Sabtu 03 Oktober 2020, 22:08 WIB

Presiden: Penanganan Covid Cukup Baik

Dhika Kusuma Winata | Humaniora
Presiden: Penanganan Covid Cukup Baik

Biro Perd Istana Presiden
Presiden Joko Widodo

 

PRESIDEN Joko Widodo menepis anggapan penanganan pandemi di Indonesia berjalan buruk.

Presiden Jokowi bahkan menyebut penanganan wabah di Tanah Air cukup baik dibandingkan dengan negara-negara lain yang juga memiliki populasi besar.

Hal itu disampaikannya melalui pernyataan video yang diunggah Sekretariat Presiden, Sabtu (3/10) malam.

"Saya bisa mengatakan penanganan covid-19 Indonesia tidak buruk, bahkan cukup baik. Saya hanya bicara fakta. Dalam jumlah kasus dan jumlah kematian Indonesia jauh lebih baik ketimbang negara-negara lain dengan jumlah penduduk yang besar," ucapnya.

Presiden Jokowi menyebut Indonesia kerap dibandingkan secara tidak pas dengan negara-negara berpenduduk kecil. Perbandingan itu, jelas Presiden, tidak menggambarkan kondisi Indonesia dengan populasi yang besar.

"Membandingkan Indonesia dengan negara-negara kecil yang penduduknya sedikit, tentu perbandingan seperti itu tidak bisa menggambarkan keadaan yang sebenarnya," jelas Kepala Negara.

Bila dibandingkan dengan negara-negara berpenduduk besar, jelas Jokowi, kasus penyebaran dan tingkat kematian akibat covid-19 di Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara-negara dalam kategori yang sama tersebut. Berdasarkan data per 2 Oktober, Indonesia berada pada posisi 23 di tingkat kasus positif covid-19 dari semua negara-negara di dunia dengan jumlah sebanyak 295.499 kasus.

Di atas Indonesia, terdapat sejumlah negara yang juga berpenduduk besar dengan jumlah kasus yang terpaut jauh bila dibandingkan negara Indonesia. Presiden menyebut ada Amerika Serikat di peringkat pertama dengan 7.495.136 kasus, disusul India dengan 6.397.896 kasus, Brasil dengan 4.849.229, dan Rusia dengan 1.194.643 kasus.

Terkait ekonomi, Presiden menegaskan pemerintah terus berupaya melakukan pemulihan. Pemerintah menjaga keseimbangan aspek kesehatan dam ekonomi.

Presiden menyatakan di kawasan Asia Tenggara, pertumbuhan ekonomi Indonesia per kuartal II 2020 yang mencatat pertumbuhan negatif 5,3% masih lebih terjaga dibanding negara-negara tetangga. Malaysia misalnya, mengalami minus 17,1%, Filipina minus 16,5%, Singapura minus 13,2%, hingga Thailand dengan minus 12,12%.

Adapun di tingkat global, juga banyak negara yang mengalami pertumbuhan negatif dengan angka yang jauh lebih besar seperti India yang bertumbuh negatif 23,9% hingga Amerika Serikat dengan pertumbuhan negatif 9,5%.

"Dalam hal ekonomi, pencapaian kita juga tidak jelek. Ekonomi kita menurun, betul. Ini fakta. Tapi mana ada negara yang tidak menurun ekonominya (dalam situasi ini). Bahkan, ada banyak negara lain yang harus memikul beban ekonomi lebih parah," pungkasnya. (OL-8)

 

Baca Juga

Antara

'Gilang' Mudahkan Peserta JKN-KIS Segmen PPU PN Perbarui Datanya

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 13:22 WIB
Per 1 November 2020 pemerintah berencana melakukan Program Registrasi Ulang (Gilang) bagi sebagian peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja...
MI/ADI KRISTIADI

Dua Warga Menjadi Korban Banjir dan Longsor di Pangandaran

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 13:05 WIB
 Selain itu, sedikitnya 111 rumah yang berada di enam desa dan empat kecamatan di Kabupaten Pangandaran terendam...
Dok. Pribadi

Kembangkan Potensi Anak Muda Melalui Wadah yang Tepat

👤Wisnu AS 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 12:41 WIB
Youth Ranger Indonesia hadir agar anak muda di Indonesia bisa sama-sama mengembangkan potensi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya