Sabtu 03 Oktober 2020, 15:10 WIB

Aspek Political Risk dalam Investasi Asing

Qonitah Rohmadiena, Associate Researcher of Institute of International Studies, Departemen Ilmu Hubungan Internasional UGM | Opini
Aspek Political Risk dalam Investasi Asing

Dok.pribadi
Qonitah Rohmadiena

TULISAN ini akan membahas tentang pentingnya aspek political risk pada investasi asing. Akar political risk berasal dari persimpangan antara sektor politik dan bisnis, yang didefinisikan sebagai segala sesuatu yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah, perubahan kebijakan, perubahan struktural, peristiwa politik, proses sosial, atau kondisi politik yang terjadi di suatu negara yang kemungkinan dapat mengubah prospek profitabilitas dari sebuah investasi dan memberikan risiko terhadap investasi.

Sejak awal 2020, berbagai negara, termasuk Indonesia, sedang disibukkan dengan pandemi virus korona dengan berbagai macam dampak yang ditimbulkan, perkembangan kasus, dan penanganannya. Dengan adanya pandemi ini, banyak aktivitas yang dibatasi sehingga berdampak besar terhadap perekonomian. Banyak sektor perekonomian mengalami penurunan bahkan mengalami kebangkrutan. Pada awal merebaknya pandemi virus korona, terdapat dilema antara mengambil kebijakan untuk berfokus pada penanganan pandemi atau berfokus pada pemulihan ekonomi. 

Negara yang berfokus pada penanganan pandemi mengambil kebijakan lockdown dengan membatasi aktivitas masyarakatnya secara total, menutup akses keluar masuk negara, dan memberikan bantuan perekonomian kepada masyarakatnya. Kebijakan ini dinilai tepat untuk mengendalikan penyebaran virus karena adanya pembatasan aktivitas secara total. Selain itu hanya memerlukan waktu yang singkat disesuaikan dengan masa inkubasi virus. 

Kebijakan jalan tengah
Indonesia, di sisi lain, mengambil kebijakan tengah antara penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi yang disebut dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kebijakan ini sempat menimbulkan perdebatan. Banyak yang berargumen bahwa kebijakan ini bukanlah hal yang tepat apabila pemerintah ingin segera membangkitkan perekonomian negara. Itu karena kebijakan PSBB tidak membatasi aktivitas secara total seperti lockdown

Para investor dinilai tidak akan mau memberikan investasinya kepada negara yang tidak dapat menangani pandemi virus korona
dengan baik. karena aktivitas di negara tersebut akan terus dibatasi. Jika aktivitas di suatu negara dibatasi, kemungkinan besar kegiatan perekonomian tidak akan berjalan dengan lancar dan perusahaan akan mengalami kerugian. Sehingga hal inilah yang membuat para investor akan mempertimbangkan berulang kali jika ingin menaruh atau meneruskan investasinya di negara tersebut.

Uraian di atas menjelaskan secara singkat contoh pentingnya memperhatikan aspek political risk beserta akibat yang ditimbulkan. Pengambilan kebijakan pemerintah berpengaruh kepada keputusan investor dalam menempatkan investasinya karena hal ini berhubungan erat dengan profit yang akan didapatkan oleh perusahaan. Kasus tersebut hanyalah salah satu contoh dari bentuk political risk yang dapat memberikan dampak terhadap investasi asing di suatu negara.

Banyak contoh kasus yang dapat menjelaskan pentingnya political risk dan sudah terbukti memberi dampak kepada investasi asing di berbagai negara. Namun, sebelum membahas hal tersebut, penting untuk mengetahui political risk secara lebih mendalam; mengapa menjadi sebuah aspek yang penting untuk diperhatikan dalam investasi asing?

Di dalam pikiran seseorang, apabila ia melakukan sebuah investasi, tentulah dia akan mengharapkan suatu keuntungan dari tindakan tersebut. Karena investasi sangat berorientasi kepada hasil akhir, penting untuk memprediksi sejak awal apakah tindakan tersebut akan memberikan keuntungan bagi pelakunya. 

Aspek political risk signifikan dalam investasi asing, karena melibatkan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses politik, pembuatan kebijakan pemerintah, pengambilan keputusan, perilaku sosial, dan perubahan struktur pemerintahan yang dapat mengubah prospek profitabilitas dari sebuah investasi yang telah diberikan serta memberikan risiko terhadap investasi. Investor sangat bergantung kepada aspek tersebut karena mereka secara langsung memiliki wewenang untuk membuat dan mengubah peraturan dan kebijakan terkait investasi, seperti peraturan mengenai pajak, perizinan, pembagian hasil, kepemilikan perusahaan, peraturan pekerja, kestabilan sosial ekonomi, dan lain sebagainya. 

Hal ini memberi efek pedang bermata dua bagi investor. Investor akan mendapatkan keuntungan apabila peraturan dan kebijakan negara tersebut berpihak kepada mereka. Sebaliknya, investor akan mengalami kerugian apabila peraturan dan kebijakan negara tersebut tidak berpihak kepadanya.

Perilaku sosial juga merupakan komponen yang penting saat memperhatikan political risk. Meskipun pemerintah berpihak kepada investor, bisa jadi, masyarakat tidak memiliki pendapat yang sama karena dua kemungkinan; investasi tersebut berdampak negatif kepada masyarakat atau masyarakat tidak mendapatkan dampak positif dari investasi tersebut. 

Selain itu, meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesejahteraan sosial dan isu lingkungan juga menjadi penyebab pentingnya komponen ini. Masa depan investor sangat bergantung kepada hal-hal tersebut, dan inilah yang membuat aspek political risk menjadi penting untuk diperhatikan. Contoh kasus yang membuktikan bahwa political risk penting adalah bangkrutnya investasi Lotte Corporation, sebuah perusahaan retail asal Korea Selatan, yang menaruh investasinya di Tiongkok. Hal itu terjadi karena pemerintah Korea Selatan, yang pada saat itu dipimpin oleh Presiden Park Geun-hye, memutuskan untuk menerapkan sistem pertahanan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD), sebuah sistem pertahanan rudal anti-balistik yang dikembangkan oleh perusahaan Amerika Serikat yang bernama Lockheed Martin, yang dicurigai oleh Tiongkok dapat memata-matai sistem pertahanan negaranya. 

Akibat kecurigaan pemerintah Tiongkok itu, mereka memberikan sanksi berupa economic coercion kepada Korea Selatan. Pemerintah Tiongkok mempersulit perizinan impor dari Korea Selatan, memberlakukan larangan bepergian ke negara tetangganya itu, dan mempersulit aturan untuk perusahaan yang berasal dari negeri ginseng. Masyarakat Tiongkok yang juga ikut serta mendukung pemerintahnya, menyerukan pemboikotan terhadap produk-produk yang berasal dari Korea Selatan, sehingga memperparah kerugian investor. 

Selain Lotte Corporations, beberapa investasi yang berasal dari Korea Selatan pada sektor pariwisata, hiburan, dan industri manufaktur juga ikut terkena dampak dari kejadian tersebut. Setelah itu, ketika Korea Selatan berganti presiden, yaitu Presiden Moon Jae In, Korea Selatan memutuskan untuk tidak lagi memproses sistem keamanan THAAD lebih lanjut dengan tujuan untuk mendapatkan kembali keuntungan perekonomian dari Tiongkok. Presiden Moon berunding dengan pemimpin Tiongkok dan menghasilkan keputusan untuk tidak memproses sistem keamanan THAAD lebih jauh lagi. Tiongkok pun menghentikan sanksi ekonomi terhadap Korea Selatan. 

Keputusan Presiden Moon ini disinyalir karena desakan dari pengusaha-pengusaha negerinya yang mengalami banyak kerugian atas sanksi ekonomi tersebut. Dengan adanya pergantian presiden yang memberikan perubahan kebijakan, hubungan perekonomian Korea Selatan dan Tiongkok kembali membaik dan investasi-investasi tersebut juga kembali membaik.

Dari contoh kasus di atas, dapat disimpulkan bahwa penting untuk memperhatikan aspek political risk. Investor perlu memperhatikan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses politik, pembuatan kebijakan pemerintah, pengambilan keputusan, perilaku sosial, dan perubahan struktur pemerintah. Pasalnya, semua itu dapat mengubah prospek profitabilitas dari sebuah investasi yang telah diberikan agar investasi selalu mendapatkan keuntungan.

Baca Juga

Dok MI

Meredam Dampak La Nina pada Produksi Pangan

👤 Guru Besar Universitas Lampung (Unila), Ekonom Senior Indef, Waketum Perhepi Bustanul Arifin 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 04:23 WIB
Puncak La Nina akan terjadi pada Desember 2020 karena bersamaan dengan fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) dari Samudra Hindia....
Medcom.id

Siaga La Nina dan Multibencana Hidrometeorologi

👤Kepala BMKG Dwikorita Karnawati 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 04:04 WIB
Di fitur cuaca dalam aplikasi tersebut sudah tersedia informasi prakiraan cuaca selama 7 hari ke depan, dengan update setiap 3 jam sampai 6...
Dok. Pribadi

UN, AN/AKM dan Literasi Penilaian

👤Syamsir Alam Divisi Kurikulum dan Penilaian Yayasan Sukma 🕔Senin 26 Oktober 2020, 03:05 WIB
DUNIA pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah, minggu lalu dikejutkan rencana Kemendikbud untuk meluncurkan kembali penilaian...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya