Minggu 04 Oktober 2020, 18:30 WIB

Jokowi Minta Masyarakat Jaga Optimisme Hadapi Pandemi

Dhika Kusuma Winata | Humaniora
Jokowi Minta Masyarakat Jaga Optimisme Hadapi Pandemi

Antara
Presiden Joko Widodo

 

PRESIDEN Joko Widodo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap optimis dalam mengahadapi wabah covid-19.

Presiden berharap seluruh pihak untuk tidak kehilangan harapan dan tetap menjaga optimisme bahwa Indonesia dapat segera melalui tantangan besar ini.

Hal itu disampaikannya melalui pernyataan video yang diunggah Sekretariat Presiden, Sabtu (3/10) malam.

Presiden menyatakan pemerintah terus memprioritaskan kesehatan sekaligus juga tidak akan mengorbankan ekonomi demi menjaga keseimbangan.

"Ini harus kita ambil hikmahnya agar kita juga tetap optimistis dan tidak kehilangan harapan. Sekali lagi saya tegaskan, kita harus optimistis," ujar Kepala Negara.

Presiden menyebutkan pemerintah melakukan banyak hal untuk tetap melindungi dan meringankan beban masyarakat. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran awal sebesar Rp203,9 triliun dan sekarang menjadi Rp239,53 triliun untuk mendukung upaya-upaya perlindungan sosial.

Selama tujuh bulan pandemi ini, Presiden menyatakan pemerintah terus menyesuaikan penanganannya. Pasalnya, virus korona yang hingga kini terus berkembang menuntut penanganan dan kebijakan yang adaptif mengikuti perkembangan tersebut disertai penyesuaian karakteristik masyarakat.

"Misalnya, pembatasan sosial. Saya kira harus kita sesuaikan. Untuk itu, saya menekankan pentingnya Pembatasan Sosial Berskala Mikro. Kita buat lebih terarah, spesifik, tajam, dan fokus mengatasi masalah covid-19 tapi tidak membunuh ekonomi dan kehidupan masyarakat," kata mantan Wali Kota Solo itu.

Menurut Presiden, solusi terbaik untuk menangani pandemi ini harus terus dikembangkan dan dicari. Apa yang dinilai sebagai solusi terbaik yang sudah diterapkan di suatu negara belum tentu dapat diterapkan persis di negara-negara lain oleh karena perbedaan kondisi di tiap-tiap negara.

"Jadi kita pun harus terus menyesuaikan diri mencari cara terbaik yang paling cocok dengan situasi kita," ucapnya.

Jokowi menyatakan prioritas pemerintah dalam aspek kesehatan juga bukan berarti harus mengorbankan ekonomi. Jika mengorbankan ekonomi, imbuh Presiden, masyarakat juga akan terdampak kehidupannya. Sebab itu, ujarnya, pemerintah juga mengeluarkan tindakan untuk meminimalkan dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat pandemi.

"Oleh sebab itu saya dan seluruh jajaran pemerintah selalu berupaya mencari keseimbangan. Tidak perlu sok-sokan akan lockdown provinsi, lockdown kota, atau lockdown kabupaten, karena akan mengorbankan kehidupan masyarakat," pungkasnya. (OL-8)

 

Baca Juga

MI/Adam Dwi

Suryopratomo Mimpi Jadi Pemain Sepak Bola

👤Suryani Wandari Putri 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 04:40 WIB
WARTAWAN senior Suryopratomo, 59, tak pernah sekalipun memimpikan menjadi Duta Besar...
Medcom.id/ Roni Kurniawan

Manfaatkan Puskesmas dalam Upaya Pengendalian Penularan

👤Van/Ant/AFP/X-7 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 04:21 WIB
Pemerintah pusat berencana melakukan vaksinasi pada 9,1 juta warga pada November hingga Desember 2020. Pemerintah Provinsi Jawa Barat...
MI/Susanto

Yuki Kato Belajar Masak kala Pandemi

👤MI 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 04:00 WIB
AKTRIS Yuki Kato mengaku jadi rajin terjun ke dapur selama masa pandemi virus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya