Minggu 04 Oktober 2020, 02:40 WIB

Pemerintah Usul Pangkas Pesangon Jadi 25 Kali Upah di RUU Ciptaker

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Pemerintah Usul Pangkas Pesangon Jadi 25 Kali Upah di RUU Ciptaker

MI/ANDRI WIDIYANTO
Ruangan Badan legislasi DPR RI.

 

PEMERINTAH mengusulkan ada perubahan dalam pemberian pesangon PHK dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja menjadi 25 kali upah.

Sebelumnya, bersama DPR RI disepakati pesangon PHK sebesar 32 kali upah pekerja, dengan skema 23 kali upah ditanggung oleh pemberi kerja dan 9 kali oleh pemerintah lewat program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

"Dengan memperhatikan kondisi saat ini terutama dampak covid-19, maka beban tersebut diperhitungkan ulang. Perhitunganya, beban pelaku usaha atau pemberi kerja maksimal 19 kali gaji dan ditambah dengan dengan JKP sebanyak 6 kali," jelas Staf Ahli Kemenko Perekonomian Elen Setiadi dalam tayangan Youtube Panja RUU Cipta Kerja Baleg DPR, Sabtu (3/10).

Elen beralasan, perubahan usulan tersebut karena pihaknya menemukan bahwa banyak pemberi kerja atau perusahaan yang tidak mampu memberikan pesangon PHK dengan jumlah 32 kali upah pekerja.

"Kami sampaikan faktanya, bahwa tidak banyak yang bisa memberikan pesangon dengan jumlah setinggi itu, oleh karena itu kami ingin pemberian pesangon itu betul-betul dapat diberikan kepada pekerja," jelas Ellen.

Sekretaris Menteri Koordinator (Sesmenko) Bidang Perekonomian Susiwijono juga menuturkan, perubahan usulan pesangon PHK menjadi 25 kali upah itu karena ditemukan hanya sedikit perusahaan yang menyanggupi pembayaran pesangon sebesar 32 kali.

"Faktanya hanya 7% (perusahaan) yang mampu untuk bisa merealisasikan itu. Bahwa usulan yang kami ajukan menjaga keseimbangan antara pekerja dan pemberi kerja," ucapnya.

Sementara itu, Anggota Fraksi Partai Demokrat di Baleg DPR Hinca Pandjaitan melayangkan protes terhadap usulan pemerintah tersebut. Ia bersikeras bahwa pemberian pesangon PHK tetap 32 kali upah pekerja.

"Apa karena hanya 7% yang sanggup kita minta turun? Rasanya kita tidak bisa terima alasan itu. Justru kita harus berpihak ke buruhnya kalau bicara keadilan sosial. Fraksi Demokrat tetap kembali ke konsep lama (32 kali upah)," tegas Hinca.

Legislator dari NasDem Taufik Basari mempertanyakan jaminan pemerintah mengenai perubahan usulan pesangon tersebut jika diimplementasikan kedepanya.

"Dengan perubahan (usulan) kebijakan ini, jaminannya apa agar tidak terjadi PHK massal? Bagaimana meyakinkan buruh atas usulan ini?" pungkasnya. (OL-4)

Baca Juga

MI/Eva Pardiana

Pertamina Kembangkan Bisnis dengan Empat Program Utama

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 11:09 WIB
PT Pertamina mengembangkan inovasi bisnis untuk memperluas pelayanan energi dengan empat program...
Antara

509 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 11:01 WIB
PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 509.140 kendaraan meninggalkan Jakarta pada periode tiga hari libur cuti bersama dan Maulid...
Antara

Dukung Program PEN, PPI Tingkatkan Nilai Produk UMKM

👤Heryadi 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 10:52 WIB
PPI mengamati perkembangan UMKM, dan mendukung produk yang dihasilkan dengan memberikan inovasi-inovasi agar meningkatkan nilai ekonomi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya