Sabtu 03 Oktober 2020, 14:30 WIB

Takut Bersaing, Alat Peraga Pasangan Mulia di Sleman Dirusak

Agus Utantoro | Nusantara
Takut Bersaing, Alat Peraga Pasangan Mulia di Sleman Dirusak

MI/AGUS UTANTORO
Puluhan alat peraga kampanye pasangan Mulia yang diusung NasDem, Golkar dan PSK, di Sleman dirusak.

 

VANDALISME kembali hadir di tengah gelaran pilkada serentak 2020. Kali ini, sasarannya ialah alat peraga kampanye pasangan calon Sri Muslimatun-Amin Purnama yang berkontestansi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Perusakan menyasar puluhan alat peraga, berupa poster, leaflet dan baliho. Kerusakan diketahui pada Sabtu (3/10 pagi. Diduga perusakan dilakukan sehari sebelumnya.

Peristiwa itu diungkapkan Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sleman, Surana. Pasangan ini diusung partai yang bersemboyan politik tanpa mahar itu.

"Perusakan terjadi dua lokasi. Lokasi pertama di sepanjang dusun Lemahbang, Kalurahan Gayamharjo-Kapanewon-Prambanan. Lokasi kedua di
Sokategal sampai Dermo, Kalurahan Merdikorejo-Kapanewon-Tempel," papar Surana.

Di Lemahbang, pihaknya menemukan setidaknya 10 poster atau baliho yang
dirusak/dicabut dan kemudian dibuang. Sementara di Soka Tegal sampai Dermo, deretan baliho bergambar pasangan calon bupati dan wakil bupati yang juga diusung PKS dan Golkar itu, dirobek dengan menggunakan benda
tajam.

Baliho-baliho tersebut kebanyakan  dirobek di bagian foto kedua
kandidat. Sementara baliho lainnya dirusak atau dicabut dan dibuang di
sekitar jalan raya.

Kampanye Calon Bupati Tasikmalaya masih Tatap Muka

Surana berencana melapor kejadian ini ke Bawaslu dan Kepolisian. "Kami
tidak akan diam, kasus ini akan dilaporkan ke Bawaslu dan Polres Sleman. Kami ingin kasus ini segera ditindaklnjuti agar tidak menimbulkan gesekan di masyarakat," tegas anggota DPRD Sleman ini.

Sementara Ketua Tim Pemenangan Sri-Amin, Hasto Karyantoro meyakini, perusakan ini dilakukan oleh pendukung kandidat lain. Ia menduga mereka tidak berani bersaing secara fair sehingga memilih skenario gaduh.

"Saya tidak yakin ini dilakukan masyarakat sekitar. Mereka sengaja
menciptakan kegaduhan dengan cara merusak alat peraga kampanye. Skenario gaduh diembuskan karena mereka ingin pilkada kacau," tandas anggota DPRD Sleman yang juga Ketua DPD PKS Sleman itu.

Calon Bupati Sri Muslimatun turut berkomentar. Sosok yang dikenal
sebagai Mboke Wong Sleman itu mengingatkan kepada pendukungnya agar
bersikap tenang dan tidak terpancing provokasi. "Percayakan pada Bawaslu dan Kepolisian. Kami komitmen menjaga kondusivitas seperti yang disepakati saat deklarasi damai bersama seluruh elemen pilkada." (N-3)

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Arnas Padda

Kasus Covid-19 di Sulsel Mulai Tinggalkan Zona Merah

👤Lina Herlina 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 11:35 WIB
Kasus covid-19 di Sulawesi Selatan memang mulai membaik, karena telah meninggalkan zona merah  namun warga harus tetap mematuhi...
MI/Kristiadi

Tiga Alat Deteksi Dini Longsor Rusak, Warga Harus Siaga

👤Akhmad Safuan 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 11:12 WIB
Ada tiga alat peringatan dini untuk tanah bergerak dalam keadaan rusak, maka saat hujan datang diharapkan warga tinggal di perbukitan di...
MI/Denny Susanto

Bambu Produk HHBK yang Menjanjikan

👤Denny Susanto 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 10:31 WIB
Dinas Kehutanan Kalsel telah mengembangkan sekitar 16 jenis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) seperti berbagai jenis madu, olahan bambu (tusuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya