Sabtu 03 Oktober 2020, 17:10 WIB

Harga Emas Masih Bertahan di atas level 1.900 Dolar AS

Raja Suhud | Ekonomi
Harga Emas Masih Bertahan di atas level 1.900 Dolar AS

Antara/Syifa Yulinas
Harga emas bertahan di atas 1.900 Dolar AS

 

EMAS berjangka turun tipis pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), tertekan penguatan dolar AS. 


Namun masih bertahan di atas level 1.900 dolar AS setelah berita bahwa Presiden AS Donald Trump positif mengidap COVID-19 mengurangi sentimen risiko.
  
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, tergerus 8,7 dolar AS atau 0,45 persen, menjadi ditutup pada 1.907,60 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Kamis (1/10/2020), emas berjangka melonjak 20,8 dolar AS atau 1,1 persen menjadi1.916,30 dolar AS.
  
Emas berjangka turun 7,7 dolar AS atau 0,4 persen menjadi 1.895,50 dolar AS pada Rabu (30/9/2020), setelah melonjak 20,9 dolar AS atau 1,11 persen menjadi 1.903,20 dolar AS pada Selasa (29/9/2020), dan menguat 16 dolar AS atau 0,86 persen menjadi 1.882,30 dolar AS pada Senin (28/9/2020).
  
"Pemilu tinggal 33 hari lagi, ada begitu banyak yang tidak diketahui, apakah itu kasus ringan, bagaimana dia akan bereaksi? Jadi kita harus
lari ke tempat yang aman menjaga emas tetap bertahan," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.
  
Pedagang tampak berhati-hati karena mereka khawatir tentang penjualan di pasar ekuitas.
  
Fokus juga tertuju pada kesepakatan bantuan bantuan virus corona AS yang masih mengalami kemacetan. "Emas dapat naik kembali jika kongres AS mengesahkan RUU stimulus, yang tampaknya menjadi menggantung di pasar untuk saat ini,"tambah Haberkorn.
  
Emas telah naik ke level tertinggi lebih dari satu minggu setelah Trump mengatakan dalam sebuah cuitan bahwa dia dan istrinya Melania dinyatakan positif terkena virus corona, menghantam Wall Street.
  
Namun Gedung Putih meyakinkan warga Amerika bahwa Presiden tetap akan menjalankan tugasnya.
  
Investor juga mencatat laporan ketenagakerjaan bulanan terakhir sebelum pemilihan presiden 3 November, yang menunjukkan pertumbuhan lapangan pekerjaan AS melambat lebih dari yang diperkirakan pada September.
  
Laporan pekerjaan bulanan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa data penggajian (payrolls) non-pertanian AS meningkat 661.000 pada September, lebih buruk dari yang diperkirakan dan jauh lebih rendah dari 1,489 juta pekerjaan yang dibuat pada Agustus.
  
"Emas kemungkinan akan bergerak dalam kisaran sempit dalam jangka pendek. Pasar akan menunggu hingga akhir pekan dan mencari berita," kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam dasar dan mulia di BMO.
  
Dolar juga diuntungkan dari arus masuk safe-haven, sehingga membatasi kenaikan emas. Indeks dolar naik pada Jumat (2/10/2020) setelah melemahnya ekuitas AS. Dalam beberapa hari terakhir, dolar telah menggantikan emas sebagai tempat berlindung yang aman.
  
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 22,5 sen atau 0,93 persen menjadi ditutup pada 24,029 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 14,6 dolar AS atau 1,61 persen menjadi menetap pada 891,4 dolar AS per ounce. (Ant/E-1)

Baca Juga

Antara/Nova Wahyudi

Pameran Pertambangan dan Konstruksi 2020 Digelar Virtual

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 14:11 WIB
IEE V-EXPO 2020 akan menawarkan pengalaman berbeda  karena pengunjung bisa berinteraksi dengan para exhibitor secara...
Ilustrasi

Lima Distrik di Papua Dapat Suplai Listrik selama 24 Jam

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 14:09 WIB
Daerah tersebut ialah Distrik Bonggo, Distrik Bonggo Timur, Distrik Bonggo Timur Jauh, Distrik Bonggo Utara serta Distrik...
Antara

Penumpang Membludak, 1.900 Orang Rapid Test di Stasiun

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 13:57 WIB
Bertambahnya penumpang KA jelang libur panjang turut berdampak pada padatnya antrean tes rapid di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya