Sabtu 03 Oktober 2020, 13:25 WIB

Komisi XI DPR: Harga Tes Swab Cukup Moderat

Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora
Komisi XI DPR: Harga Tes Swab Cukup Moderat

ANTARA/Adiwinata Solihin
Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti tes usap (swab test) di kantor Kesbangpol Provinsi Gorontalo di Kota Gorontalo, Senin (28/9).

 

Anggota Komisi IX DPR RI, M Nabil Haroen mengapresiasi langkah pemerintah dalam menentukan batasan tertinggi harga tes swab mandiri covid-19 sebesar Rp900 ribu.

Ia juga mengatakan batasan harga tersebut dirasakan tidak terlalu mahal maupun tidak terlau murah.

"Menurut saya, harga Rp 900 ribu itu cukup moderat," kata Nabil dalam diskusi virtual Polemik MNC Trijaya bertajuk Sinergi Mencari Obat Covid, Sabtu (3/10).

Ia melanjutkan harga itu cukup moderat dan mungkin ada keuntungan tipis setelah dipotong biaya tenaga kesehatan dan administrasinya.

"Kira-kira untuk barang habis pakai itu Rp400 ribu sampai Rp500 ribu. Kemudian nanti biaya untuk tenaga kesehatannya. Ya ungung tipis Rp100 ribu-an lah" kata Nabil.

Mengingat penentuan batasan harga tertinggi itu baru ditetapkan setelah beberapa bulan di masa pandemi ini, Nabil mengatakan hal itu belum terlambat. Pasalnya selama tujuh bulan pandemi covid-19 di Indonesia, ada banyak perkembangan kondisi di lapangan seperti persediaan barang habis pakai untuk tes swab. "Itu kan tidak sama dengan masker atau APD (alat pelindung diri). Ada kelangkaan yang terjadi," ungkap Nabil.

Apresiasi pun datang dari anggota komisi IX lainnya Saleh Partaonan Daulay ia mengatakan penetapan harga swab test ini diharapkan dapat dijangkau oleh masyarakat. 

"Swab test ini kan sangat penting. Masyarakat dianjurkan untuk melaksanakan tes minimal sekali dua minggu. Jika harganya mahal, tentu masyarakat akan kesulitan," ungkapnya.

Baca juga: Temuan KPAI: Prostitusi Anak Meningkat selama Pandemi

Menurutnya, kebutuhan swab test bukan hanya bagi golongan menengah ke bawah. Tetapi juga merupakan kebutuhan seluruh masyarakat. Sebab, covid-19 tidak pernah mengenal status sosial. Karena itu, semuanya harus berhati-hati dan waspada.

"Bagi masyarakat yang kemampuan ekonominya lemah, diharapkan tetap dapat melakukan swab test. Namun, biayanya disubsidi pemerintah. Kalau masyarakat menengah ke bawah dibebani dengan harga swab test sebesar 900 ribu, tentu mereka akan kesulitan. Karena itu, perlu anggaran negara untuk membantu mereka," kata Saleh.

Meskipun penetapan batas tertinggi harga swab test ini diapresiasi, namun dinilai belum lengkap. Sebab, sanksi kepada faskes dan laboratorium yang melanggar tidak tegas. Karena itu, dikhawatirkan aturan yang baik seperti ini tidak dapat berjalan dengan baik.

"Aturan ini sebaiknya diisi juga dengan sanksi. Dengan begitu, semuanya bisa mematuhi," pungkasnya. (H-3)

Baca Juga

Antara/Medcom.id

Skenario Antisipasi Kemacetan telah Disiapkan

👤Ins/Put/X-10 🕔Minggu 01 November 2020, 03:02 WIB
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan skenario mengurai volume kendaraan dengan menggratiskan biaya tol ketika volume...
Dok. Pribadi

BWA Resmikan Wakaf Sarana Air Bersih di Lereng Gunung Slamet

👤Syarief Oebaidillah 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 23:36 WIB
Setiap musim kemarau, warga lereng Gunung Slamet dan Pesantren At-Tholibiyah yang berada di Bumijawa, Tegal, Jawa Tengah ini akan mengalami...
Dok. Pribadi

Sekolah ASBC Komitmen Lahirkan Insan Nasionalis Kebangsaan

👤Syarief Oebaidillah 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 23:34 WIB
Menurutnya, ASBC merupakan sekolah nasional unggulan berwawasan internasional yang mengimplementasikan sistem Spiritualisasi Pendidikan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya