Minggu 04 Oktober 2020, 03:55 WIB

Berbagi Makna Motif ke Anak Muda

MI | Weekend
Berbagi Makna Motif ke Anak Muda

Dok. Pribadi
Komarudin Kudiya

SEPANJANG perjalanannya sebagai pengusaha batik, Komarudin Kudiya merasa bahwa banyak anak muda yang sebenarnya mencintai batik. Namun, mereka belum banyak mengetahui mengenai makna yang terkandung dalam setiap motif batik.

Sebab itu, pemilik label Batik Komar ini senang berbagi cerita soal makna atau kisah yang ada di balik setiap motif batik kepada anak muda. “Saya merasa bahwa kita butuh pengusaha atau perajin batik yang tidak hanya bisa membuat dan menjual, tetapi juga bisa menceritakan makna dari setiap motif dan proses pembuatan batik itu sendiri,” ujar Komarudin, kepada Media Indonesia, Senin (28/9).

Penulis buku Kreativitas Batik dalam Desain tersebut mengatakan tak jarang ada pasangan muda yang meminta masukan atau pendapat darinya dalam memilih batik. Khususnya mereka yang akan melangsungkan pernikahan.

“Sering ada yang datang ke tempat saya Batik Komar di Bandung. Mereka tanya kalau mereka berasal dari Jawa dan Sunda misalnya, baiknya pakai batik motif apa. Saya akan beri masukan dan jelaskan makna batik yang saya rekomendasikan itu,” ujar pria yang juga Dewan Pakar Yayasan Batik Indonesia ini.

Di tempat usahanya, ia juga kerap mempersilakan anakanak muda untuk belajar membatik. Bahkan, tidak jarang yang menjadikan latar pembuatan batik sebagai lokasi pengembilan foto untuk pernikahan.

“Saya persilakan mereka untuk ambil foto pra-wedding di sana, sambil saya jelaskan motif-motif yang mungkin sesuai dengan keinginan dan latar belakang mereka,” ujar pria yang menempuh program doktoral di Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.

Komar, sebagaimana ia biasa disapa, juga mengatakan profesinya sebagai dosen membuat kegiatan berbagai cerita soal batik menjadi lebih mudah. Ia telah terbiasa berkomunikasi dan mengedukasi kalangan muda mengenai batik.

Hal itu juga yang membuatnya selalu senang melakukan profesinya yang lain selain menjadi pengusaha batik, yakni menjadi seorang dosen di ITB. Menjadi dosen membuatnya memiliki lebih banyak ruang untuk menyuarakan dan mengedukasi generasi muda soal upaya-upaya pelestarian batik.

Ia sadar bahwa generasi muda ialah tumpuan kelestarian batik sebagai warisan budaya asli Indonesia. Ia berharap akan semakin banyak pihak yang mau bekerja keras menyuarakan hal yang sama pada masyarakat luas. Dengan begitu, geliat usaha batik bisa semakin semarak.
(Pro/M-1)
 

Baca Juga

Christophe ARCHAMBAULT / AFP

Fosil Ikan Purba Ini akan Dilelang Sekitar Rp1 Miliar

👤Bagus Pradana 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 11:08 WIB
Fosil ikan purba tersebut diperkirakan berasal dari kawasan di sekitar Solnhofen, Jerman dan masih dalam kondisi yang sangat baik sejak...
Unsplash/ Jonathan Borba

Mengenal Manfaat Lemak Dalam Tubuh Gendut Bayi

👤Galih Agus Saputra 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 06:35 WIB
Kandungan lemak di tubuh bayi mencapai jumlah tertinggi di usia empat hingga sembilan...
Unsplash/ Markus Spiske

Musisi Dunia Serukan Peningkatan Tarif Royalti di Spotify

👤Fathurrozak 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 17:10 WIB
Musisi menuntut pembayaran sesuai jumlah streaming, bukan proporsi prorata streaming...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya