Sabtu 03 Oktober 2020, 15:30 WIB

Pengamat Ragukan Akuntabilitas Anggaran 2020

Putri Anisa Yuliani | Politik dan Hukum
Pengamat Ragukan Akuntabilitas Anggaran 2020

ANTARA FOTO/Fanny Octavianus
Ilustrasi

 

DIREKTUR Eksekutif Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng meragukan akuntabilitas APBD 2020 di seluruh daerah termasuk DKI Jakarta.

Sebabnya, pada tahun ini akibat pandemi covid-19, pemerintah pusat mendorong agar pemerintah daerah (pemda) melakukan realokasi anggaran sepenuhnya untuk penanggulangan covid-19.

Baca juga: Meninggal, Balita Positif Covid-19 di Tasikmalaya

Melalui Surat Edaran Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan yakni Nomor SE-35/MK.07/2020 (Menkeu) dan Nomor 440/4918/SJ (Mendagri), pemerintah pusat pun meminta agar realisasi APBD untuk penanggulangan covid dan pemulihan ekonomi bisa dipercepat.

"Memang pada saat ini seluruh daerah melakukan kebijakan yang mengarah pada yang penting cepat respons dulu mencairkan anggaran. Sehingga akuntabilitas seperti dinomorduakan," kata Robert saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (3/10).

Menurutnya, akuntabilitas anggaran tahun ini masih bisa dipertahankan maksimal dengan mengoptimalkan tugas pokok dan fungsi dari dua pihak yakni Inspektorat dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Ini momen bagi inspektorat agar maksimal melalukan kerja akuntabilitas dari sisi internal pemda. Sementara BPKP juga adalah badan yang tepat karena selain mengawasi keuangan, dia juga mengawasi pembangunan. Di masa pandemi ini tentunya tetap ada pembangunan infrastruktur yang dilakukan baik yang sudah terlanjur proyek multiyears maupun yang menggunakan dana PEN (pemulihan ekonomi nasional)," jelas Robert.

Tahun depan pun diprediksi menjadi tantangan terbesar bagi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dalam mengaudit laporan-laporan pertanggung jawaban APBD 2020.

Ada empat pokok yang harus diaudit oleh BPK RI terhadap laporan pertanggungjawaban APBD 2020. Pertama, sejauh mana perintah realokasi dilakukan oleh pemda. Kedua, ketepatan sasaran realokasi anggaran.

"Ketiga, ketepatan alokasi anggaran jaringan pengaman dan terakhie sejauh mana realisasi anggaran yang dikerjakan oleh pemda," tandasnya. (OL-6)
 

Baca Juga

MI/Marcel Kelen

Pakar Sebut Pengungkapan Kasus di Intan Jaya Pasti Terbuka

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 12:34 WIB
Andaikan ada oknum militer, otoritas tetap ada pada peradilan militer, bukan peradilan umum. Peradilan militer juga bersifat terbuka, jadi...
Ist

Dewan Pakar NasDemĀ Rampungkan 6 Sesi Bahas UU Cipta Kerja

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 09:48 WIB
Indonesia harus memulai dari sekarang berbagai riset dan inovasi teknologi berkaitan dengan bidang-bidang strategis yang selama ini belum...
Dok Departemen Pertahanan AS

Safari Prabowo Subianto Dinilai Sebagai Cermin Politik Bebas Aktif

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 09:11 WIB
Selain sebagai cerminan politik bebas aktif, safari prabowo ke AS, Austria dan Prancis merupakan hal baik dari sisi diplomasi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya