Sabtu 03 Oktober 2020, 21:36 WIB

Pacu Perekonomian, Kementan Dorong Budidaya Serai Wangi di Brebes

mediaindonesia.com | Ekonomi
Pacu Perekonomian, Kementan Dorong Budidaya Serai Wangi di Brebes

Ist
Area tanaman serai wangi di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

 

TAK dapat dipungkiri hasil olahan komoditas perkebunan selalu diminati dunia dan kaya akan manfaatnya, tanpa terkecuali serai wangi, komoditas perkebunan ini cukup digemari saat ini.

Manfaat minyak serai wangi sangat beragam antara lain sebagai bahan baku industri sabun, parfum, kosmetik, antiseptik, aromaterapi, dan sebagai bahan aktif pestisida nabati. Adapun saat ini perusahaan besar banyak menggunakan minyak serai wangi sebagai bahan baku industri rumah tangga seperti sabun atau produk lain.

Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mendorong petani untuk melakukan pengembangan komoditas maupun agribisnis tanaman pertanian termasuk perkebunan dengan terus meningkatkan produksi, produktivitas dan mutu hasil secara optimal dan berkesinambungan.

Sesuai arahan saat kunjungan ke Provinsi Maluku akhir Mei lalu. Mentan Syahrul Yasin Limpo meminta jajarannya agar sigap melakukan pendampingan dan terus berupaya menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan serta peningkatan produksi maupun produktivitas komoditas pertanian termasuk perkebunan.

“Tingkatkan nilai tambah, daya saing dan keunggulan setiap komoditas pertanian, harus memperkuat sektor hulu dan mengembangkan sektor hilir sehingga ada nilai tambah,” ujar Mentan Syahrul.

Menindaklannjuti arahan Mentan, Direktorat Jenderal Perkebunan melalui Tim Direktorat Tanaman Semusim dan Rempah melakukan pengawalan dan monitoring pengembangan komoditas perkebunan, salah satunya komoditas serai wangi di Jawa Tengah pada bulan Juli lalu.

Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu sentra pengembangan kapas dan komoditi Atsiri, di antaranya komoditi nilam dan serai wangi. Tanaman serai wangi turut dikembangkan di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) yang saat ini luasnya mencapai 278,45 hektare dengan jumlah produksi 23,812 ton minyak per tahun.

Area tanaman serai terdapat di wilayah Kabupaten Semarang, Cilacap, Purbalingga, Brebes, Batang, Boyolali, dan Kendal. Namun kabupaten yang mendapatkan APBN tahun 2020 baru Kabupaten Brebes dan Kendal. 

Adapun pengembangan tanaman serai wangi seluas 10 hektare dialokasikan di Kabupaten Kendal 5 hektare, sedangkan Kabupaten Brebes seluas 5 hektare dan telah realisasi. Kabupaten Brebes merupakan salah satu sentra pengembangan nilam dan serai wangi di wilayah Provinsi Jateng.

Menurut data Ditjen Perkebunan, luas areal dan produksi nilam perkebunan rakyat Tahun 2018 di Kabupaten Brebes mencapai 47,70 hektare dengan produksi 1.097 ton daun kering sedangkan serai wangi luasnya mencapai 69,60 hektare dengan produksi 68.40 ton daun kering.

Kecamatan Larangan Desa Pamulihan dan Wilahar merupakan salah satu Kecamatan yang merupakan sentra tanaman serai wangi, dengan CPCL kelompok Tani Tani Maju dan Watu Geni yang tadinya beranggotakan kurang lebih 50 orang sampe sekarang tinggal beberapa orang yang masih menanam sereh wangi.
 
Serai wangi di Kabupaten Brebes telah dikembangkan, walau dihadapkan dengan berbagai tantangan, tak mematahkan semangat pekebun untuk terus mengembangkan serai wangi. Salah satunya, saat ini petani serai wangi bermitra dengan Solidaritas Perempuan untuk Perempuan dan Hak Asasi Manusia (SPEK-HAM). 

Solidaritas Perempuan untuk Perempuan dan Hak Asasi Manusia (SPEK-HAM) telah berdiri sejak 20 November 1998 sampai sekarang yang saat ini di pimpin oleh Ibu Rahayu Purwaningsih.

SPEK-HAM memiliki fokus isu pada pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk pengentasan kemiskinan melalui pengelolaan potensi lokal dimaksudkan untuk pemberdayaan masyarakat melalui program pelatihan pengolahan sereh wangi.

“Melalui SPEK-HAM ini petani serai wangi di Brebes dapat mengikuti pelatihan dan pemberdayaan untuk mengembangkan hasil olahan minyak serai wangi sehingga memiliki nilai jual lebih,” kata Rahayu Purwaningsih selaku Direktur Utama SPEK-HAM.

Saat ini hasil olahan tersebut berupa sabun, karbol, pewangi ruangan dan produk turunan dari minyak serai wangi lainnya.

SPEK-HAM bekerja sama dengan Dinas Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Brebes mengadakan pelatihan produk hilir atau turunan serai wangi untuk membuat sabun mandi serai wangi pada 13 Maret 2019 di Aula Kantor Kecamatan Larangan, Brebes yang diikuti 30 peserta dari Desa Cenang, Kecamatan Songgom, dan Desa Wlahar, Kecamatan Larangan.

Beberapa bulan kemudian SPEK-HAM dengan DINAS BAPPERLITBANGDA mengadakan pelatihan produk hilirn atau turunan serai wangi yaitu Karbol serai wangi untuk pembersih lantai padan9 Juli 2019.

Menurut Rahayu Purwaningsih, dengan adanya SPEK-HAM diharapkan kedepannya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat/petani agar lebih kreatif dalam mengolah hasil panen untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Harapan petani serai wangi kedepannya menginginkan agar harga minyak sereh wangi dapat stabil tidak seperti sekarang ini, mudah dalam pemasaran, dan mengharapkan dukungan dari pemerintah pusat melalui APBN dan dinas terkait terkait lainnya dalam bentuk bantuan sarana pertanian/alat-alat pertanian salah satu contohnya pompa air untuk perawatan serai wangi di saat musim kemarau.

Selain itu, perlunya pemasaran untuk produk yang telah dihasilkan sehingga produk tak hanya dijual lewat kalangan terbatas, tapi bisa menjangkau pasar lebih luas. Untuk itu, diharapkan ke depannya pemerintah dapat lebih mensuport produk-produk hasil turunan serai wangi.

Tentunya baik pemerintah pusat maupun daerah akan terus berupaya dalam mendukung dan mendorong para pekebun sehingga hasil olahan komoditasnya memiliki nilai tambah yang berdaya saing serta dapat membantu pendapatan dan mensejahterakan pekebun.

Pada kesempatan yang berbeda, Yulia Hendrawati, selaku Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes menuturkan bahwa salah satu peran dinas kabupaten antara lain melakukan pendampingan dan pembinaan budidaya serta pascapanen sereh wangi.

Selain itu, Dinas Pertanian Brebes juga turut mempromosikan produk melalui pameran dan memfasilitasi alat dan mesin pertanian untuk budidaya tanaman.(RO/OL-09)

Baca Juga

AFP/David Gray

Harga Emas Melonjak 14 Dolar Saat Optimisme Bantuan Covid-19 di AS

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 07:47 WIB
Optimisme investor meningkat bahwa paket bantuan virus korona AS akan diumumkan sebelum pemilihan presiden 3 November, memicu naiknya harga...
Dok Taspen

PT Taspen Raih Peringkat idAAA dengan Outlook Stabil

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 06:57 WIB
Peringkat yang diberikan pada 19 Oktober 2020 itu mencerminkan peran kunci perusahaan dalam menyediakan jasa asuransi sosial kepada ASN di...
ANTARA

Meningkatnya Pemimpin Perempuan di BUMN Wujud Inovasi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:30 WIB
Kementerian BUMN berharap muncul talenta-talenta terbaik untuk memajukan kinerja dan performa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya