatan kritis F-Demokrat terkait RUU Ciptaker; pertama, ada ketidakadilan di ketenagakerjaan, seperti aturan
prinsip no work no pay oleh pengusaha karena upah dibayar berdasarkan satuan waktu kerja per-jam.

Menurut dia, aturan mengenai hak pekerja atas istirahat selama dua hari dalam sepekan juga dihilangkan karena 40 jam dalam satu pekan dikembalikan dalam perjanjian kerja.

"RUU ini juga mengandung sistem easy hiring but easy firing, misalnya ketentuan mengenai pekerja kontrak dan outsourcing yang dilonggarkan secara drastis juga menyebabkan pekerja kesulitan mendapatkan kepastian hak untuk menjadi pekerja tetap," ujarnya.

Kedua, menurut dia, terkait sektor lingkungan hidup dan pertanahan, RUU Ciptaker berpotensi memunculkan dampak mengkhawatirkan bagi sektor pertanahan karena melegalkan perampasan lahan sebanyak dan semudah mungkin untuk Proyek Prioritas Pemerintah dan Proyek Strategis Nasional yang pelaksanaannya dapat diserahkan kepada swasta.
 
Catatan ketiga menurut Hinca, terkait sentralisasi peraturan dari daerah ke pusat, fraksinya menyoroti pemberian kewenangan yang terlalu besar kepada pemerintah pusat akan menjadikannya superior dibandingkan legislatif, yudikatif, dan pemda.

"Kami juga menilai proses pembahasan poin-poin krusial dalam RUU Ciptaker kurang transparan dan akuntabel. Hal itu karena tidak banyak melibatkan elemen masyarakat, pekerja, dan jaringan masyarakat sipil," ujarnya.

Menanggapi pernyataan Hinca, Supratman menjelaskan terkait kewenangan pemerintah pusat terhadap pemda yang dikritik Fraksi Demokrat, pada pembahasan akhir dikembalikan sesuai Pasal 18 UUD 1945.

"Terkait kewenangan pemerintah pusat dan daerah, dalam prosesnya dengan kebesaran hati pemerintah, hubungan pusat-daerah dikembalikan sesuai Pasal 18 UUD 1945," katanya.(OL-4)

Baca Juga

ANTARA/Muhammad Iqbal

Rekor, Penumpang Pesawat di 19 Bandara Capai 110 Ribu

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 18:10 WIB
Khusus di Bandara Soekarno-Hatta, jumlah penumpang pada Kamis (28/10) mencapai 64.021 orang dengan 644...
Antara/FB Anggoro

PLN Tawarkan Suplai Listrik di WK Rokan, Pertamina Sambut Baik

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 17:09 WIB
Saat ini, Pertamina tengah menunggu proposal lanjutan dari PLN. Setelah diambil alih Pertamina dari CPI, Wilayah Kerja Rokan diharapkan...
Antara

Kemenperin Akselerasi Pemerataan Pembangunan Industri Nasional

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 16:39 WIB
Pembangunan industri tidak hanya dilakukan melalui pendekatan sektoral yang diwujudkan melalui penguatan struktur industri dan berdaya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya